Imbas Kekeringan Parah, Rumania Matikan Reaktor Nuklir Terakhir

Kekeringan ekstrem memaksa Rumania menghentikan operasi reaktor nuklir terakhirnya di PLTN Cernavoda.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bukares - Rumania terpaksa mematikan reaktor terakhir yang masih beroperasi di satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) negara itu setelah kekeringan ekstrem membuat permukaan Sungai Danube turun ke level terendah dalam sejarah.

Dikutip dari The Guardian, Jumat (14/8/2026), Penghentian operasi tersebut menjadi langkah yang jarang terjadi dan langsung berdampak pada pasokan listrik, termasuk bagi negara tetangga, Moldova, yang selama ini mengandalkan listrik dari Rumania untuk menutup sebagian kebutuhan energinya.

PLTN Cernavoda menggunakan air Sungai Danube untuk mendinginkan reaktornya. Namun, penurunan debit sungai yang terus berlangsung sebelumnya telah memaksa perusahaan operator, Nuclearelectrica, menghentikan salah satu reaktor pada akhir Juli.

Pada Kamis, Nuclearelectrica mengatakan reaktor kedua juga harus dihentikan karena penurunan permukaan air sungai yang signifikan dan terus berlanjut. Perusahaan tidak memperkirakan reaktor tersebut dapat kembali beroperasi dalam 10 hari ke depan.

Dua reaktor di Cernavoda masing-masing memiliki kapasitas 706 megawatt dan secara keseluruhan menyumbang sekitar 20 persen produksi listrik Rumania.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap ancaman krisis energi di Eropa, yang kini juga menghadapi gelombang panas musim panas baru.

Moldova Terancam Kekurangan Listrik

Penghentian reaktor Rumania juga menimbulkan persoalan langsung bagi Moldova. Negara tetangga di sebelah timur Rumania itu turut menghadapi rendahnya permukaan sungai dan selama ini mengandalkan pasokan listrik dari Rumania untuk memenuhi hingga 60 persen kebutuhan listrik yang mengalami kekurangan.

Dengan impor listrik dari Rumania kini tidak tersedia, Moldova menghadapi sejumlah pilihan sulit. Negara tersebut dapat meningkatkan pembelian listrik dari Ukraina jika Kyiv mampu memasoknya, membeli listrik yang lebih mahal dari negara-negara Eropa Barat, atau menerapkan pemadaman listrik bergilir.

"Saya pikir kita harus bersiap menghadapi situasi yang memburuk, termasuk pemadaman listrik, meskipun sulit untuk memastikannya sekarang," kata pakar energi Moldova, Sergiu Tofilat, kepada Radio Chisinau.

Sementara itu, Kementerian Energi Rumania mengatakan telah mengaktifkan pembangkit listrik tenaga lignit berkapasitas 330 megawatt untuk membantu menutupi kekurangan pasokan.

Pemerintah juga mengandalkan peningkatan pembangkitan listrik dari tenaga angin serta pembangkit listrik tenaga air, dengan mempertimbangkan ketersediaan air di waduk.

Sebagai langkah terakhir, pengguna listrik industri skala besar akan menghadapi pembatasan konsumsi pada malam hari untuk menghemat pasokan listrik.

Pada awal Agustus, pemerintah juga mengatakan produsen otomotif Dacia dan Ford akan menghentikan sementara produksinya di Rumania hingga 19 Agustus untuk membantu mengatasi defisit listrik.

 

Debit Danube Capai Titik Terendah

Analisis observatorium perubahan iklim Eropa, Copernicus, menunjukkan hampir dua pertiga wilayah Sungai Danube mengalami penurunan debit hingga mencapai level terendah untuk bulan Juli dalam 34 tahun.

Kondisi kekeringan tersebut tidak hanya berdampak pada Rumania. Sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai negara Eropa juga mengalami gangguan akibat rendahnya debit sungai dan suhu ekstrem.

Prancis, yang menghasilkan sekitar 70 persen listriknya dari tenaga nuklir, mencatat kekurangan kapasitas produksi nuklir lebih dari 20 persen pada pekan ini.

Berdasarkan perhitungan Agence France-Presse menggunakan data Électricité de France (EDF), angka tersebut merupakan defisit terbesar yang disebabkan oleh gangguan terkait kekeringan, panas ekstrem, dan serbuan ubur-ubur.

Sebanyak 13 dari 57 reaktor dalam armada nuklir EDF terdampak kondisi tersebut.

Hungaria Siapkan Bendungan Darurat

Hungaria, yang berbatasan dengan Rumania, sejauh ini belum mengalami penghentian total PLTN Paks, satu-satunya pembangkit nuklir di negara tersebut. Empat reaktornya juga menggunakan air Danube sebagai pendingin.

Namun, dengan perkiraan permukaan sungai yang masih akan turun, Perdana Menteri Hungaria Péter Magyar mengatakan pemerintah telah memerintahkan pembangunan dinding bawah air atau bendung untuk membantu mengendalikan aliran air di sekitar pembangkit.

Dua tongkang sepanjang 80 meter juga ditempatkan di Paks dan dapat ditenggelamkan untuk membantu menaikkan permukaan air.

PLTN Paks biasanya memasok sekitar sepertiga kebutuhan listrik Hungaria. Namun, pembangkit tersebut telah beroperasi sebagian sejak akhir bulan lalu.

Kelompok ilmuwan World Weather Attribution menyatakan kekeringan di Eropa diperburuk oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Mereka memperingatkan kondisi tersebut berpotensi semakin buruk.

Selain mengancam pasokan energi, rendahnya permukaan Danube juga berdampak serius terhadap aktivitas pelayaran di sepanjang sungai terpanjang kedua di Eropa tersebut. Danube membentang sekitar 2.850 kilometer dari Jerman bagian barat hingga Laut Hitam.   Â