Prancis Catatkan 7.300 Kematian Imbas Gelombang Panas

Prancis catatkan lebih dari 7.300 kematian berlebih akibat gelombang panas ekstrem sepanjang 2026.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 09:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Prancis mencatat lebih dari 7.300 kematian berlebih selama periode gelombang panas sepanjang tahun ini.

Dikutip dari Le Monde, Jumat (21/8/2026), otoritas kesehatan Prancis menyampaikan angka tersebut pada Rabu, 19 Agustus 2026 ketika negara itu juga mengalami jumlah hari gelombang panas yang memecahkan rekor sejak pertengahan Juni, berdasarkan analisis AFP.

Prancis telah dilanda tiga gelombang panas musim panas secara beruntun. Gelombang pertama berlangsung selama 14 hari pada Juni, disusul 16 hari pada Juli, dan gelombang ketiga yang dimulai pada akhir Juli telah berlangsung selama 22 hari dan belum secara resmi dinyatakan berakhir hingga 18 Agustus.

Jika digabungkan, ketiga periode tersebut membuat sebagian wilayah Prancis—yang tidak sepenuhnya siap menghadapi suhu ekstrem dan memiliki penggunaan pendingin udara yang terbatas—telah mengalami 52 hari gelombang panas sejak pertengahan Juni, jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Lebih dari 7.300 Kematian

Badan kesehatan masyarakat Prancis, Santé Publique France, pada Rabu melaporkan 1.243 kematian lebih banyak dari biasanya selama periode 2 hingga 22 Juli.

Angka itu menambah 5.764 kematian berlebih yang tercatat pada 17 hingga 30 Juni, serta 300 kematian yang sejauh ini teridentifikasi selama periode suhu tinggi pertama pada akhir Mei. Secara keseluruhan, jumlah kematian berlebih yang tercatat mencapai 7.307 orang.

Data tersebut muncul bersamaan dengan analisis AFP terhadap data badan cuaca nasional Meteo-France. Analisis itu menunjukkan bahwa jumlah hari gelombang panas tahun ini jauh melampaui 33 hari yang tercatat pada 2022 dan 22 hari selama musim panas 2003 yang mematikan.

Sejak gelombang panas pertama dimulai pada 17 Juni, Prancis hanya mengalami dua periode jeda, masing-masing selama tiga dan delapan hari.

 

Tahun dengan Gelombang Panas Terpanjang

Prancis mencatat lebih banyak hari gelombang panas pada 2026 dibandingkan tahun mana pun sejak pencatatan dimulai pada 1947.

Tahun 2022 sebelumnya menjadi salah satu tahun dengan kondisi terburuk, dengan tiga gelombang panas terpisah. Namun, jika digabungkan, durasinya hampir 20 hari lebih singkat dibandingkan total durasi gelombang panas tahun ini.

Gelombang panas ekstrem berkontribusi terhadap lebih dari 15.000 kematian di Prancis pada 2003. Saat itu, gelombang panas utama berlangsung sekitar dua pekan pada Agustus, setelah sebelumnya terjadi periode panas selama sepekan pada Juni.

Gelombang panas Agustus 2003 masih menjadi yang paling parah berdasarkan indikator yang menggabungkan durasi dan intensitas panas.

Namun, 2026 juga mencatat rekor lain. Pada 24 dan 25 Juni, Prancis daratan mengalami hari-hari terpanas yang pernah tercatat secara rata-rata.

Menurut indikator suhu nasional, yang menggabungkan suhu siang dan malam dari 30 stasiun cuaca rujukan, suhu mencapai 30°C, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2003.

Sementara itu, gelombang panas yang dimulai pada akhir Juli telah menjadi yang terpanjang kedua yang pernah tercatat secara nasional. Setelah berlangsung selama 22 hari dan masih terus berlanjut, periode tersebut hanya terpaut satu hari dari gelombang panas selama 23 hari yang terjadi pada Juli 1983.

Lebih dari separuh dari 54 gelombang panas yang dialami Prancis sejak 1947 terjadi setelah 2010.

 

 

Cara Prancis Menetapkan Gelombang Panas

Meteo-France mendefinisikan gelombang panas nasional sebagai periode selama beberapa hari ketika suhu berada jauh di atas kondisi normal.

Gelombang panas dimulai ketika indikator suhu mencapai atau melampaui 25,3°C selama satu hari dan suhu rata-rata nasional tetap berada pada atau di atas 23,4°C selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Periode tersebut dinyatakan berakhir ketika suhu turun di bawah 23,4°C selama setidaknya tiga hari berturut-turut atau sempat turun di bawah 22,4°C.

Karena itu, periode cuaca yang sangat hangat pada Mei, misalnya, tidak cukup intens untuk memenuhi ambang batas yang ditetapkan Prancis sebagai gelombang panas.

Eropa Barat Dilanda Panas Ekstrem

Kondisi ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Prancis. Eropa Barat mengalami awal musim panas terpanas yang pernah tercatat, dengan gelombang panas berulang pada Juni dan Juli yang menyebabkan kekeringan meluas serta kebakaran hutan yang semakin parah akibat pemanasan global.