Perusahaan Jepang Mulai Ramai-ramai Tinggalkan China

Jumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di China turun ke titik terendah sepanjang sejarah.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 12:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah perusahaan Jepang yang meninggalkan China mencetak rekor. Perlambatan ekonomi, memburuknya hubungan diplomatik kedua negara memaksa pengusaha Negeri Matahari Terbit untuk mengevaluasi kembali bisnisnya di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Melansir laman CNBC, Senin (5/10/2026), jumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di China turun ke titik terendah sepanjang sejarah.

Menurut Teikoku Databank, sebuah perusahaan riset kredit korporasi di Jepang, jumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Tiongkok turun ke titik terendah sepanjang sejarah, yakni menjadi 10.118 perusahaan per Juni.

Angka tersebut turun 22% dibandingkan survei sebelumnya yang dilakukan pada Juni 2024, dan sekitar 30% lebih rendah dibandingkan puncaknya pada 2012. Jumlah ini juga merupakan yang terendah sejak Teikoku mulai mencatat data tersebut pada 2010.

Jeremy Chan, Analis Perusahaan Konsultan Politik Eurasia Group, mengungkapkan, perusahaan-perusahaan Jepang, yang sebelumnya memang sudah berencana mengurangi kehadiran di China, kini mempertimbangkan untuk menarik diri sepenuhnya dari pasar tersebut. " Ini menjadi urgensi yang lebih besar sejak hubungan Tiongkok-Jepang memburuk tajam," kata dia.

Laporan Teikoku menyebut, eksodus tersebut kemungkinan akan semakin intensif.  Perselisihan diplomatik antara dua negara dengan perekonomian terbesar di Asia memaksa perusahaan-perusahaan Jepang, yang sudah menghadapi penurunan profitabilitas akibat risiko tarif, meningkatnya biaya tenaga kerja dan produksi, serta persaingan lokal yang sangat ketat untuk mengecilkan skala atau menghentikan operasi di Tiongkok.

Hubungan Tiongkok-Jepang mengalami tekanan berat sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan kepada parlemen pada November tahun lalu bahwa Jepang dapat terlibat secara militer jika terjadi invasi Tiongkok ke Taiwan.

Beijing merespons dengan membatasi ekspor mineral-mineral penting kepada perusahaan-perusahaan Jepang dan mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang.

 

Jepang Makin Bergantung ke AS

Kepala Ekonom Fujitsu Research Institute, Martin Schulz, menambahkan, beberapa faktor seperti tarif impor Amerika Serikat, meningkatnya penolakan masyarakat terhadap barang-barang Tiongkok, serta pertumbuhan pasar India turut kian mendorong perusahaan-perusahaan Jepang untuk melakukan diversifikasi dan mengurangi ketergantungan pada Beijing. “Investasi di Tiongkok sedang menghadapi badai,” tegas dia.

Data Teikoku mencatat, dalam dua tahun terakhir, sebanyak 4.137 perusahaan Jepang menarik diri sepenuhnya dari China, jumlah tertinggi yang pernah tercatat. Sementara itu, hanya 1.221 perusahaan yang masuk ke Tiongkok dalam periode yang sama, baik melalui anak perusahaan, pabrik, maupun kantor perwakilan. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam catatan sejarah, di luar masa pandemi Covid-19.

Jesper Koll, Direktur Ahli Monex Group mengungkapkan hal baru. Perusahaan-perusahaan Jepang dikatakan semakin bergantung pada pasar Amerika Serikat sembari mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, yang sebelumnya merupakan salah satu pasar utama mereka.

Menurut perkiraan Koll, perusahaan-perusahaan yang tercatat di indeks Topix memperoleh kurang dari 15% laba mereka dari Tiongkok sepanjang tahun ini, turun dari 23% pada 2020. Sementara itu, kontribusi laba dari Amerika Serikat meningkat menjadi 35%, dibandingkan 25% pada periode yang sama.

Koll mengatakan Washington “secara terbuka berupaya menarik” perusahaan-perusahaan Jepang untuk membantu upaya reindustrialisasinya. Sementara Beijing telah beralih menuju model “dibuat di Tiongkok dan dibuat oleh Tiongko

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi