Besaran Dana Tali Asih untuk Korban Meninggal dan Luka-Luka Gempa NTT

Kemensos jelaskan waktu pencairannya.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemensos siapkan bantuan tambahan santunan korban gempa bumi NTT.
  • Santunan Rp 15 juta untuk meninggal, Rp 5 juta untuk luka berat.
  • Pencairan bertahap setelah verifikasi data ahli waris dan korban.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial memastikan kesiapan pemerintah pusat untuk memberikan bantuan tambahan berupa dana tali asih dan santunan bagi para korban meninggal dunia maupun luka-luka akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terbaru, korban meninggal 70 orang.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan kementeriannya dalam hal ini mengalokasikan dana santunan senilai Rp 15 juta untuk masing-masing ahli waris korban meninggal dunia. Serta Rp5 juta bagi setiap korban luka berat.

Kemensos mencatat setidaknya sampai saat ini ada sebanyak 70 korban meninggal dunia dan 199 orang korban luka berat akibat bencana gempa bumi di sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Flores itu yang masuk sebagai calon penerima dana santunan.

"Jadi secara keseluruhan disiapkan Rp 1,05 miliar untuk ahli waris meninggal dunia dan Rp 995 miliar untuk korban luka-luka," kata dia menegaskan.

 

Kapan Pencairan Dilakukan

Dia menjelaskan bahwa pencairan dana santunan dilakukan secara bertahap dan langsung diserahkan begitu data identitas ahli waris terverifikasi.

Kemensos bersama pemerintah daerah setempat akan berusaha secepatnya memperbarui data diri korban meninggal dunia dan luka berat ini yang dimungkinkan untuk menerima bantuan tambahan.

Dari jumlah tersebut, dia menyebutkan bahwa ada dua orang ahli waris yang sudah menerima langsung bantuan dana tali asih karena basis datanya sudah terverifikasi.

"Ada dua, bantuan santunan telah diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sementara penyaluran sisa santunan akan dituntaskan segera setelah koordinasi pendataan bersama pemda rampung," cetusnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6