9 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Memiliki Aset Menengah

BEI sedang memproses penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sekitar sembilan perusahaan.

Diterbitkan 08 November 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tujuh perusahaan tercatat atau emiten di BEI hingga 6 November 2026. Perusahaan tercatat itu memperoleh dana sebesar Rp 2,16 triliun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

BEI menyebutkan hingga kini terdapat sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Adapun klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain:

  • 1 perusahaan aset skala kecil (Aset di bawah Rp 50 miliar)
  • 5 perusahaan aset skala menengah (Aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
  • 3 perusahaan aset skala besar (Aset di atas Rp 250 miliar)

Adapun untuk rincian sektornya antara lain dua perusahaan dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor keuangan, dan empat perusahaan dari sektor perawatan kesehatan, demikian dalam keterangan resmi BEI, Minggu (8/11/2026).

Selain itu, BEI juga mencatat 156 emisi dari 67 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana dihimpun sebesar Rp 157,73 triliun. Hingga 6 November 2026 terdapat 29 emisi dari 19 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline.

Sektornya antara lain tiga perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor energi, empat perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan masing-masing dari sektor perawatan kesehatan, industri, properti dan real estate serta transportasi dan logistic. Kemudian lima dari perusahaan infrastruktur.

BEI juga mencatat telah terdapat 16 emiten yang telah menerbitkan rights issue hingga 6 November 2026. Total dana dihimpun mencapai Rp 37,35 triliun. Selain itu, satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue dari sektor properti dan real estate.

Kinerja IHSG Sepekan

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah terbatas pada perdagangan saham 2-6 November 2026. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/11/2026), IHSG sepekan turun 0,13% menjadi 5.050,42 dari pekan lalu di 5.057,05. Koreksi IHSG ini juga diikuti kapitalisasi pasar BEI. Selama sepekan ini, kapitalisasi pasar BEI merosot 1,34% menjadi Rp 8.744 triliun dari pekan lalu Rp 8.862 triliun.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI terpangkas 3,5% menjadi 31,29 miliar saham dari 32,43 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian susut 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dari pekan lalu 1,54 juta kali transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian juga merosot 23% menjadi Rp 11,04 triliun dari Rp 14,34 triliun.

Koreksi IHSG ini juga terjadi di tengah aksi jual saham oleh investor asing. Selama sepekan, investor asing jual saham Rp 167,11 miliar. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 3,05 triilun.

Sebagian besar sektor saham juga tertekan selama sepekan. Hanya sektor saham consumer nonsilikal dan keuangan yang menghijau. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,85% dan sektor saham keuangan bertambah 1,33%.

Sementara itu, sektor saham teknologi mencatat koreksi terbesar. Sektor saham teknologi turun 6,46%. Selain itu, sektor saham energi melemah 5,01%, sektor saham bahan baku tergelincir 1,95%, sektor saham industri terpangkas 1,22%.

Di sisi lain, sektor saham consumer siklikal merosot 4,04%, sektor saham perawatan kesehatan turun 3,01%, sektor saham properti dan real estate susut 4,35% Lalu sektor saham infrastruktur turun 3,46% dan sektor saham transportasi dan logistik terpangkas 5,35%.