Liputan6.com, Jakarta - Ketika perangkat elektronik kesayangan tidak sengaja kemasukan air, reaksi spontan untuk segera menyalakannya seringkali muncul guna memastikan fungsinya. Namun, tindakan ini justru berpotensi memperparah kerusakan yang terjadi. Penting untuk memahami mengapa beberapa alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air dan bagaimana penanganan yang tepat untuk menyelamatkannya.
Air, terutama yang mengandung mineral atau garam, dikenal sebagai konduktor listrik yang sangat baik. Karakteristik ini menjadikannya pemicu utama korsleting, korosi, serta kerusakan permanen pada komponen internal perangkat elektronik yang sensitif.
Langkah penanganan yang keliru setelah perangkat basah dapat mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, kesabaran dan tindakan yang benar menjadi kunci untuk meminimalkan kerugian dan meningkatkan peluang perangkat tersebut dapat berfungsi kembali.
Advertisement
1. Ponsel (Smartphone)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3619207/original/066192700_1635743929-photo-1593733925160-6f78dc0be8b6.jpg)
Ponsel merupakan salah satu alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air. Insiden kemasukan air pada ponsel cukup sering terjadi, mengingat banyak pengguna membawa perangkat ini ke lokasi yang rentan air, seperti pantai atau kolam renang.
Bahaya terbesar saat ponsel kemasukan air adalah risiko terjadinya korsleting. Air yang merupakan konduktor listrik yang baik dapat menghantarkan arus listrik secara tidak terkendali ketika masuk ke dalam perangkat, terutama pada komponen elektronik yang sangat sensitif. Fenomena ini, yang dikenal sebagai korsleting, dapat menyebabkan kerusakan parah pada gadget.
Jika ponsel basah dan masih dalam kondisi menyala, segera matikan untuk mencegah korsleting lebih lanjut. Menyalakan ponsel yang basah dapat memperparah kerusakan pada komponen internal vital seperti motherboard, prosesor, dan baterai. Selain itu, air juga memicu korosi pada papan sirkuit dan komponen logam lainnya. Dampak korosi ini mungkin tidak langsung terlihat, namun akan merusak perangkat seiring waktu.
Setelah perangkat dimatikan, lepaskan semua komponen yang dapat dilepas, termasuk kartu SIM, kartu memori, dan jika memungkinkan, baterai serta casing ponsel. Keringkan bagian luar ponsel menggunakan kain lembut atau tisu, namun hindari menggosok terlalu keras.
Penggunaan pengering rambut (hair dryer) sangat tidak disarankan karena panas berlebihan dapat merusak komponen internal, dan hembusan anginnya justru bisa mendorong air lebih jauh ke dalam perangkat. Metode yang lebih aman adalah memanfaatkan silica gel atau merendam ponsel dalam beras untuk membantu menyerap kelembapan. Biarkan ponsel mengering secara menyeluruh selama minimal 24 hingga 48 jam sebelum mencoba menyalakannya kembali.
Advertisement
2. Laptop
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331537/original/081448900_1787549648-marta-filipczyk-0JgvkiOpIYk-unsplash.jpg)
Laptop juga termasuk dalam daftar alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air. Tumpahan cairan pada laptop dapat menimbulkan kerusakan serius karena komponen internalnya memiliki sensitivitas tinggi.
Jika laptop terkena air, segera matikan dengan menekan tombol daya hingga mati total, lalu cabut semua kabel dan aksesori eksternal, termasuk pengisi daya. Apabila baterai laptop dapat dilepas, segera lepaskan. Arus listrik yang masuk saat laptop dinyalakan dapat mempercepat proses korosi pada papan sirkuit.
Air dapat memicu korsleting listrik dan korosi pada motherboard, prosesor, RAM, serta sirkuit listrik kecil lainnya. Kerusakan akibat korosi ini mungkin tidak langsung terlihat dan baru muncul beberapa hari kemudian. Setelah mematikan dan melepaskan semua komponen, keringkan bagian luar laptop dengan kain lembut.
Balikkan laptop dalam posisi seperti tenda, dengan keyboard menghadap ke bawah, untuk membantu air keluar. Hindari penggunaan pengering rambut atau menjemur laptop di bawah sinar matahari langsung, karena panas dapat merusak komponen internal.
Biarkan laptop mengering secara alami di tempat yang kering dan berventilasi baik selama minimal 24 hingga 48 jam, atau bahkan hingga 72 jam, untuk memastikan semua kelembapan benar-benar hilang. Penggunaan silica gel juga dapat membantu menyerap kelembapan. Jika setelah kering laptop masih bermasalah, segera bawa ke teknisi profesional.
3. Televisi (TV)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4000040/original/079812100_1650372197-loewe-technology-MOC4wqaasE8-unsplash.jpg)
Televisi, khususnya TV LED, adalah alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air. Air dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen internal TV.
