Resep Rujak Kedondong Geprek yang Segar dan Nampol, Bikin Nagih

Resep rujak kedondong geprek pedas manis yang segar dan bikin nagih. Simak cara membuat, tips memilih kedondong muda, dan variasinya di sini.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 11:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Resep rujak kedondong geprek jadi penyelamat saat siang terik ketika lidah butuh sesuatu yang asam, manis, dan pedas sekaligus. Berbeda dari rujak buah biasa yang dipotong rapi, kedondong di sini dimemarkan atau digeprek lebih dulu sehingga bumbu meresap sampai ke serat buah. Hasilnya, satu suapan langsung terasa segar, gurih, dan nampol di lidah, cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman.

Rujak sendiri bukan hidangan sembarangan. Akarnya tertanam dalam tradisi kuliner Jawa sebagai salad buah dan sayur yang disiram saus gula aren manis-pedas dan lazim dijajakan sebagai jajanan kaki lima. Rujak (Indonesia) atau rojak (Singapura/Malaysia) berakar dari Indonesia. Rujak telah hadir di berbagai provinsi Nusantara selama ratusan tahun, dulu dijajakan pedagang keliling dan disajikan di atas lipatan daun.

Kedondong muda yang keras dan sepet-segar adalah bintang utama sajian ini. Teksturnya yang kriuk membuat sensasi geprek terasa lebih menggigit dibanding rujak dengan mangga atau bengkuang. Berikut panduan lengkap membuatnya di rumah, mulai dari bahan, langkah, hingga trik agar bumbunya benar-benar mengikat.

Sekilas tentang Rujak Kedondong Geprek

Kedondong yang bernama latin Spondias dulcis masih satu keluarga dengan mangga dan jambu monyet, serta di dunia internasional populer dengan sebutan ambarella, June plum, atau golden apple. Buahnya berkulit hijau dan keras saat muda, lalu berubah kuning keemasan ketika matang. Untuk rujak geprek, justru kedondong muda yang dipilih karena renyah dan rasa asamnya lebih tegas. Buah tropis ini gampang ditemui dan sering diolah menjadi manisan kedondong maupun campuran asinan buah.

Yang membedakan rujak kedondong geprek dari asinan cukup jelas. Pada asinan, potongan buah direndam dalam kuah cuka dan gula, sedangkan pada rujak geprek buah langsung diuleg lalu dibalur bumbu kental yang pekat. Cara menyantap kedondong muda dengan bumbu asin-pedas ini bukan cuma milik Indonesia. Di berbagai negara tropis, kedondong mentah memang biasa dinikmati dengan campuran garam, gula, dan cabai, atau bersama terasi. Aroma dan rasanya pun khas, ada nuansa perpaduan nanas dan mangga yang menyegarkan. Jika Anda terbiasa menyeruput rujak buah aneka isi, versi geprek ini menawarkan sensasi tekstur yang lebih intens.

Info Resep Ringkas

Porsi 4-5 porsi
Waktu persiapan 15 menit
Waktu masak 15 menit
Tingkat kesulitan Mudah

Bahan-bahan Resep Rujak Kedondong Geprek

Bahan utama:

  • 750 gram kedondong muda (sekitar 8-10 buah)

Bumbu dan pelengkap:

  • 100 gram gula merah, sisir halus
  • 50 gram kacang tanah, sangrai atau goreng
  • 10 buah cabai rawit merah
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 1 sendok teh terasi bakar
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • 100 ml air matang

Perpaduan gula merah, cabai, dan asam jawa adalah fondasi rasa manis-asam-pedas yang jadi ciri bumbu rujak. Kombinasi gula aren, asam jawa, kacang, terasi, dan cabai inilah yang membentuk saus khas rujak.

Cara Membuat Rujak Kedondong Geprek

  1. Kupas kedondong, cuci bersih, lalu potong-potong dan buang bijinya.
  2. Geprek atau memarkan tiap potongan kedondong dengan ulekan hingga daging buah sedikit retak dan memar.
  3. Sangrai atau goreng kacang tanah hingga matang dan harum, lalu angkat.
  4. Uleg cabai rawit, cabai merah keriting, garam, dan terasi bakar hingga halus.
  5. Masukkan kacang tanah, uleg kasar agar teksturnya tetap terasa.
  6. Tambahkan gula merah, uleg kembali hingga gula larut dan bumbu tercampur rata.
  7. Tuang air asam jawa dan air matang sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga bumbu mengental dan mengikat.
  8. Masukkan kedondong geprek, aduk rata hingga seluruh permukaan buah terbalut bumbu.
  9. Dinginkan dalam kulkas 10-15 menit hingga bumbu meresap, lalu sajikan.

