Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan gempa susulan yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kini sudah menembus 2.119 kali. Data itu tercatat hingga Selasa (18/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
"Per hari ini, yaitu tanggal 18 Agustus 2026 pukul 16.00 Waktu Indonesia Bagian Barat, kondisi gempa terkini adalah jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali, sekali lagi, 2.119 kali," kata Berton Panjaitan selaku Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam konferensi pers daring di YouTube BNPB.
Berton menambahkan, dalam laporan BNPB, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara terkecilnya adalah 1,3.
Advertisement
"Di atas magnitudo 5 ada 24 kali, sedangkan gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali," ungkap Berton.
Menurut Berton, aktivitas gempa susulan di NTT ini masih berpotensi terus terjadi. Sebab polanya belum terlihat jelas. BNPB memprediksi situasi akan normal pada awal September.
"Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam 2 sampai 3 minggu ke depan," jelas Berton.
Korban Meninggal Capai 70 Orang
Sementara itu, korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT hingga hari keempat penanganan bencana mencapai 70 orang.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, mengatakan total korban yang telah dikompilasi hingga hari ketiga, Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WITA, mencapai 202 orang.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 WITA, telah kami kompilasi total korban adalah 202 orang. Kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang yang kami catat. Kemudian luka berat 40 orang, luka ringan 92 orang," kata Yudhi.
Memasuki hari keempat, Basarnas menyatakan tidak lagi menerima laporan adanya warga yang masih dalam pencarian. Tim SAR kemudian memfokuskan kegiatan pada penyisiran wilayah terdampak serta membantu proses pencarian dan pemulihan yang dilakukan BNPB.
"Karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian. Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB," ujarnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326998/original/002739300_1787046240-Screenshot_2026-08-18_162316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325567/original/075156400_1786878538-rmh1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327205/original/072253900_1787059305-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_5.09.05_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324890/original/078343100_1786776768-nt3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314716/original/001595600_1785764418-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_bunga-cicilan-turun-jadi-3-persen-bulog-hemat-rp-107-triliun-tahun-ini_1000396989.jpg)