Morgan Stanley Beli Saham GOTO Rp 544,97 Miliar

Morgan Stanley and Co International Co kini memiliki 7,59% saham PT GoTo GojekTokopedia Tbk (GOTO) usai aksi beli mencapai Rp 544,97 miliar.

Diterbitkan 08 September 2026, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Morgan Stanley and Co International Plc meningkatkan kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada awal September 2026. Aksi beli saham GOTO ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (8/9/2026), Morgan Stanley and Co International Plc menambah saham GOTO dalam tiga kali transaksi pada 2 September 2026. Morgan Stanley membeli saham GOTO dengan harga Rp 25 per saham. Adapun rincian pembelian saham GOTO pada 2 September sebagai berikut:

1.Transaksi lainnya saham GOTO sebanyak 12.577.872.400

2.Transaksi lainnya saham GOTO sebanyak 11.953.200

3.Pembelian saham GOTO sebanyak 9.221.177.326.

Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham GOTO sekitar Rp 544,97 miliar dengan total pembelian 21.919.002.926 saham GOTO.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Morgan Stanley tidak sebagai pengendali.

Setelah transaksi pembelian saham GOTO, Morgan Stanley memiliki 87.487.916.784 saham GOTO atau setara 7,59%. Sebelumnya Morgan Stanley mengenggam 65.808.820.258 atau setara 5,7157%.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, harga saham GOTO stagnan Rp 50. Harga saham GOTO berada di level tertinggi dan terendah Rp 50. Total frekuensi perdagangan 945 kali dengan volume perdagangan saham 1.714.232 saham. Nilai transaksi harian saham GOTO Rp 5,2 miliar.

Alasan Wakil Direktur Utama GOTO Catherine Hindra Mengundurkan Diri

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pengunduran diri anggota direksi perseroan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (29/8/2026), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah menerima surat permohonan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya selaku Wakil Direktur Utama Perseroan. Pengunduruan itu karena alasan pribadi/keluarga.

Perseroan akan mengikuti dan menjalankan ketentuan yang diatur di dalam POJK 33/2014, Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka (POJK 15/2020) dan Anggaran Dasar Perseroan untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas pengunduran diri anggota Direksi tersebut.

"Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan dengan agenda persetujuan atas pengunduran diri pihak sebagaimana tersebut di atas akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2026,” tulis Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, R.A Koesomohadiani.

Selain itu, perseroan juga menyatakan, kejadian ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

Profil Catherine Hindra

Mengutip laman GoTo, Catherine telah menjadi Direktur GoTo sejak 2021. Perempuan kelahiran 1983 ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan Deputi CEO GoTo sejak 2025, dan sebelumnya menjabat sebagai Presiden On-Demand Services sejak 2023.

Catherine bertanggung jawab untuk mengatur keseluruhan strategi unit bisnis on-demand services GoTo. Ia sebelumnya adalah Head of Food and Indonesia Sales & Ops Gojek pada 2021-2022, di mana ia memimpin GoFood sekaligus operasi dan penjualan untuk bisnis Gojek di Indonesia.

 

Prestasi Catherine

Catherine pertama kali bergabung dengan Gojek pada 2018 dan telah memimpin GoFood dengan fokus pada pengembangan strategi dan produk inovatif untuk memenuhi permintaan konsumen, sambil memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah di seluruh wilayah.

Di bawah kepemimpinannya, GoFood saat ini bertumbuh menjadi salah satu pemimpin layanan pesan antar makanan di Asia Tenggara. Pada Maret 2019, Catherine diundang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berbicara dalam pertemuan tahunan Komisi Status Perempuan, tentang bagaimana perusahaan memberdayakan pengusaha perempuan.

Ia juga dinobatkan oleh Prestige Indonesia dalam daftar “40 under 40: The Indonesian Vanguard of 2020”, yang mengakui tokoh-tokoh muda yang sedang naik daun yang membantu Indonesia tetap menjadi agen perubahan dan pertumbuhan di masa-masa yang penuh ketidakpastian.

 

Perjalanan Karier

Sebelum bergabung dengan GoTo, Catherine menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Sumber Trijaya Lestari (Alfacart) pada 2016 hingga 2017. Sebelumnya, Catherine memegang peran penting dalam membangun PT Fashion Eservice (Zalora Indonesia) sebagai Managing Director dan Co-Founder.

Di awal karier, ia memperoleh pengalaman dengan bekerja di perusahaan konsultan top dunia, McKinsey & Company sebagai Business Analyst dari tahun 2004 hingga 2006 dan terakhir sebagai Senior Associate dari tahun 2010 hingga 2012, dan dengan Innosight sebagai Venture Leader dari 2006 hingga 2009.

Catherine menerima gelar Bachelor of Business in Banking & Finance dari Nanyang Technological University, Singapura, pada 2004. Catherine tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris atau Direksi lain atau para pemegang saham GoTo.