Baca juga: Ragam Bumbu Rujak Buah Gula Merah untuk Kesegaran Maksimal

Tips agar Hasil Maksimal

  • Pilih kedondong muda yang keras. Kulit mulus dan warna hijau kekuningan menandakan buah masih renyah; kedondong terlalu tua cenderung lembek dan kurang segar. Punya pohon sendiri di rumah tentu lebih hemat, dan panduan menanam kedondong di pot bisa jadi rujukan.
  • Geprek, jangan sampai hancur. Cukup memarkan hingga retak agar bumbu masuk tetapi tekstur kriuk tetap terjaga.
  • Uleg bertahap. Mulai dari cabai, garam, dan terasi hingga halus, baru masukkan kacang dan gula merah supaya rasa tercampur merata.
  • Atur air asam sedikit demi sedikit. Kesalahan umum adalah menuang air terlalu banyak sehingga bumbu encer dan tidak mau menempel di kedondong.
  • Sesuaikan gula dengan tingkat asam buah. Bila kedondong sangat sepet, tambahkan gula merah sedikit agar rasa manis-asamnya seimbang, bukan nyegrak.

Variasi dan Substitusi

Versi tanpa kacang. Lewati kacang tanah dan biarkan gula merah serta asam jawa mendominasi untuk rasa yang lebih ringan dan bening. Cocok bagi yang alergi kacang atau ingin sensasi rujak colek yang lebih tajam. Referensi takarannya bisa dilihat pada panduan bumbu rujak dengan dan tanpa kacang.

Versi ekstra pedas. Tambah cabai rawit atau taburan cabai bubuk kemasan agar level pedasnya naik. Rasa pedas yang menggigit inilah yang sering bikin mata melek di siang bolong.

Versi campur buah. Kedondong tetap jadi bintang, tetapi Anda bisa menambahkan mangga muda, bengkuang, atau nanas untuk warna dan tekstur beragam. Prinsipnya sama dengan membuat asinan buah, hanya saja buah diuleg bersama bumbu, bukan direndam kuah.

Nutrisi di Balik Rujak Kedondong Geprek

Selain menyegarkan, sajian ini menyimpan gizi yang lumayan. Mengacu pada Medindia, kedondong mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus mendukung pembentukan kolagen. Sebagaimana dikutip dari Boldsky, buah ini rendah karbohidrat, lemak, dan kalori namun tinggi serat, sehingga cocok bagi yang sedang menjaga berat badan. Ragam manfaat kedondong lain, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga kesehatan jantung, membuatnya lebih dari sekadar pelengkap rujak.

Bumbunya pun bukan cuma pemanis rasa. Asam jawa membawa kalium, magnesium, kalsium, zat besi, serta vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Cabai rawit menyumbang capsaicin yang, menurut berbagai penelitian, dikaitkan dengan peningkatan metabolisme tubuh. Anda bisa menelusuri manfaat cabai rawit maupun khasiat asam jawa sebagai obat alami lebih dalam. Tak heran bila rasa asam-segar sajian ini kerap diburu ibu hamil yang sedang ngidam makanan asam.

Baca juga: Manfaat Mengejutkan di Balik Asamnya Buah Kedondong

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rujak Kedondong Geprek

Apa bedanya rujak kedondong geprek dengan rujak kedondong biasa?

Perbedaannya terletak pada perlakuan buah. Pada rujak biasa, kedondong dipotong lalu dicocol atau disiram bumbu, sedangkan pada versi geprek buah dimemarkan dulu hingga retak. Cara ini membuat bumbu meresap lebih dalam ke serat kedondong sehingga rasa manis, asam, dan pedasnya terasa menyatu di setiap gigitan.

Bagaimana cara memilih kedondong yang bagus untuk rujak geprek?

Pilih kedondong muda dengan kulit hijau kekuningan yang mulus dan daging buah yang masih keras saat ditekan. Buah muda memberi tekstur renyah dan rasa sepet-asam yang khas, berbeda dari kedondong matang yang cenderung lembek dan lebih manis. Cuci bersih dan kupas tipis sebelum digeprek agar kesegarannya maksimal.

Berapa lama rujak kedondong geprek bisa disimpan?

Rujak paling nikmat disantap segar, bahkan lebih enak setelah didinginkan sebentar di kulkas. Jika ada sisa, simpan dalam wadah tertutup rapat di lemari es dan konsumsi dalam waktu satu hingga dua hari. Lewat dari itu, tekstur kedondong biasanya melunak dan kesegarannya berkurang.

Membuat rujak kedondong geprek di rumah ternyata sesederhana menyiapkan cobek, buah segar, dan segenggam bumbu dapur. Dengan kedondong muda yang renyah serta bumbu manis-asam-pedas yang mengikat sempurna, sajian ini siap menemani siang yang panas atau momen berkumpul yang santai. Selamat mencoba dan sesuaikan level pedasnya dengan selera keluarga Anda.