Morgan Stanley Genggam 7,59% Saham GOTO

Morgan Stanley membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan harga Rp 25 per saham pada 2 September 2026.

Diterbitkan 09 September 2026, 19:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley and Co International Plc meningkatkan kepemilikan saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi di atas 5%. Hal ini setelah dilakukan pembelian 21,91 juta saham GOTO.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (9/9/2026), Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan saham GOTO dalam tiga kali transaksi pada 2 September 2026 dengan harga Rp 25 per saham. Morgan Stanley menambah kepemilikan saham GOTO sebanyak 12.577.872.400 saham. Kemudian Morgan Stanley meningkatkan kepemilikan saham GOTO sebanyak 119.953.200. Lalu pembelian saham GOTO sebanyak 9.221.177.326.

Dengan demikian, Morgan Stanley merogoh kocek sekitar Rp 544,97 miliar untuk meningkatkan saham GOTO sebanyak 21.919.002.926.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Usai transaksi pembelian saham GOTO, Morgan Stanley mengenggam 87.487.916.784 saham GOTO atau setara 7,59%. Sebelumnya Morgan Stanley mengempit 65.808.820.258 atau setara 5,7157%.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Rabu, 9 September 2026, harga sagam GOTO stagnan Rp 50. Saham GOTO berada di level tertinggi dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.239 kali dengan volume perdagangan 26.094.452 saham. Nilai transaksi Rp 77,1 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis.  IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,12% menjadi 6.678,20. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,20% menjadi 664,25. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.707,30 dan level terendah 6.642,15. Sebanyak 308 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 317 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Total frekuensi perdagangan saham 2.173.312 saham dengan volume perdagangan saham 34,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.499.

Di antara 11 sektor saham, sektor saham transportasi memimpin penguatan. Sektor saham transporasi menanjak 2,41%, sektor saham energi mendaki 0,77%, sektor saham basic melompat 0,85%, sektor saham industri melesat 0,95%. Selain itu, sektor saham infrastruktur mendaki 0,42%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,39%, sektor saham consumer siklikal merosot 1,23%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,33%. Lalu sektor saham keuangan turun 0,57%, sektor saham properti merosot 0,85%, dan sektor saham teknologi tergelincir 0,96%.

Kinerja GOTO Kuartal II 2026

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada Kuartal II-2026. Capaian ini menandai keberhasilan perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meraup laba Rp 171 miliar pada Kuartal I-2026.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 164 triliun dan pendapatan bersih yang meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul,” kata Hans di Kantor GoTo, Rabu (29/7/2026).

EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna. Dengan capaian ini, perseroan mempertahankan proyeksi EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Hans menjelaskan bahwa perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diperkirakan akan memengaruhi kinerja bisnis On-demand Services pada kuartal III. Namun, perseroan menilai kondisi bisnis tetap stabil sehingga target kinerja tahunan tidak mengalami perubahan.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun,” ujarnya.