Sejarah Hari Guru Sedunia: dari Rekomendasi 1966 hingga Peringatan 60 Tahun

Sejarah Hari Guru Sedunia 5 Oktober: asal-usul rekomendasi ILO/UNESCO 1966, penetapan UNESCO 1994, tema 2026, dan bedanya dengan Hari Guru Nasional.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 12:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Hari Guru Sedunia bermula dari Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru yang ditandatangani pada 5 Oktober 1966. Dokumen itu menjadi tonggak pengakuan global atas profesi guru dan dirayakan setiap tahun sejak 1994 oleh banyak negara dunia.

Peringatan ini ditetapkan UNESCO pada 1994 untuk mengenang penandatanganan rekomendasi tersebut. Setiap tahun, UNESCO bersama Education International, ILO, dan UNICEF mengusung tema khusus guna menyoroti peran, hak, dan tantangan para pendidik dunia.

Pada 2026, peringatan ini genap 60 tahun sejak rekomendasi 1966 dan mengusung tema "Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures". Momen ini mengajak kita menghargai guru di seluruh dunia. Berikut penjelasan sejarah Hari Guru Sedunia, Liputan6.com, Senin (5/10/2026).

Penetapan Hari Guru Sedunia oleh UNESCO pada 1994

Hari Guru Sedunia adalah peringatan internasional yang jatuh setiap 5 Oktober. Tujuannya menghargai kontribusi guru, menilai kondisi profesi mereka, dan mendorong perbaikan mutu serta kesejahteraan pendidik. Peringatan ini dirayakan di lebih dari 100 negara, dari upacara sekolah hingga forum kebijakan tingkat dunia.

Hari Guru Sedunia juga menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Kurikulum, gedung, dan teknologi tidak akan berarti banyak tanpa pendidik yang kompeten, dihargai, dan bekerja dalam kondisi layak.

Hampir tiga dekade setelah rekomendasi itu lahir, UNESCO menetapkan 5 Oktober sebagai Hari Guru Sedunia pada 1994. Pemilihan tanggal ini disengaja: penandatanganan rekomendasi 1966 dianggap momen paling tepat untuk mengenang komitmen dunia terhadap profesi guru.

Sejak itu, peringatan berlangsung tiap tahun. Penyelenggaranya kini mencakup UNESCO, ILO, UNICEF, dan Education International, organisasi yang mewakili jutaan guru di seluruh dunia. Kolaborasi ini membuat pesan peringatan menjangkau pemerintah, serikat guru, sekolah, hingga masyarakat umum.

Rekomendasi ILO/UNESCO 1966: Awal dari Segalanya

Akar peringatan ini ada di Paris, Prancis, pada 5 Oktober 1966. Dalam sebuah konferensi antarpemerintah, ILO (Organisasi Perburuhan Internasional) dan UNESCO mengadopsi Rekomendasi tentang Status Guru. Dokumen ini menjadi instrumen penetapan standar internasional pertama yang secara komprehensif membahas status dan situasi guru.

Rekomendasi 1966 mengatur banyak hal, antara lain:

  • Hak dan tanggung jawab guru, termasuk kebebasan akademik dan etika profesi.

  • Persiapan awal dan pendidikan lanjutan, agar guru terus berkembang.

  • Perekrutan dan karier, supaya profesi guru menarik dan adil.

  • Kondisi kerja, seperti beban mengajar, gaji, dan perlindungan sosial.

  • Lingkungan belajar dan mengajar yang ideal bagi guru dan siswa.

Dokumen ini juga menekankan pembangunan kapasitas, pembelajaran seumur hidup, dan pemberdayaan guru agar mampu menegakkan hak asasi manusia serta menjamin akses pendidikan berkualitas bagi semua. Guru didorong terlibat aktif dalam pengambilan keputusan pendidikan melalui konsultasi dan negosiasi dengan otoritas terkait.

