Bukan Cuma Copot Pejabat Kementan, Amran Sulaiman Diminta Gencar Audit Internal

Kementerian Pertanian (Kementan) juga didorong menerapkan sistem digital.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 20:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah mencopot 14 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) atau Pejabat Kementan atas dugaan korupsi. Langkah tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan upaya audit lanjutan secara periodik.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai upaya audit secara berkala bisa dilakukan untuk mencegah praktik korupsi berulang di internal Kementan. Mengingat lagi, pencopotan 14 pejabat Kementan bukan pertama kali dilakukan Amran, telah ada puluhan tersangka dari internal maupun eksternal yang berkaitan dengan kasus di lingkup pertanian.

"Semacam kolaborasi sinergitas ya dengan aparat penegak hukum ketika kemudian ada laporan-laporan misalnya laporan audit BPK misalnya. Jadi sering-sering diadakan audit itu audit BPKP katakanlah," kata Trubus saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (18/8/2026).

"Itu terus ada aparat penegak hukum langsung melakukan langkah-langkah. Artinya pencegahan dan penindakan berikutnya," imbuh dia.

Sejalan dengan upaya perbaikan, pelayanan dari Kementan didorong untuk menerapkan sistem digital. Proses audit tadi juga termasuk sebagai bagian dari pemantauan sistem tata kelola di Kementan.

Trubus memandang, pergantian orang dari organisasi yang terdampak pelanggaran tadi juga perlu dilakukan. Tujuannya untuk memastikan pelayanan sektor pertanian tetap berjalan optimal. "Jadi orang-orang ini kan bisa misalnya 'oh ini dicopot ya' berarti kan ada wakilnya yang harus melakukan menjaga layanan publik tetap tetap optimal gitu," ujar dia.

Trubus menilai langkah tegas ini akan memunculkan pandangan positif dari masyarakat sektor pertanian. "Baru sekarang berani ada. Ini biasanya cuma 1-2 orang yang berani yang dicopot, kalau ini 14 orang dicopot," beber dia.

 

 

Hindari Intervensi

Senada, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi Sugandi memandang pencopotan 14 pejabat Kementan untuk menghindari intervensi. Mengingat ada upaya pengusutan dan investigasi lanjutan.

"Jadi enggak ada intervensi juga kan di dalam jabatan dia (dengan bebas tugas)," kata Yogi kepada Liputan6.com.

Meski begitu, dia mengingatkan Mentan Amran untuk adil jika tidak didapati pelanggaran serius. "Kalau memang tidak terbukti, Pak Amran juga harus legowo, memulihkan jabatan dia, karena azasnya gini, azasnya itu kan tidak bersalah dulu," beber dia.

Jaga Integritas

Trubus dan Yogi senada ketika merespons langkah Amran ikut mencopot kerabat dekatnya dalam jajaran 14 pejabat Kementan. Upaya tersebut memastikan tindakan dugaan pelanggaran dilakukan secara profesional.

"Jadi namanya hukum itu ya tidak pandang bulu enggak mengandung itu sodara atau siapa kalau dia diindikasi atau diduga patut dicurigai karena ada bukti-bukti yang menyertai. Itu ya memang harus melakukan itu tindakan tegas," tutur Trubus.

Yogi mengatakan, penindakan itu akan jadi peringatan bagi pejabat Kementan di bawahnya. Meski, seluruh prosesnya perlu dibuktikan secara hukum.

"Berarti mencontohkan kepada aparat di bawahnya, dia tidak pandang bulu. Tapi harus dibuktikan, jangan sampai nanti tiba-tiba dalam keputusan pengadilan diintervensi," jelas Yogi.

 

Amran Copot Keluarga dari Pejabat Kementan

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat Kementerian Pertanian karena diduga melakukan pelanggaran. Salah satu diantaranya termyata ada keluarga dekat Amran.

Dia menyadari ada keluarga dekat dalam barisan pejabat Kementan yang dibebastugaskan tersebut. Amran mengaku sempat diminta untuk mengurungkan niat untuk mencopot jabatan, dan diganti dengan hukuman mutasi.

"Saya tahu di antara yang dicopot, ada keluarga dekat saya, tapi tidak ada keluarga dalam birokrasi. Kalau itu terjadi, itu semena-mena orang, enggak boleh. Disisip lagi kemarin, 'kalau bisa Pak, dimutasi saja,' enggak, nonjob," ungkap Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Tindak Tegas

Dia mengaku sebagai orang yang cukup memandang hormat pada keluarga. Namun, kata dia, tidak ada ruang bagi pelanggar di Kementan meski ada hubungan darah. Amran menyebut, tindakan tegasnya tetap akan diambil.

"Ada salah satu keluarga dekat saya, tapi ini dilakukan atas nama negara, di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system," tegasnya.

"Karena kalau tidak, kita sama juga kalau beternak kejahatan membiarkan kejahatan terjadi di Kementerian Pertanian. Olehnya itu, kami mengambil langkah tegas 14 orang, ada eselon 1, eselon 2, dan eselon 3, semua nonjob mulai hari ini," sambung Amran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6