6 Model Tangga Luar Rumah yang Aman untuk Lansia, Nyaman Digunakan dan Minim Risiko Terjatuh

Desain tangga luar rumah harus adaptif untuk lansia guna mencegah risiko jatuh yang tinggi akibat perubahan fisik dan kognitif. Faktor risiko dan prinsip desain

Diterbitkan 10 Juli 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model tangga luar rumah yang aman untuk lansia menjadi salah satu aspek penting yang sering luput diperhatikan saat membangun maupun merenovasi hunian. Padahal, akses masuk rumah merupakan area yang paling sering dilalui setiap hari dan berpotensi meningkatkan risiko terjatuh apabila desainnya kurang tepat.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan menjaga keseimbangan, kekuatan otot, hingga ketajaman penglihatan akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat lansia memerlukan desain tangga yang lebih ramah, stabil, dan mudah digunakan dibandingkan tangga pada umumnya. Oleh karena itu, memilih model tangga tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga faktor keselamatan. Dengan rancangan yang tepat, lansia dapat tetap beraktivitas secara mandiri sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di rumah.

Tangga merupakan salah satu area rumah yang memiliki risiko kecelakaan paling tinggi. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Integrated Approach for Older Adult Friendly Home Stair-case Design menjelaskan bahwa desain arsitektur tangga berpengaruh besar terhadap kemungkinan lansia mengalami jatuh. Penelitian tersebut mengidentifikasi empat elemen utama yang harus diperhatikan, yaitu bentuk geometris tangga, desain pegangan tangan, pencahayaan, dan desain anak tangga sebagai satu kesatuan sistem keselamatan.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa bertambahnya usia menyebabkan koordinasi tubuh, kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan melihat mengalami penurunan. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti naik maupun turun tangga menjadi jauh lebih menantang dibandingkan saat usia muda.

Karena itu, model tangga luar rumah yang aman untuk lansia sebaiknya tidak hanya mengutamakan tampilan menarik, tetapi juga memenuhi prinsip desain universal atau inclusive design. Artinya, tangga tetap nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (10/7/2026).

1. Tangga Lurus dengan Kemiringan Landai

Model pertama merupakan desain yang paling direkomendasikan untuk rumah tinggal.

Tangga lurus memiliki jalur yang sederhana sehingga memudahkan lansia memperkirakan langkah berikutnya. Tidak adanya belokan tajam membuat ritme berjalan menjadi lebih stabil sekaligus mengurangi kemungkinan kehilangan keseimbangan.

Supaya semakin aman, sudut kemiringan sebaiknya dibuat kurang dari 30 derajat dengan tinggi anak tangga sekitar 15–17 cm dan lebar pijakan minimal 30 cm. Ukuran tersebut membuat kaki dapat menapak sepenuhnya sehingga tenaga yang dibutuhkan saat menaiki tangga tidak terlalu besar.

Jika area halaman memungkinkan, memperpanjang panjang tangga jauh lebih disarankan daripada membuat anak tangga terlalu tinggi.

2. Tangga dengan Bordes di Tengah

Apabila rumah memiliki elevasi cukup tinggi, model tangga dengan bordes atau area datar di tengah menjadi pilihan terbaik.

Bordes berfungsi sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju anak tangga berikutnya. Kehadiran area datar ini juga membantu pengguna mengembalikan keseimbangan apabila mulai merasa lelah.

Dalam penelitian mengenai desain tangga ramah lansia, jumlah anak tangga dalam satu jalur sebaiknya tidak terlalu panjang. Tangga dengan sekitar 10–12 anak tangga per lintasan dinilai lebih aman dibandingkan tangga yang terlalu pendek maupun terlalu panjang karena mampu mengurangi risiko jatuh.

Lebar bordes ideal berkisar antara 90 hingga 120 cm agar cukup nyaman digunakan untuk berputar maupun berhenti sejenak.

3. Tangga Beton Bertekstur Anti-Selip

Material menjadi faktor penting dalam menentukan keamanan tangga.

Tangga beton dengan finishing kasar atau unfinished concrete menawarkan daya cengkeram yang lebih baik ketika terkena air hujan dibandingkan permukaan keramik mengilap.

Apabila menginginkan tampilan lebih modern, permukaan beton dapat diberi lapisan anti-slip khusus tanpa menghilangkan tekstur kasarnya.

Agar semakin aman, tambahkan strip berwarna kontras pada bagian ujung setiap anak tangga. Warna yang berbeda membantu lansia membedakan batas pijakan sehingga risiko salah langkah dapat diminimalkan, terutama bagi mereka yang mengalami penurunan kemampuan penglihatan.

4. Tangga Batu Alam Bertekstur Kasar

Batu alam tetap menjadi favorit pada rumah tropis karena tampil alami sekaligus memiliki tekstur yang tidak licin.

