Abu Anak Krakatau Capai 7.000 Kaki, BMKG Ungkap Arah Sebarannya

BMKG mengungkap arah pergerakan abu Anak Krakatau terbaru.

Diterbitkan 08 September 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Abu vulkanik GAK bergerak ke selatan-barat daya hingga 7.000 kaki.
  • BMKG pantau abu vulkanik real-time dengan satelit dan data meteorologi.
  • Delapan bandara kembali beroperasi setelah negatif paparan abu vulkanik.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) bergerak ke arah selatan-barat daya, berada hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,13 kilometer pada Selasa (8/9/2026). 

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Selasa, sebaran abu vulkanik mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat laut dan Samudra Hindia di barat laut Banten.

"Mencakup sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten dengan kecepatan 5-10 knot (9,3-18,5 km/jam) pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB," kata Andri dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Andri menyebut BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik secara real-time untuk mengetahui perubahan arah dan konsentrasinya. Pemantauan dilakukan menggunakan citra satelit serta data meteorologi penerbangan.

BMKG juga melakukan pengujian paper test secara berkala di sejumlah titik bandara untuk memastikan ada atau tidaknya paparan abu vulkanik di area penerbangan.

Hasil pengujian hingga pukul 06.00 WIB menunjukkan delapan bandara yang sebelumnya ditutup dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. Sejumlah bandara pun kembali beroperasi setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM).

 

Bandara Kembali Beroperasi

Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi sejak pukul 00.30 WIB, disusul Bandara Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB, Bandara Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB, Bandara Budiarto Curug pukul 01.25 WIB, dan Bandara Pondok Cabe pukul 01.28 WIB.

Selanjutnya, Bandara Muhammad Taufik Kiemas kembali beroperasi pukul 09.31 WIB, Bandara Radin Inten II pukul 09.45 WIB, dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung pukul 09.50 WIB.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik tetap dilakukan meski sejumlah bandara telah kembali dibuka.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik," kata Faisal.

Untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari material abu vulkanik, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026.

OMC dilakukan dengan metode penyemaian awan hujan dan penyemprotan water mist menggunakan dua pesawat Cessna Caravan yang beroperasi dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6