Liputan6.com, Jakarta - Penghapusan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Indonesia Index pada review Agustus 2026 tidak serta-merta mencerminkan memburuknya fundamental perseroan. Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai persoalan utama GOTO saat ini justru berada pada likuiditas dan struktur perdagangan saham.
MSCI resmi menghapus GOTO dari MSCI Indonesia Index dengan perubahan yang berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Keputusan tersebut terutama dipengaruhi oleh masalah likuiditas setelah harga saham GOTO bertahan di level Rp 50 sejak pertengahan Mei 2026.
Nafan menjelaskan, posisi harga tersebut merupakan batas bawah (gembok) harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi itu membuat proses pembentukan harga (price discovery) serta fleksibilitas investor besar untuk masuk dan keluar dari posisi saham menjadi sangat terbatas.
Advertisement
“Fundamental GOTO sebenarnya mulai membaik, tetapi struktur pasar (market structure) dan likuiditas sahamnya justru menjadi masalah utama,” ujar Nafan kepada Liputan6.com, Kamis (13/8/2026).
Di sisi lain, Nafan menilai ruang penurunan harga GOTO secara nominal sudah sangat terbatas karena saham berada di level Rp 50. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat valuasinya menjadi menarik karena persoalan likuiditas dapat menghambat pembentukan harga yang mencerminkan kondisi fundamental perseroan secara obyektif.
Kinerja Fundamental GOTO Terus Membaik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568834/original/017634200_1777377979-PT_GoTo_Gojek_Tokopedia_Tbk__GOTO_-28_April_2026b.jpeg)
Perbaikan fundamental GOTO sejatinya sudah terlihat sejak kinerja kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 171 miliar dengan adjusted EBITDA mencapai Rp 907 miliar, atau tumbuh 131% secara tahunan (year-on-year).
Selain itu, GOTO mencatat adjusted free cash flow positif sebesar Rp 1,3 triliun. Manajemen juga menargetkan adjusted EBITDA sepanjang 2026 berada pada kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
“Sehingga secara fundamental ada perbaikan yang cukup signifikan,” kata Nafan.
Nafan menegaskan, keluarnya GOTO dari indeks MSCI juga perlu dibedakan dengan posisi saham tersebut di indeks domestik. Indeks LQ45 memiliki metodologi tersendiri yang ditetapkan BEI, sedangkan MSCI menggunakan metodologi, universe, serta penapis likuiditas (liquidity screen) tersendiri.
Dengan demikian, GOTO masih dapat bertahan dalam indeks LQ45 berdasarkan kriteria BEI, tetapi pada saat yang sama tidak memenuhi persyaratan likuiditas MSCI.
Menurut Nafan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu GOTO saat ini lebih banyak berkaitan dengan struktur pasar saham dibandingkan dengan fundamental bisnisnya. Karena itu, penghapusan dari MSCI tidak semestinya langsung diterjemahkan sebagai penurunan kualitas fundamental perseroan.
“Fundamental GOTO mulai membaik, tetapi persoalan likuiditas saham menjadi faktor yang membuat valuasinya belum otomatis menarik hanya karena harga berada di level Rp 50,” ujarnya.
Advertisement
Cetak Laba Beruntun Dua Kuartal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528077/original/035909300_1773231828-IMG_0955.jpeg)
Sebagai informasi tambahan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada Kuartal II 2026. Capaian ini menandai keberhasilan perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meraup laba Rp 171 miliar pada Kuartal I 2026.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan menjadi Rp 164 triliun dan pendapatan bersih yang meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.
“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul,” kata Hans di Kantor GoTo, Rabu (29/7/2026).
EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna.
Dengan capaian ini, perseroan mempertahankan proyeksi EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Hans menjelaskan bahwa perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diperkirakan akan memengaruhi kinerja bisnis On-demand Services pada kuartal III. Namun, perseroan menilai kondisi bisnis tetap stabil sehingga target kinerja tahunan tidak mengalami perubahan.
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun,” pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568754/original/068350400_1777371982-PT_GoTo_Gojek_Tokopedia_Tbk__GOTO_-28_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458543/original/047130500_1621324482-047116600_1621230252-GoTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992307/original/040490200_1649688430-097763400_1649657977-Foto011.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421572/original/065953500_1763950678-Foto_pendukung_GoTo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322630/original/045982300_1786544427-IMG_2924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322467/original/059969800_1786529389-IMG_2914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315191/original/080241400_1785829977-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_13.44.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311693/original/045749900_1785420617-Salinan_P1040423.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568834/original/017634200_1777377979-PT_GoTo_Gojek_Tokopedia_Tbk__GOTO_-28_April_2026b.jpeg)