Liputan6.com, Jakarta - Jika beberapa tahun lalu dunia kebugaran dipenuhi dengan tantangan 75 Hard, target 10 ribu langkah per hari, hingga obsesi memecahkan personal best, kini muncul tren baru yang justru mengajak kita untuk bergerak lebih santai. Namanya "soft life active", sebuah pendekatan olahraga yang menempatkan kenyamanan, kesenangan, dan kesejahteraan mental di atas pencapaian performa.
Tren ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran bahwa olahraga tidak harus selalu identik dengan rasa lelah, tekanan, atau kompetisi. Bagi banyak orang, terutama perempuan urban yang menjalani kehidupan serba cepat, olahraga kini lebih dipandang sebagai bentuk self-care daripada kewajiban untuk mencapai tubuh ideal atau performa tertentu.
Selama bertahun-tahun, budaya kebugaran modern banyak dipengaruhi oleh hustle culture yang menekankan disiplin ekstrem, produktivitas, dan pencapaian. Mulai dari target pembakaran kalori, pencatatan langkah harian, hingga unggahan statistik olahraga di media sosial, aktivitas fisik perlahan berubah menjadi sesuatu yang harus diukur dan dioptimalkan.
Advertisement
Namun, bagi sebagian orang, pendekatan tersebut justru menciptakan tekanan baru. Penelitian dari Edith Cowan University di Australia menemukan bahwa budaya activewear dan gaya hidup kebugaran modern dapat berkontribusi terhadap tekanan terkait citra tubuh dan ekspektasi terhadap performa fisik. Di tengah kondisi tersebut, lahirlah tren soft life active, yang mengusung filosofi sederhana: bergerak karena tubuh membutuhkannya, bukan karena tuntutan angka atau pencapaian tertentu.
Â
Apa Itu Soft Life Active?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3034610/original/018262600_1580204482-maddi-bazzocco-1YC7ejBTHek-unsplash.jpg)
Secara sederhana, soft life active adalah pendekatan olahraga yang menolak tekanan performa. Tidak ada target pace saat berlari, tidak ada kewajiban menyelesaikan kelas HIIT selama satu jam, dan tidak ada rasa bersalah ketika memilih berjalan santai dibandingkan latihan intensitas tinggi. Tren ini memiliki irisan dengan konsep joyful movement, yaitu melakukan aktivitas fisik yang benar-benar dinikmati seseorang.
Menurut para ahli dari Cleveland Clinic, pendekatan ini dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dengan olahraga karena fokus utamanya adalah konsistensi dan kesenangan, bukan hukuman atau tekanan. Artinya, berjalan kaki sambil mendengarkan podcast favorit, mengikuti kelas pilates dengan tempo santai, berenang tanpa menghitung putaran, menari di ruang tamu, hingga bersepeda menikmati pemandangan sore hari tetap dianggap sebagai bentuk olahraga yang bermakna.
Mengapa Banyak Orang Mulai Beralih ke Soft Life Active?
Ada beberapa alasan mengapa pendekatan ini semakin populer, terutama di kalangan usia 25 hingga 40 tahun.
Pertama, banyak orang mulai mengalami exercise burnout, yaitu kelelahan mental akibat tekanan untuk terus meningkatkan performa olahraga. Kedua, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental membuat masyarakat lebih memilih aktivitas yang memberikan rasa nyaman dan menenangkan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam BMC Public Health pada 2026 menemukan bahwa motivasi intrinsik—seperti kesenangan, kepuasan pribadi, dan rasa nyaman. Hal ini berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik dibandingkan motivasi yang semata-mata didorong oleh pencapaian eksternal.
Â
Advertisement
Bergerak Tanpa Tekanan Ternyata Tetap Memberikan Manfaat
![[Fimela] Ilsutrasi Pilates](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/DhU-Nn1Snz63irnQtzo7wS6VROk=/0x661:6408x4273/640x360/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2355704/original/016593400_1536579367-woman-3053492.jpg)
Meski terdengar lebih santai, bukan berarti soft life active tidak memberikan manfaat kesehatan. Justru sebaliknya. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama lima menit setiap jam dapat membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi kelelahan, dan bahkan mendukung produktivitas sehari-hari.
Sementara itu, penelitian lain dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa berbagai aktivitas yang mendukung kesehatan juga berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan emosional seseorang secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh tidak selalu membutuhkan olahraga ekstrem untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Konsistensi dan kenyamanan justru menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Fenomena soft life active juga mulai terlihat dalam berbagai tren kebugaran global. Munculnya cozy cardio, kelas slow pilates, mindful walking, hingga social running club tanpa target kompetisi menjadi bukti bahwa banyak orang kini mencari pengalaman bergerak yang lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
Bahkan, aktivitas seperti berjalan kaki bersama teman, hiking santai, atau mengikuti kelas tari tanpa tujuan kompetitif mulai dipandang sebagai bentuk olahraga yang sama validnya dengan latihan intensitas tinggi.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284340/original/003449100_1752623813-pexels-n1ch01as-9288101.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258039/original/088971800_1781299445-AP26163759108481-Kanada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248356/original/073589100_1749606013-AP25162020726631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481591/original/017813500_1769138836-IMG_4015_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111093/original/069973500_1783058485-ChatGPT_Image_Jul_3__2026__12_59_48_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8937257/original/054597600_1782964166-Artikel_Banner_8.jpg)