Longsor di Jember, Warga Terperosok 15 Meter Saat Selamatkan Barang Berharga

Beruntung, korban selamat dari maut meski mengalami luka-luka lecet pada bagian kaki dan siku.

Diterbitkan 08 November 2026, 05:53 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember memicu bencana tanah longsor di kawasan padat penduduk bantaran sungai, tepatnya di Jalan Cokroaminoto Gang V, Lingkungan Kebun Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

​Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem ini mengakibatkan akses jembatan penghubung antarlingkungan putus total, serta tiga unit rumah warga mengalami kerusakan parah di bagian dapur akibat tergerusnya tebing sungai.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

​"Akibat kejadian ini, jembatan penghubung antara RT 1/RW 34 ke RT 1/RW 31 ambruk dengan panjang 7,3 meter dan lebar 1,6 meter. Selain itu, tiga rumah warga di bantaran sungai mengalami kerusakan parah di bagian dapur," ujar Edy, Minggu (8/11/2026).

​Berdasarkan data asesmen lapangan BPBD Jember, identitas tiga kepala keluarga (KK) yang terdampak meliputi, Nurhadi, bagian rumah ambrol sepanjang 3,6 meter, lebar 1,8 meter, dengan ketinggian tebing 2,5 meter, Hari Purnomo, mengalami rusak sedang dengan tebing bantaran sungai ambrol sepanjang 4 meter, lebar 8,7 meter, dan tinggi 2,8 meter dan Lui Hari Kusyanto, mengalami kerusakan ringan pada bagian struktur dapur.

Di tengah kepanikan evakuasi, insiden menegangkan sempat terjadi. Seorang penghuni rumah bernama Rut Kristiani terjatuh dan terperosok ke area longsoran sedalam 15 meter saat berupaya menyelamatkan barang-barang berharganya.

​"Beruntung, korban selamat dari maut meski mengalami luka-luka lecet pada bagian kaki dan siku. Korban langsung dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis dan pengobatan intensif," tambahnya. 

Tebing Rawan Erosi Dipasangi Terpal

Menerima laporan darurat, tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

​Sebagai langkah mitigasi awal guna mencegah longsor susulan akibat rembesan air hujan, petugas telah memasang terpal pelindung di sepanjang tebing yang rawan erosi.

​Selain itu, BPBD Jember juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat secara komprehensif kepada para korban terdampak.

"Bantuan tersebut mencakup paket sembako, sandang, perlengkapan kebersihan (family kit), makanan siap saji, tambahan gizi, peralatan masak dan makan, selimut, paket lansia, serta tambahan terpal penutup,"paprnya

Menyikapi dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Jember secara tegas mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan zona merah bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

​"Kami mengimbau warga agar senantiasa berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari bibir area longsoran, serta mengurangi aktivitas di sekitar lokasi rawan demi keselamatan bersama," pungkas Edy.