Atasi Macet Pelabuhan Ketapang, Pemprov Jatim Anggarkan Rp 6 M

Pemprov Jatim menganggarkan Rp 6 miliar untuk merevitalisasi Dermaga Bulusan demi mengurai kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang.

Diterbitkan 23 September 2026, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menganggarkan Rp 6 miliar untuk mengurai kemacetan kronis di akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Pemprov Jatim bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT ASDP Indonesia Ferry mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kemacetan tersebut. Optimalisasi lahan milik Pemprov Jatim hingga perbaikan infrastruktur dermaga kini tengah dikebut.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk merevitalisasi Dermaga Bulusan. Selama ini, area docking yang difungsikan untuk bongkar muat truk-truk besar tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arus laut akibat rusaknya fasilitas dolphin atau struktur penunjang sandar kapal yang ditabrak kapal.

“Kekhawatiran Kadishub Jatim adalah jika dolphin dibangun kembali, ada risiko tertabrak lagi. Karena itu, kami minta Kadishub terus berkoordinasi intensif dengan pihak Syahbandar untuk mengkaji teknis terbaiknya,” ujar Emil saat meninjau Pelabuhan Tanjung Wangi dan Ketapang, dikutip Rabu (23/9/2026).

Selain Dermaga Bulusan, Pemprov Jatim menyasar optimalisasi Dermaga LCM yang menjadi salah satu titik penting penyeberangan truk tronton. Struktur landasan dermaga ini akan ditingkatkan agar kapasitas sandar kapal bertambah dari tiga menjadi empat titik.

Namun, pengerjaan peningkatan struktur di Dermaga LCM baru dapat dimulai setelah pembangunan Dermaga Ponton oleh ASDP rampung guna menghindari gangguan terhadap arus lalu lintas kapal.

Emil menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena potensi kepadatan masih mungkin terjadi selama proses pembenahan berlangsung.

“Semua tidak bisa dikerjakan secara instan. Pemprov, ASDP, Kementerian Perhubungan, hingga Pemkab Banyuwangi terus berkolaborasi mencari solusi permanen,” tegas Emil.

 

Penataan Dermaga

Dari pihak pengelola pelabuhan, General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan, proyek penataan Dermaga Ponton menjadi Dermaga Movable Bridge (MB) 5 terus berjalan. Langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas dermaga secara signifikan.

“Kapasitasnya naik dari 30 ton menjadi 50 ton untuk menampung kendaraan berat. Kami targetkan rampung sebelum Idulfitri, sebelum nantinya dermaga MB lain ditingkatkan secara bertahap,” jelas Media.

Menopang pembenahan di sisi laut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memfokuskan pembenahan di sisi darat. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan, pemkab akan memperluas area parkir di Terminal Sri Tanjung yang selama ini menjadi kantong penampungan atau buffer zone truk-truk besar saat antrean mengular.

“Kami juga akan meningkatkan kapasitas Jalur Lingkar Ketapang sebagai rute alternatif vital, sehingga saat terjadi lonjakan kendaraan, arus lalu lintas bisa langsung kita alihkan ke jalur tersebut,” pungkas Mujiono.