Bursa Saham Asia Hari Ini Beragam Imbas Ketegangan di Timur Tengah

Bursa saham Asia Pasifik beragam pada Rabu, (9/9/2026) di tengah lonjakan harga minyak.

Diterbitkan 09 September 2026, 08:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bergerak variasi pada perdagangan saham Rabu pagi, (9/9/2026). Pergerakan bursa saham Asia itu terjadi seiring eskalasi konflik di Timur Tengah membebani sentimen investor.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,23%. Indeks Topix melemah 0,35%. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,36%. Indeks Kosdaq naik 0,47%. Indeks acuan Australia, ASX 200 menguat tipis.

Di sisi lain, harga minyak mentah berjangka Brent sempat melonjak di atas US$ 99 per barel setelah penutupan perdagangan Selasa, menyusul laporan Iran melancarkan gelombang serangan kedua terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS pekan ini, sebuah insiden yang sebelumnya tidak diungkapkan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga merangkak naik US$ 94 per barel dalam perdagangan di luar jam bursa reguler.

Kenaikan harga minyak di luar jam bursa ini terjadi setelah harga minyak mentah menguat pada sesi perdagangan reguler, yang turut memberikan tekanan turun pada tiga indeks utama saham AS di hari pertama pekan perdagangan yang lebih singkat akibat libur. Pasar saham tutup pada Senin untuk memperingati Hari Buruh (Labor Day).

Indeks Dow turun 1,2% pada Selasa, mencatatkan kinerja harian terburuknya dalam hampir tiga minggu. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,6% dan 0,3%.

 

Imbal Hasil Obligasi AS

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun sempat naik melampaui level 4,8%, angka yang diawasi ketat pasar pada Selasa, seiring kenaikan harga minyak yang menambah kekhawatiran mengenai inflasi. Pergerakan imbal hasil ini semakin membebani pasar saham pada sesi tersebut.

"Ini hanyalah sedikit hambatan sementara," ujar Kepala Investasi di Kestra Investment Management, Kara Murphy, dalam acara "Closing Bell" di CNBC.

"Tidak banyak hal yang menjadi fokus terkait laporan kinerja keuangan perusahaan saat ini, jadi menurut saya pasar telah mengalihkan perhatiannya ke sisi risiko,” ia menambahkan.

Tidak ada rilis data ekonomi penting maupun laporan kinerja keuangan perusahaan yang dijadwalkan pada Rabu. Pada akhir pekan nanti, para pelaku pasar akan memantau data inflasi untuk mencari sinyal mengenai langkah Federal Reserve selanjutnya terkait suku bunga.