Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF

Prabowo menyebut ekonomi Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia berdasarkan purchasing power parity (PPP). Simak daftar lengkap yang dikeluarkan oleh IMF.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 20:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia menempati peringkat ketujuh sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan kemampuan daya beli atau purchasing power parity (PPP). Meski mencerminkan kekuatan ekonomi nasional, Prabowo menilai tantangan berikutnya adalah memastikan kekayaan negara dikelola agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

"Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia. Dari PPP, berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara," kata Prabowo belum lama ini.

"Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia, urutan ketujuh. We are the seventh biggest economy in the world. We are strong," sambungnya.

Prabowo mengatakan posisi tersebut menunjukkan besarnya kekuatan ekonomi Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa capaian tersebut harus diikuti pengelolaan kekayaan nasional yang mampu memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

"We are strong. We are rich. Kita kuat dan kita kaya. Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita," ujarnya.

 

Ekonomi Indonesia Capai US$ 5,48 Triliun

Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026, produk domestik bruto (PDB) Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai US$ 5,48 triliun atau sekitar Rp 98,64 kuadriliun, dengan asumsi kurs Rp 18.000 per US$.

PPP merupakan metode untuk membandingkan ukuran ekonomi antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan tingkat harga barang dan jasa. Dengan pendekatan ini, perbandingan tidak hanya bergantung pada nilai tukar mata uang, tetapi juga daya beli di masing-masing negara.

Berdasarkan ukuran tersebut, Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia, di bawah Jerman dan di atas Brasil. Posisi ini berbeda jauh dari peringkat berdasarkan PDB nominal, yang menempatkan Indonesia di urutan ke-17 dengan nilai ekonomi sekitar US$ 1,48 triliun.

Indonesia juga berada di atas Inggris yang menempati peringkat kesembilan dengan PDB berdasarkan PPP sebesar US$ 4,78 triliun. Prancis berada di posisi kesepuluh dengan US$ 4,76 triliun, sedangkan Kanada menempati peringkat ke-16 dengan US$ 2,92 triliun.

Di posisi teratas, China memimpin dengan PDB berdasarkan PPP sebesar US$ 44,55 triliun, disusul Amerika Serikat sebesar US$ 32,64 triliun. India berada di posisi ketiga dengan US$ 19,19 triliun, diikuti Rusia sebesar US$ 7,54 triliun, Jepang US$ 7,32 triliun, dan Jerman US$ 6,55 triliun. Brasil berada di peringkat kedelapan dengan US$ 5,27 triliun.

Meski demikian, peringkat berdasarkan PPP tidak sama dengan ukuran PDB nominal. Dalam perhitungan nominal, Amerika Serikat masih menjadi ekonomi terbesar dunia dengan sekitar US$ 32,64 triliun, sedangkan China berada di posisi kedua dengan sekitar US$ 21,55 triliun.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi ekonomi suatu negara dapat berubah bergantung pada metode pengukuran. PPP menggambarkan kemampuan daya beli dengan memperhitungkan perbedaan harga antarnegara, sementara PDB nominal menggunakan nilai produksi berdasarkan harga dan nilai tukar pasar.

Daftar 10 Ekonomi Terbesar Dunia

Berikut 10 negara dengan PDB berdasarkan PPP terbesar pada 2026 berdasarkan proyeksi IMF yang dipublikasikan Visual Capitalist:

  1. China: US$ 44,55 triliun
  2. Amerika Serikat: US$ 32,64 triliun
  3. India: US$ 19,19 triliun
  4. Rusia: US$ 7,54 triliun
  5. Jepang: US$ 7,32 triliun
  6. Jerman: US$ 6,55 triliun
  7. Indonesia: US$ 5,48 triliun
  8. Brasil: US$ 5,27 triliun
  9. Inggris: US$ 4,78 triliun
  10. Prancis: US$ 4,76 triliun

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6