Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Kondisi tersebut didukung oleh struktur pendapatan yang seluruhnya menggunakan rupiah serta pembiayaan yang sebagian besar juga dalam mata uang domestik.
Director & Chief of Staff dan Group Investor Relations TOWR Hartono Tanuwidjaja menjelaskan struktur pendapatan dan pembiayaan perseroan saat ini relatif terlindungi dari gejolak nilai tukar.
"Pergerakan rupiah yang melemah ini tidak ada berdampak langsung kepada perusahaan kami," kata Hartono dalam Public Expose Semester I-2026 yang digelar Selasa (8/9/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, seluruh pendapatan TOWR saat ini 100 persen menggunakan denominasi rupiah. Sementara dari sisi pembiayaan, sekitar 85 persen pinjaman bank perseroan juga dalam rupiah.
Adapun sekitar 15 persen pinjaman lainnya menggunakan mata uang asing. Namun, eksposur tersebut telah dilindung nilai atau hedging secara penuh sehingga pergerakan kurs tidak memberikan tekanan berarti terhadap biaya pembiayaan perseroan.
"Untuk pinjaman bank kami, mata uang tidak mempengaruhi karena sudah fully hedged," ujarnya.
Dengan struktur tersebut, TOWR menilai fluktuasi nilai tukar rupiah belum menjadi faktor yang secara langsung mengganggu kinerja keuangan perseroan.
Â
Komponen Dibeli dalam Rupiah
Meski dampak terhadap pendapatan dan pembiayaan relatif terbatas, TOWR tetap memiliki eksposur terhadap pelemahan rupiah dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex).
Hartono mengatakan sebagian komponen capex perseroan memang dibeli menggunakan rupiah. Namun, harga sejumlah komponen tersebut masih mengacu pada basis dolar Amerika Serikat (AS).
"Untuk pengeluaran capex, kita tahu masih ada sebagian komponen capex yang walaupun dibeli dalam rupiah, tapi ada dollar base di dalamnya," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya untuk sejumlah kebutuhan capex. Kendati demikian, Hartono menilai kenaikan tersebut, terutama pada lini bisnis connectivity, masih berada dalam batas yang dapat dikelola perseroan.
"Pengeluaran capex memang masih ada kenaikan dalam beberapa jenis capex terutama di connectivity, tapi masih dalam batas yang manageable, dan telah menciptakan barrier," tambah Hartono.
Menurutnya, jaringan yang telah dibangun TOWR justru memberikan nilai tambah bagi perseroan. Infrastruktur dan jaringan aktif yang sudah dimiliki dinilai menjadi barrier bagi kompetitor baru yang ingin masuk dan melakukan penetrasi ke pasar.
Dengan demikian, meski terdapat tekanan biaya dari sebagian komponen capex yang memiliki basis dolar AS, TOWR masih melihat kondisi tersebut dapat dikelola.
Â
Advertisement
Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja, TOWR mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp 7,2 triliun, tumbuh 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 5,58 triliun atau meningkat 4,8 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,86 triliun, tumbuh 12,4 persen dibandingkan semester I-2025.
Di tengah kondisi pasar dan pergerakan suku bunga, TOWR juga mampu mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA (net debt to EBITDA) di bawah 4 kali.
Pada semester I-2026, rasio tersebut berada di level 3,94 kali. Perseroan juga menjaga biaya bunga di kisaran 5,55 persen, meski suku bunga pasar mengalami kenaikan sepanjang 2026.
Kinerja tersebut menunjukkan struktur keuangan TOWR masih relatif terjaga di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga.
Dengan seluruh pendapatan menggunakan rupiah, mayoritas pinjaman dalam rupiah, serta pinjaman valas yang telah dilindung nilai, dampak langsung fluktuasi kurs terhadap kinerja perseroan dinilai tetap terbatas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270285/original/086324500_1671763784-iForte.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370457/original/019306600_1612680676-Laporan_Keuangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568754/original/068350400_1777371982-PT_GoTo_Gojek_Tokopedia_Tbk__GOTO_-28_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343121/original/052035300_1788844838-email-attachment_2026_09_08_ariefhakim-at-klyid_akra-komitmen-tebar-dividen-minimal-30-dari-laba-bersih-kebutuhan-investasi-jadi-pertimbangan_14064.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)