Liputan6.com, Jakarta - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) buka suara soal dampak pelemahan rupiah dan harga minyak terhadap strategi yang disiapkan, tetapi tidak signifikan bagi kinerja perseroan.
"Dampak pasti ada, tapi tahun ini kita cukup bersyukur tidak menimbulkan dampak yang luar biasa kepada perusahaan kami," kata Direktur Komersial LTLS, Soewandhi Soekamto, saat public expose live 2026, Selasa, (8/9/2026).
Untuk mengantisipasi risiko nilai tukar, perseroan disebut menerapkan dua langkah utama, yakni pengelolaan inventori secara hati-hati dan strategi lindung nilai (hedging) agar tidak menimbulkan kerugian selisih kurs (forex loss). Manajemen juga menjelaskan, meski sebagian bahan baku impor perseroan berbasis dolar AS, LTLS tetap menjual produknya dalam denominasi rupiah kepada pelanggan.
Advertisement
"Di pelemahan rupiah, kita cukup hati-hati, untuk me-manage inventory kami. Lantas kita juga melakukan selalu strategi hedging supaya kita tidak akan memberikan forex loss. Memang karena barang impor kita base-nya ada dalam USD, tapi kita menjualnya dalam rupiah," jelas dia.
Sementara dari sisi harga minyak, manajemen menegaskan LTLS tidak seperti perusahaan petrokimia yang terdampak langsung oleh fluktuasi harga minyak dunia. Meski begitu, ia mengakui gejolak geopolitik turut memberi sedikit tekanan terhadap ketersediaan pasokan (supply ability).
"Kalau petrochemical, jelas itu direct impact. Jadi kita ya ada impact, tapi tidak begitu besar," ujarnya. Ia menambahkan, ketegangan geopolitik yang terjadi turut memengaruhi rantai pasok global, namun basis pemasok LTLS yang terdiversifikasi menjadi faktor penopang utama ketahanan kinerja perseroan tahun ini. "Kita itu selalu mempunyai diversifikasi, baik secara prinsipal supply kami. Itu yang sangat membantu kami, di tahun ini performance kami cukup kuat," katanya.
Segmen Air Sumbang 12% Pendapatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310239/original/081032100_1754698032-26c0d4fb-3490-464c-a4ea-32521ca7d5c1.jpeg)
Sementara itu, hingga semester I 2026, segmen air menyumbang 12% terhadap total pendapatan konsolidasi perseroan, dan diperkirakan tidak akan berubah jauh pada semester kedua.
"Bisnis air itu mengkontribusikan 12% terhadap total pendapatan konsolidasi perseroan,” ucap Head of Investor Relations, Corporate Communications, & ESG Eurike Hadijaya.
"Untuk semester kedua, secara persentase tidak akan berbeda jauh dengan semester pertama, mungkin akan berada di kisaran 12-15%," ia menambahkan.
Dalam jangka panjang manajemen menargetkan kontribusi segmen air, menurutnya, bisa tumbuh menjadi lebih dari 15 % terhadap total pendapatan konsolidasi, seiring besarnya potensi kebutuhan air bersih di Indonesia.
"Jangka panjang yang akan kami targetkan untuk menjadi lebih dari 15%, melihat potensi dan juga pertumbuhan kebutuhan air di Indonesia," ujar dia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289011/original/024719600_1753007329-82150aa2-6cc7-48d7-b9bd-426e781b2ca7.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755472/original/086144900_1778657370-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550668/original/023715000_1692876686-20230824-Dolar-Melemah-Rupiah-Menguat-Angga-8.jpg)