Jenis batu seperti andesit bakar, batu sikat, maupun batu palimanan bertekstur kasar mampu memberikan daya gesek lebih tinggi dibandingkan batu poles.

Namun, pemilik rumah perlu memastikan setiap permukaan memiliki tekstur yang seragam. Permukaan yang berubah-ubah justru dapat membingungkan lansia ketika memperkirakan pijakan.

Selain itu, hindari penggunaan batu yang mudah berlumut karena dapat meningkatkan risiko terpeleset saat musim hujan.

5. Tangga dengan Railing Ganda Ergonomis

Pegangan tangan merupakan salah satu komponen keselamatan yang paling penting.

Jurnal mengenai desain tangga ramah lansia menegaskan bahwa pegangan pada kedua sisi tangga memberikan tingkat keamanan yang jauh lebih baik dibandingkan hanya satu sisi. Tinggi pegangan yang paling nyaman berada pada kisaran sekitar 910–970 mm atau sekitar 91–97 cm dari permukaan anak tangga. Bentuk pegangan yang mudah digenggam dengan permukaan tidak terlalu licin maupun terlalu kasar juga membantu menjaga keseimbangan pengguna.

Dalam praktiknya, banyak arsitek rumah tinggal menggunakan tinggi sekitar 85–90 cm agar tetap ergonomis bagi sebagian besar pengguna.

Material railing dapat berupa kayu berkualitas, baja berlapis, maupun PVC yang tidak mudah panas ketika terkena sinar matahari langsung.

6. Tangga Kombinasi Ramp dan Anak Tangga

Bagi keluarga yang memiliki lansia dengan mobilitas terbatas, kombinasi tangga dan ramp merupakan solusi paling inklusif.

Desain ini memungkinkan pengguna tongkat, walker, bahkan kursi roda tetap dapat mengakses rumah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tangga.

Ramp dibuat dengan kemiringan yang landai, sedangkan tangga tetap tersedia bagi anggota keluarga lain. Konsep seperti ini kini banyak diterapkan pada hunian modern karena mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh penghuni rumah.

Apabila kondisi fisik lansia semakin terbatas, pemasangan platform lift atau stair lift juga dapat dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.

Elemen Penting yang Tidak Boleh Dilupakan

Selain memilih model tangga luar rumah yang aman untuk lansia, terdapat beberapa detail yang tidak kalah penting.

Pastikan seluruh area tangga memperoleh pencahayaan yang terang, terutama pada malam hari. Lampu LED dengan sensor gerak atau lampu tanam di sisi anak tangga dapat membantu meningkatkan visibilitas.

Hindari meletakkan pot tanaman, keset, atau barang lain di jalur tangga karena dapat menjadi penyebab tersandung.

Usahakan pula seluruh ukuran anak tangga dibuat konsisten. Anak tangga dengan tinggi atau lebar yang berbeda-beda dapat mengganggu ritme berjalan dan meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan. Penelitian juga menekankan bahwa pencahayaan yang konsisten, pegangan yang mudah digenggam, serta dimensi anak tangga yang seragam merupakan bagian penting dari sistem keselamatan tangga bagi lansia.

Tanya Jawab Seputar Desain Inklusif untuk Semua Usia

1. Apa yang dimaksud dengan desain inklusif pada rumah?

Desain inklusif adalah konsep perancangan rumah yang dapat digunakan secara nyaman dan aman oleh semua orang tanpa memandang usia maupun kemampuan fisik, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

2. Apakah rumah satu lantai selalu lebih aman bagi lansia?

Rumah satu lantai memang dapat mengurangi kebutuhan menggunakan tangga, tetapi rumah bertingkat tetap aman selama tangganya dirancang sesuai prinsip ergonomi, memiliki railing, pencahayaan yang baik, dan permukaan anti-slip.

3. Mengapa pencahayaan sangat penting pada area tangga?

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata dalam membedakan kedalaman dan kontras warna menurun. Pencahayaan yang terang membantu lansia melihat batas anak tangga dengan lebih jelas sehingga mengurangi risiko jatuh.

4. Kapan sebaiknya rumah menggunakan ramp dibanding tangga?

Ramp lebih disarankan apabila penghuni menggunakan kursi roda, walker, atau memiliki keterbatasan mobilitas yang cukup berat. Kombinasi ramp dan tangga sering menjadi solusi terbaik untuk rumah keluarga multigenerasi.

5. Material apa yang paling aman untuk tangga luar rumah?

Material bertekstur kasar seperti beton unfinished, batu andesit bakar, atau kayu dengan lapisan anti-slip umumnya lebih aman karena memberikan daya cengkeram lebih baik, terutama saat kondisi basah akibat hujan.

Â