Penyebab Dean Zandbergen Sulit Bela Timnas Indonesia

Noor Korompot jelaskan alasan mengapa Dean Zandbergen sulit bela timnas Indonesia.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 21:26 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peluang Dean Zandbergen memperkuat Timnas Indonesia kembali dipertanyakan setelah isu garis keturunan mencuat. Penilaian itu disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, dalam siniar Bola Break Bola.com.

Penyerang kelahiran Belanda itu kini membela Dinamo Bucuresti yang berkompetisi di kasta teratas Liga Rumania. Ia dikabarkan tidak memenuhi syarat kelayakan karena garis keturunan Indonesianya disebut berasal dari generasi buyut.

"Secara data, informasinya begitu. Jadi, memang perdebatan di media sosial itu bahwa tidak eligible karena generasi keempat," ujar Noor Korompot.

Tahapan Hukum dan Statuta FIFA

Menurut Noor Korompot, pengajuan naturalisasi wajib diawali verifikasi bahwa calon pemain memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan ini krusial agar permohonan ke Kementerian Hukum (Kemenkum) memiliki dasar hukum yang tepat.

Rujukan kewarganegaraan Indonesia berada pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Namun, status sebagai Warga Negara Indonesia tidak serta-merta membuat seorang pemain memenuhi syarat membela tim nasional karena tetap harus sesuai Statuta FIFA.

"Kalau diajukan kepada kami, secara undang-undang kewarganegaraan lolos, tetapi secara statuta tidak lolos, ya sama saja," kata Noor Korompot.

Jejak Depok, Lahir di Belanda

Zandbergen lahir di Zoetermeer, Belanda, pada 5 September 2001. Bomber berusia 25 tahun itu disebut memiliki darah Indonesia yang bersumber dari Depok, Jawa Barat.

Detail asal-usul garis keturunannya menjadi salah satu pokok bahasan dalam menilai kansnya membela Timnas Indonesia, seiring perdebatan mengenai asal garis keluarga yang dirujuk.

Musim ini, Zandbergen telah mencatatkan dua gol dan satu assist dari enam penampilan bersama Dinamo Bucuresti di Liga Rumania.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ballon d'Or Tak Selalu Milik Juara Piala Dunia, Lamine Yamal Bukan yang Pertama

Muhammad Adi Yaksa, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan