LG Setop Produksi Panel Surya, Ini Alasannya

Keputusan LG keluar dari bisnis panel surya bukanlah tanpa alasan. Apa itu?

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - LG dikenal sebagai salah satu merek TV terbesar di dunia, dan juga raksasa peralatan rumah tangga. Dari lemari es, mesin cuci, hingga kompor, perusahaan asal Korea Selatan ini dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan di rumah konsumen.

Namun, LG ternyata pernah mencoba untuk memperluas bisnisnya, dengan masuk ke sektor energi terbarukan, di mana memproduksi panel surya untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, langkah tersebut kini sudah berakhir, setelah LG menghentikan produksinya pada 2022.

Disitat dari BGR, Rabu (19/8/2026), keputusan LG keluar dari bisnis panel surya bukanlah tanpa alasan. Saat mengumumkan rencana tersebut, LG Electronics menyebut adanya ketidakpastian dalam industri sebagai salah satu pertimbangan.

Perusahaan juga menghadapi kenaikan biaya material serta persaingan harga yang semakin ketat, sehingga bisnis panel surya dinilai semakin sulit memberikan keuntungan.

Produksi panel surya LG kemudian dikurangi secara bertahap sepanjang kuartal kedua 2022, untuk menyesuaikan persediaan. Perusahaan tetap memberikan dukungan kepada pelanggan yang sudah menggunakan produknya.

LG bukan satu-satunya perusahaan besar yang meninggalkan bisnis panel surya pada periode tersebut. Panasonic juga mengambil langkah serupa pada 2022, sementara Sharp melalui anak perusahaannya di Eropa menghentikan bisnis panel surya pada 2025.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap energi surya dan perangkat pendukungnya, tetapi biaya produksi yang tinggi membuat bisnis panel surya belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar.

Tantangan Bisnis Panel Surya

Salah satu tantangan utama berasal dari harga bahan baku. Material seperti perak masih memiliki harga tinggi, dan biaya pengiriman juga belum menunjukkan penurunan berarti.

Kondisi tersebut membuat produsen harus menghadapi tekanan biaya di tengah persaingan harga yang semakin sengit.

Dengan situasi itu, keputusan LG meninggalkan pasar panel surya pada 2022 terlihat sebagai langkah untuk menghindari tekanan bisnis lebih besar.

Menariknya, bisnis panel surya bukan satu-satunya sektor yang ditinggalkan LG. Pada 2025, perusahaan juga menghentikan bisnis perangkat pengisian kendaraan listrik, setelah berjalan selama tiga tahun.

Keputusan itu diambil karena permintaan peralatan pengisian kendaraan listrik ini tidak tumbuh secepat perkiraan, dan ditambah persaingan harga yang semakin ketat.