Rekomendasi 1997 untuk Pendidik di Perguruan Tinggi

Rekomendasi 1966 berfokus pada guru di jenjang prasekolah hingga sekolah menengah. Untuk melengkapinya, UNESCO menerbitkan Rekomendasi tentang Status Tenaga Pengajar Pendidikan Tinggi pada 1997. Dokumen ini memuat praktik yang direkomendasikan bagi semua tenaga pengajar di sektor pendidikan tinggi, misalnya soal kebebasan akademik, otonomi lembaga, dan kondisi kerja dosen.

Dengan dua dokumen tersebut, standar internasional kini mencakup pendidik dari jenjang paling dasar sampai perguruan tinggi.

Setiap tahun, peringatan diisi kampanye bertema berbeda. Tema itu dirancang untuk membangun kesadaran tentang iklim pengajaran saat ini sekaligus mengenali kebutuhan dan tantangan yang dihadapi guru, misalnya kekurangan tenaga pendidik, beban kerja, hingga dampak teknologi digital.

Tema 2026, "Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures", secara khusus menyoroti status profesi mengajar. Enam dekade setelah 1966, tema ini mengajak dunia menilai apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperjuangkan, mulai dari perlindungan profesi hingga peningkatan statusnya di mata masyarakat.

Hari Guru Sedunia vs Hari Guru Nasional di Indonesia

Banyak orang mengira keduanya sama, padahal berbeda tanggal dan latar belakang:

 

Hari Guru Sedunia

Hari Guru Nasional (Indonesia)

Tanggal

5 Oktober

25 November

Penetap

UNESCO (1994)

Pemerintah Indonesia (Keppres No. 78 Tahun 1994)

Dasar sejarah

Rekomendasi ILO/UNESCO 1966

Lahirnya PGRI, 25 November 1945

Hari Guru Nasional berakar pada sejarah perjuangan guru Indonesia. Tanggal 25 November 1945 dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi yang lahir tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan. Dua peringatan ini saling melengkapi: yang satu mengakui peran guru dalam konteks global, yang lain dalam narasi perjuangan bangsa.

Cara Sederhana Memperingati Hari Guru Sedunia

Enam puluh tahun setelah 1966, tantangan profesi guru terus berubah. Banyak negara masih kekurangan guru, sementara guru yang ada menghadapi tuntutan baru seperti pembelajaran digital, kelas yang semakin beragam, dan kebutuhan pendidikan inklusif. Hari Guru Sedunia menjadi ruang bagi pembuat kebijakan, serikat guru, dan masyarakat untuk membicarakan isu-isu itu bersama.

Peringatan ini juga mengingatkan bahwa menghargai guru tidak cukup lewat ucapan terima kasih setahun sekali. Pengakuan nyata berarti pelatihan yang memadai, kesejahteraan yang layak, dan ruang bagi guru untuk bersuara dalam kebijakan pendidikan. Berikut cara sederhana memperingati Hari Guru Sedunia:

  • Siswa: tulis ucapan atau surat apresiasi untuk guru yang berkesan.
  • Orang tua: bangun komunikasi yang positif dengan guru anak, bukan hanya saat ada masalah.
  • Sekolah: adakan diskusi atau sesi berbagi praktik baik antarguru.
  • Masyarakat dan media: bagikan cerita inspiratif guru dan kampanyekan pentingnya profesi ini.

Pertanyaan Seputar Sejarah Hari Guru Sedunia

Kapan Hari Guru Sedunia diperingati?

Hari Guru Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Oktober.

Mengapa tanggal 5 Oktober dipilih sebagai Hari Guru Sedunia?

Tanggal 5 Oktober dipilih untuk memperingati penandatanganan Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru pada tahun 1966, yang menjadi instrumen penetapan standar internasional bagi profesi guru.

Apa tema Hari Guru Sedunia untuk tahun 2026?

Tema Hari Guru Sedunia 2026 adalah "Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures". Tema ini menyoroti 60 tahun Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 dan proses revisinya untuk menghadapi tantangan modern.

Apa perbedaan Hari Guru Sedunia dengan Hari Guru Nasional di Indonesia?

Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober secara internasional, sedangkan Hari Guru Nasional di Indonesia diperingati setiap 25 November. Tanggal 25 November dipilih untuk memperingati hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6