Anak Usaha TOWR Raih Pinjaman Baru Rp 1 Triliun dari Bank DBS

Manajemen Sarana Menara Nusantara (TOWR) memaparkan pemakaian pinjaman yang diteken oleh anak usaha dan Bank DBS.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 19:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui entitas anaknya menandatangani fasilitas pinjaman bergulir (uncommitted revolving loan) senilai Rp 1 triliun dengan PT Bank DBS Indonesia.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), fasilitas pinjaman tersebut diteken oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) bersama PT Bank DBS Indonesia pada 22 Mei 2026.

Manajemen TOWR menjelaskan, fasilitas pinjaman itu memiliki tenor 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.

“Tujuan pinjaman untuk keperluan korporasi umum Protelindo dan Iforte, termasuk pembiayaan kembali utang-utang,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi tersebut.

Selain itu, Protelindo dan Iforte disebut bertanggung jawab secara tanggung renteng atas seluruh kewajiban yang timbul berdasarkan perjanjian kredit tersebut. Fasilitas pinjaman ini juga tunduk pada hukum Indonesia.

Manajemen menegaskan, penandatanganan perjanjian kredit tersebut tidak memberikan dampak merugikan yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

TOWR juga menyebut transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena dilakukan antar perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki setidaknya 99 persen oleh perusahaan terbuka serta terkait fasilitas pinjaman langsung dari bank. Namun, transaksi ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan maupun transaksi material sesuai regulasi OJK yang berlaku.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 25 Mei 2026, harga saham TOWR turun 1,01% menjadi Rp 392 per saham. Harga saham TOWR dibuka naik empat poin menjadi Rp 400 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 408 dan terendah Rp 388 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.561 kali dengan volume perdagangan saham 609.826 saham. Nilai transaksi Rp 24,1 miliar.

 

 

TOWR Raup Pendapatan Rp 13,32 Triliun pada 2025

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/3/2026), PT Sarana Menara Nusantara Tbk meraup pendapatan Rp 13,32 triliun pada 2025. Pendapatan naik 4,64% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,73 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan Rp 4,18 triliun pada 2025, naik 4,8% dari 2024 sebesar Rp 3,99 triliun. Laba bruto menguat 4,57% menjadi Rp 9,13 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,73 triliun.

Beban penjualan dan pemasaran naik 5,13% menjadi Rp 328,89 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 312,84 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah 10,82% menjadi Rp 913,43 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 824,23 miliar. Beban usaha lainnya naik 18,72% dari Rp 336,49 miliar pada 2024 menjadi Rp 399,49 miliar.

 

Aset Perseroan

Laba usaha menguat 3,18% dari Rp 7,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 7,49 triliun pada 2025. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10,27% menjadi Rp 3,67 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,33 triliun.

Seiring hal itu, laba per saham dasar dan dilusi tercatat naik menjadi Rp 69 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 67.

Ekuitas perseroan naik 41,28% dari Rp 19,16 triliun pada 2024 menjadi Rp 27,08 triliun pada 2025. Total liabilitas turun 14,4% menjadi Rp  50,18 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58,65 triliun. Aset perseroan turun tipis 0,71% menjadi Rp 77,26 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 77,8 triliun.