TV LED yang terkena cairan, seperti susu, sangat rentan mengalami kerusakan berupa bercak kebiruan pada layar atau bahkan mati total. Oleh karena itu, penting untuk segera mematikan TV dan tidak menghidupkannya sebelum benar-benar kering guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Jika TV terkena air, segera matikan dan cabut dari sumber listrik untuk mencegah terjadinya korsleting. Air dapat menyebabkan korosi pada papan sirkuit (PCB) dan komponen elektronik lainnya, yang berpotensi mengakibatkan masalah seperti layar putih, warna pudar, atau TV mati total. Kerusakan ini dapat diperparah jika TV dinyalakan saat masih basah. Setelah dicabut, keringkan bagian luar TV dengan kain lembut.
Apabila air masuk ke bagian dalam, sangat disarankan untuk tidak mencoba membongkar TV sendiri kecuali Anda memiliki keahlian khusus. Langkah terbaik adalah segera menghubungi pusat layanan resmi atau teknisi profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut.
Advertisement
4. Earbud/Headphone
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5043440/original/008696500_1733818188-pexels-dzeninalukac-815494.jpg)
Earbud atau headphone juga merupakan alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air. Meskipun ukurannya kecil, air dapat merusak komponen audio dan sirkuit internalnya yang sensitif.
Jika earbud atau headphone kemasukan air, langkah pertama adalah segera matikan atau cabut dari perangkat apa pun. Tindakan ini krusial untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa merusak bagian dalam.
Lepaskan semua aksesori yang bisa dilepas, seperti ear tips atau ear pads. Keringkan bagian luar dengan kain lembut bebas serat. Goyangkan earbud secara perlahan untuk membantu mengeluarkan air yang mungkin terperangkap di lubang-lubang kecil. Biarkan earbud mengering di tempat yang kering dan berventilasi baik selama minimal 24 hingga 48 jam.
Hindari penggunaan pengering rambut atau sumber panas lainnya karena berisiko merusak komponen. Penggunaan silica gel atau beras dapat membantu menyerap kelembapan. Jangan mencoba menyalakannya kembali sebelum Anda benar-benar yakin bahwa earbud sudah kering sepenuhnya.
5. Power Bank
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422017/original/003517500_1763966734-markus-winkler-UP_RojtnvTU-unsplash.jpg)
Power bank adalah alat elektronik yang sebaiknya tidak langsung dinyalakan setelah kemasukan air karena mengandung baterai lithium yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat air.
Kerusakan akibat air pada power bank dapat menyebabkan korsleting, korosi, dan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, jika power bank kemasukan air, segera cabut dari perangkat apa pun yang terhubung dan matikan jika tersedia tombol daya.
Menyalakan atau mencoba mengisi daya power bank yang basah dapat menyebabkan korsleting atau bahkan risiko kebakaran. Air, terutama air asin, dapat memicu korosi yang sangat cepat dan merusak komponen internal. Keringkan bagian luar power bank dengan kain kering.
Letakkan power bank di tempat yang kering dan berventilasi baik agar kelembapan dapat menguap secara alami. Hindari penggunaan sumber panas seperti pengering rambut. Penggunaan silica gel dapat membantu menyerap kelembapan.
Biarkan power bank mengering selama minimal 24 hingga 48 jam sebelum mencoba menggunakannya kembali. Jika power bank menunjukkan tanda-tanda pembengkakan atau kerusakan baterai lainnya, sebaiknya jangan digunakan dan buang dengan cara yang aman dan benar.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Alat Elektronik yang Sebaiknya Tidak Langsung Dinyalakan Setelah Kemasukan Air
Mengapa tidak boleh langsung menyalakan alat elektronik setelah kemasukan air?
Tidak boleh langsung menyalakan karena air dapat menyebabkan korsleting listrik dan korosi pada komponen internal, yang dapat memperparah kerusakan atau bahkan menimbulkan bahaya kebakaran.
Apa langkah pertama yang harus dilakukan jika ponsel kemasukan air?
Langkah pertama adalah segera mematikan ponsel dan melepaskan semua komponen yang bisa dilepas seperti kartu SIM, kartu memori, dan baterai (jika bisa).
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan laptop yang kemasukan air?
Laptop yang kemasukan air sebaiknya dibiarkan mengering secara alami selama minimal 24 hingga 48 jam, atau bahkan lebih lama (hingga 72 jam) untuk memastikan semua kelembapan hilang.
Apakah boleh menggunakan pengering rambut (hair dryer) untuk mengeringkan alat elektronik yang basah?
Tidak disarankan menggunakan pengering rambut karena panas berlebihan dapat merusak komponen internal, dan hembusan anginnya bisa mendorong air lebih jauh ke dalam perangkat.
Apa bahaya utama jika power bank kemasukan air dan langsung dinyalakan?
Bahaya utamanya adalah risiko korsleting listrik yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada power bank atau bahkan memicu kebakaran.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321729/original/015814800_1786500739-Benda_elektronik_yang_disimpan_di_atas_kompor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308500/original/004421100_1785145019-3fe0046f-7a5f-4607-b877-5fb437e45183.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341839/original/005831100_1788687095-554f9486-a75a-48d8-ad68-25ef9daab664.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474880/original/076218100_1768539866-ulat_di_kebun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370102/original/016132800_1759489345-gla1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493940/original/096490700_1770272514-Membersihkan_Got.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371486/original/011163300_1759659889-def6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456968/original/059102500_1766982723-SnapInsta-Ai_3720053977506767582.jpg)