Pagi Ini Abu Anak Krakatau Capai 7.000 Kaki

Sebaran abu ini berpotensi memengaruhi kualitas udara di sebagian Teluk Lampung.

Diterbitkan 09 September 2026, 08:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG laporkan abu GAK bergerak ke barat laut pada 9 September 2026.
  • Abu menyebar hingga 7.000 kaki, memengaruhi kualitas udara Teluk Lampung.
  • Masyarakat diimbau pantau informasi resmi dan kondisi udara/jarak pandang.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB bergerak ke arah barat laut.

Berdasarkan hasil analisis citra RGB Himawari-9, abu vulkanik teridentifikasi menyebar dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.

"Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak," demikian seperti dikutip dari laman Instagram BMKG.

 

Adapun, masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta instansi terkait lainnya.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi udara dan jarak pandang, terutama di wilayah yang berada pada jalur sebaran abu vulkanik.

Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9/2026) pagi. Berdasarkan catatan MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) erupsi terjadi pada pukul 00.47 WIB.

Visual letusan tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 28 detik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6