Morgan Stanley Beli 400 juta Saham GOTO, Ini Tujuannya

Morgan Stanley kini memiliki 7,02% saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) usai aksi beli saham GOTO.

Diterbitkan 23 September 2026, 22:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley and Co International Plc membeli 400 juta saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 18 September 2026. Aksi beli saham GOTO ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (24/9/2026), Morgan Stanley membeli 400 juta saham dengan harga Rp 27 per saham pada 18 September 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham GOTO sekitar Rp 10,80 miliar.

"Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham GOTO, Morgan Stanley memiliki 80.939.349.984 saham GOTO atau setara 7,0299%. Sebelumnya Morgan Stanley mengenggam 6,9951% saham GOTO atau setara 80.539.349.984.

Berdasarkan data RTI, harga saham GOTO tetap di Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 587 kali dengan volume perdagangan saham 23.937.134 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 90,3 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melambung 1,56% ke 6.374,91. Indeks saham LQ45 mendaki 1,21% ke posisi 633,18. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.380,16 dan level terendah 6.253,73. Sebanyak 448 saham menguat sehingga angkat IHSG. 186 saham melemah dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.920.788 kali dengan volume perdagangan saham 36,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.805.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic menanjak 3,47%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham energi melambung 2,59%, sektor saham industri bertambah 2,21%, sektor saham consumer nonsiklikal melambung 0,62%.

Sementara itu, sektor saham consumer siklikal terbang 2,49%, sektor saham kesehatan naik 0,01%, sektor saham keuangan bertambah 0,56%,sektor saham properti menguat 1,99%. Selanjutnya sektor saham teknologi mendaki 0,55%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,26% dan sektor saham transportasi menguat 1,02%.

 

GoTo Cetak Laba Bersih Rp 252 Miliar

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar pada Kuartal II-2026. Capaian ini menandai keberhasilan perseroan mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meraup laba Rp 171 miliar pada Kuartal I-2026.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 164 triliun dan pendapatan bersih yang meningkat 31% menjadi Rp 5,7 triliun.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp 1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul,” kata Hans di Kantor GoTo, Rabu (29/7/2026).

EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna. Dengan capaian ini, perseroan mempertahankan proyeksi EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Hans menjelaskan bahwa perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 diperkirakan akan memengaruhi kinerja bisnis On-demand Services pada kuartal III. Namun, perseroan menilai kondisi bisnis tetap stabil sehingga target kinerja tahunan tidak mengalami perubahan.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp 3,2–3,4 triliun,” ujarnya.

 

Kinerja Segmen Bisnis dan Rencana Aksi Korporasi

Dari sisi segmen usaha, bisnis Fintech menjadi kontributor utama pertumbuhan. EBITDA yang disesuaikan melonjak 447% menjadi Rp 481 miliar, sedangkan pendapatan bersih naik 53% menjadi lebih dari Rp 2 triliun. Nilai buku pinjaman pun meningkat 58% menjadi Rp 11 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Sementara itu, bisnis On-demand Services membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 464 miliar, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih segmen tersebut tumbuh 20% menjadi Rp 3,6 triliun, didukung oleh peningkatan margin pada layanan mobilitas dan pengantaran.

Selain mengumumkan kinerja keuangan, GoTo juga berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara sekitar 2,7% dari total saham beredar setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.