Liputan6.com, Washington D.C - Penerbangan lintas pasifik pertama dalam sejarah terjadi saat pesawat yang meninggalkan Jepang dan melakukan lebih dari 41 jam perjalanan, mendarat di Amerika Serikat (AS) pada 5 Oktober 1931.
Clyde Pangborn dan Hugh Herndon Jr. melakukan pendaratan darurat terkendali di dekat Wenatchee, Washington. Setelah situasi kembali tenang, keduanya keluar dari pesawat untuk mengakhiri penerbangan nonstop pertama dalam sejarah melintasi Samudra Pasifik.
Dikutip dari Wired, Senin (5/10/2026), Pangborn pernah bertugas sebagai instruktur penerbangan selama Perang Dunia I, kemudian mengikuti jejak karier banyak pilot di tahun 1920-an, mengelilingi negeri sebagai pilot pertunjukan udara.
Advertisement
Krisis pasar saham di tahun 1929 membuat karier pertunjukan udara Pangborn sekaligus perusahaan pesawat terbang baru yang ia turut dirikan berakhir. Namun, pilot muda ini mengenal seorang rekan penerbang yang pernah bertugas sebagai pilot demonstrasi untuk perusahaan yang sudah bangkrut tersebut. Dan Hugh Herndon Jr. memiliki uang.
Keduanya kemudian mulai untuk memberikan ide-ide tentang bagaimana mereka bisa tetap terbang. Mereka pun memutuskan untuk memecahkan rekor keliling dunia yang saat itu dipegang oleh sebuah Zeppelin asal Jerman.
Setelah merencanakan berbulan-bulan pada awal tahun 1931, Pangborn dan Herndon mengalami kemunduran ketika Wiley Post memecahkan rekor tersebut dengan penerbangan bersama pesawat Lockheed Vega miliknya.
Walaupun rekor tersebut dipersingkat dari 200 hari menjadi kurang dari 9 hari, keduanya memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana penerbangan mereka. Pesawat Bellanca Skyrocket mereka terbang dari New York pada 28 Juli. Setelah mendarat di tengah badai Siberia, kedua pilot tersebut sudah telat lebih dari satu hari dari jadwal dan memutuskan untuk membatalkan usaha mereka untuk memecahkan rekor tersebut.
Sebaliknya, Pangborn dan Herndon memutuskan untuk mengejar hadiah sebesar US$ 360 ribu (Rp 6,4 miliar) dalam nilai saat ini yang ditawarkan oleh sebuah surat kabar Jepang untuk penerbangan nonstop pertama antara Jepang dan AS.
Modifikasi Besar-besaran Pesawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360665/original/058050300_1790660210-andres-dallimonti-kjqTlMHLci4-unsplash.jpg)
Pada tanggal 4 Oktober waktu Jepang, pesawat Bellanca yang dinamai Miss Veedol, sesuai dari nama merek oli mesin, lepas landas dari landasan pacu sepanjang 2,438 meter di Misawa, sebelah utara Tokyo.
Pesawat dengan mesin tunggal kecil ini telah dimodifikasi besar-besaran agar bisa membawa 930 galon bahan bakar, tapi Pangborn khawatir mereka tidak akan sampai AS kecuali jika keadaan cuaca sempurna. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menghemat bahan bakar dengan melakukan penerbangan tanpa roda pendaratan.
Miss Veedol dimodifikasi dengan sistem roda pendaratan yang bisa ditarik, yang masih sederhana dan sekali pakai. Alih-alih melipat roda pendaratan ke dalam pesawat, Pangborn merancang mekanisme yang hanya menjatuhkan roda utama dari pesawat saat terbang.
Tanpa roda tersebut, pesawat yang lebih aerodinamis ini bisa terbang 24 kilometer per jam lebih cepat dan menambah jangkauan hingga 966 kilometer. Tentunya, pendaratan dari pesawat ini akan terasa kasar.
Beberapa jam setelah lepas landas, roda pesawat dilepaskan, tapi hanya rodanya yang copot. Tiang-tiang roda pendaratan tetap ada di tempatnya. Pangborn sadar hal ini akan mengurangi jangkauan penerbangan dan membuat pendaratan dengan bagian bawah pesawat jauh lebih berbahaya. Saat pesawat sudah berada di ketinggian 4,267 meter di atas Samudra Pasifik, mantan pilot pesawat akrobatik itu berjalan ke atas tiang-tiang sayap dan melepaskan sisa bagian roda pendaratan.
Peningkatan aerodinamika yang kreatif ini membuahkan hasil, dan setelah hampir 40 jam terbang, Miss Veedol berhasil melintasi pantai barat AS. Tidak puas dengan hanya berhasil menyeberangi Samudra Pasifik, Pangborn ingin mencetak rekor jarak jauh baru dengan terbang melintasi negara bagian Washington sampai ke bagian timur negara bagian tersebut atau bahkan sampai Idaho.
Namun, kabut menyelimuti wilayah tersebut, membuat pesawat Bellanca ini putar balik dan kembali ke barat untuk mencari lokasi pendaratan yang sesuai.
Â
Advertisement
Pendaratan Pesawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3466855/original/096076700_1622128918-Ilustrasi_pesawat.jpg)
Pangborn memutuskan untuk terbang ke Wenatchee, di bagian tengah negara bagian Washington. Ia tumbuh besar di dekat sana dan sang ibu masih tinggal di sana.
Tepat setelah pukul 7 pagi waktu setempat di tanggal 5 Oktober, Miss Veedol terbang melintasi Wenatchee, dan Pangborn berhasil melakukan pendaratan dengan bagian perut pesawat yang hampir sempurna di sebuah lapangan terbuka yang luas. Baling-baling pesawat menyentuh tanah, tapi pesawat tersebut sebagian besar tidak mengalami kerusakan.
Pangborn dan Herndon telah terbang selama lebih dari 41 jam dan menempuh jarak lebih dari 8,851 kilometer. Walaupun menjadi orang pertama yang menyeberangi Samudra Pasifik, penerbangan yang jaraknya lebih jauh daripada penyeberangan Samudra Atlantik yang dilakukan Lindbergh, keduanya tidak mendapatkan ketenaran ataupun kekayaan selain hadiah tersebut.
Baru setelah Perang Dunia II, ada pesawat yang berhasil mengulangi penerbangan tanpa henti tersebut.
Pangborn kemudian menerbangkan pesawat selama lebih dari 24 ribu jam sepanjang 40 tahun kariernya sebelum ia meninggal di tahun 1958. Kini, bandara di Wenatchee dikenal sebagai Pangborn Memorial Airport.
Cabang Experimental Aviation Association di Wenatchee membuat replika Miss Veedol di tahun 2003. Kota Misawa dan Wenatchee tetap menjalin hubungan kota kembar hingga saat ini, dan ada rencana untuk mengirimkan Miss Veedol yang baru ke Jepang di tahun 2011, di mana pesawat tersebut akan terbang dalam rangka perayaan ulang tahun ke-80 penerbangan nonstop bersejarah tersebut.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360663/original/093357300_1790660064-MissVeedol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1645227/original/045639200_1499757467-nn20130611i1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4330019/original/064881500_1676867290-Korea_Utara_Kembali_Luncurkan_Rudal-AP__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363242/original/082091800_1790846124-kevin-charit-SLs4rVjFtso-unsplash.jpg)