Liputan6.com, Jakarta - Potensi komoditas timah Indonesia dinilai masih menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan global untuk berbagai industri masa depan. PT Timah Tbk (TINS) melihat prospek timah tetap kuat seiring bertambahnya permintaan dari sektor kendaraan listrik, panel surya, hingga pusat data (data center).
Wakil Direktur Utama PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta, mengatakan kebutuhan timah dunia selama ini relatif stabil karena sebagian besar digunakan untuk kebutuhan industri, khususnya elektronik. Namun ke depan, sejumlah sektor baru diperkirakan menjadi pendorong utama peningkatan konsumsi timah global.
"Di solar panel kemudian di data center itu yang menjadi driver pertumbuhan kebutuhan timah,” kata Harry kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Advertisement
Menurut dia, dari sisi sumber daya, Indonesia masih menjadi salah satu wilayah utama penghasil timah dunia. Jalur mineralisasi timah yang membentang dari Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau menjadi keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak negara.
“Di Indonesia ini yang ada timahnya cuma di Bangka, Belitung sedikit di Kundur, di Indonesia enggak ada lagi tempat lain. Urat timahnya itu dari Bangka sedikit ada di Kalimantan di Kalimantan Barat kemudian nanti di Myanmar baru naik ke China, itu urat timah dan enggak ke mana-mana,” ujarnya.
Di tengah prospek pasar yang dinilai tetap positif, PT Timah berfokus menjaga keberlanjutan pasokan melalui eksplorasi dan penambahan cadangan. Perseroan tengah mengevaluasi pengembangan penambangan laut yang lebih dalam serta pengembangan tambang primer di daratan
Menjaga Kontinuitas Produksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256732/original/095987500_1781166482-Wakil_Direktur_Utama_PT_Timah_Tbk__Harry_Budi_Sidharta-11_Juni_2026a.jpg)
Harry menjelaskan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kontinuitas produksi di masa depan. Selain meningkatkan eksplorasi, perusahaan juga menyiapkan berbagai kajian teknologi untuk mendukung penambangan yang lebih kompleks.
"Kita ke depannya akan menambang di laut dengan mungkin lebih dalam kita lagi, evaluasi untuk kapal-kapal kita untuk bisa menambang lebih dalam di laut kemudian di darat kita masuk ke tambang primer,” katanya.
PT Timah saat ini memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 30 ribu ton. Dalam jangka panjang, perusahaan ditargetkan meningkatkan produksi seiring upaya penambahan cadangan dan sumber daya yang dimiliki.
Dengan kombinasi faktor permintaan global yang meningkat dan sumber pasokan yang relatif terbatas, perusahaan optimistis industri timah masih memiliki prospek yang kuat dalam beberapa tahun mendatang
Advertisement
Kinerja Kuartal I 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274409/original/021986200_1672159993-8f557a33-f781-40cd-8613-36073eb01c65.jpeg)
Sebelumnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatat lonjakan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 252 miliar atau setara 595%.
Kinerja laba tersebut ditopang oleh kenaikan harga timah global serta peningkatan volume produksi dan penjualan. Sepanjang periode Januari–Maret 2026, TINS mencatat pendapatan sebesar Rp 5,47 triliun, melonjak 160,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,10 triliun.
Selain itu, laba usaha juga meningkat tajam menjadi Rp 1,88 triliun dari sebelumnya Rp 0,15 triliun. EBITDA tercatat Rp 2,1 triliun, atau naik lebih dari 450% secara tahunan.
Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menegaskan capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi dan optimalisasi bisnis.
“Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid. Sehingga Perseroan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan,” ujarnya dikutip dari laman perusahaan, Minggu (3/5/2026).
Kinerja positif TINS juga didukung oleh tren kenaikan harga timah global. Rata-rata harga timah di London Metal Exchange (LME) mencapai USD 48.679 per metrik ton, naik 34,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Permintaan timah juga menunjukkan perbaikan, terutama dari sektor solder yang menopang sekitar 50% konsumsi global. Segmen ini terkait erat dengan industri semikonduktor dan elektronik yang terus berkembang.
Tren jangka panjang seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data, hingga investasi infrastruktur listrik turut menjadi pendorong permintaan timah.
Meski demikian, pasar masih diwarnai volatilitas akibat peningkatan stok global dan ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi rantai pasok serta biaya produksi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256733/original/067988900_1781166649-Wakil_Direktur_Utama_PT_Timah_Tbk__Harry_Budi_Sidharta-11_Juni_2026b.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463382/original/056596000_1767610256-WhatsApp_Image_2026-01-05_at_10.42.50.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307307/original/076718400_1784979049-email-attachment_2026_07_25_ariefhakim-at-klyid_pge-dapat-plafon-pinjaman-us-75-juta-dari-bank-mizuho-indonesia_1000387793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/840253/original/006139800_1427774635-FOTO_LIPUTAN6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755718/original/069568600_1778657615-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2755613/original/068070200_1552997615-HK_apo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)