Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam Leci sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan bagi orang awam sekalipun yang tinggal di daerah panas. Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis bibit yang tepat dan pemahaman sederhana tentang kebutuhan air serta nutrisi tanaman agar akar tumbuh kuat. Banyak pemula gagal karena sekadar menanam tanpa tahu bahwa leci membutuhkan perlakuan khusus seperti "stres air" untuk memicu munculnya bunga.
Leci dikenal sebagai tanaman yang "pemalu" untuk berbuah jika dimanjakan dengan air terus-menerus, sehingga teknik penyiraman menjadi seni tersendiri dalam budidayanya. Selain itu, mitos bahwa leci hanya bisa hidup di dataran tinggi yang dingin sudah terpatahkan dengan hadirnya varietas unggul seperti Leci Kom atau Leci Biola Air yang adaptif di dataran rendah. Dengan persiapan lubang tanam yang gembur dan asupan sinar matahari penuh, pohon ini bisa menjadi aset hijau yang mempercantik rumah sekaligus memberikan panen buah yang menyegarkan.
Penting untuk diingat bahwa kesabaran adalah pupuk terbaik, namun strategi yang cerdas akan mempercepat hasil panen Anda secara signifikan. Mulai dari menata drainase agar akar tidak busuk hingga trik memangkas ranting air yang menghabiskan nutrisi, semua tahapan ini akan menentukan keberhasilan. Berikut Liputan6.com mengulas panduan lengkap cara menanam leci.Â
Advertisement
1. Memilih Bibit: Kunci Awal Kesuksesan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293017/original/063148300_1783668770-1__1_.jpg)
Jangan memulai dengan biji jika Anda ingin cepat panen. Menanam dari biji (generatif) membutuhkan waktu 7-10 tahun untuk berbuah dan sifat buahnya bisa berubah dari induknya.
Pilih Bibit Cangkok/Okulasi: Bibit hasil cangkokan sudah memiliki sifat dewasa, sehingga bisa berbuah dalam waktu 2-3 tahun saja. Bibit yang berasal dari indukan yang sudah terbukti berbuah lebat.
Kenali Varietas Anda:
- Leci Kom: Sangat direkomendasikan untuk Anda yang tinggal di dataran rendah (kota panas seperti Jakarta, Surabaya). Jenis ini tahan suhu panas (30-35°C) dan rasanya manis kering.
- Leci Biola Air: Cocok untuk dataran menengah hingga tinggi. Butuh udara lebih sejuk untuk memicu pembungaan.
- Ciri Bibit Sehat: Daun berwarna hijau tua mengkilap, batang kokoh tidak berkerut, dan bebas dari bercak penyakit atau bekas gigitan hama.
Advertisement
2. Persiapan Lahan dan Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293018/original/071685300_1783668770-2__1_.jpg)
Tanah yang keras dan padat adalah musuh utama akar leci. Leci menyukai tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan sedikit asam (pH 5.5 - 6.5).
Buat Lubang Tanam Besar: Jangan pelit tenaga. Gali lubang ukuran 60x60x60 cm.
Istirahatkan Lubang: Biarkan lubang terbuka terkena matahari selama 2 minggu. Ini berguna untuk mematikan bakteri jahat dan menghilangkan gas racun tanah.
Racikan Media Tanam Juara:
- Campurkan tanah galian bagian atas (top soil) dengan pupuk kandang matang (kotoran kambing/sapi yang sudah kering) sebanyak 20-30 kg.
- Tambahkan sekam bakar secukupnya untuk menjaga kegemburan.
- Aduk rata dan masukkan kembali ke lubang, biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam agar pupuk menyatu dengan tanah Kompas.com.
3. Teknik Menanam yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293019/original/078250900_1783668770-3__1_.jpg)
Waktu terbaik menanam adalah awal musim hujan atau sore hari saat matahari tidak terik.
- Lepaskan polybag bibit dengan hati-hati, jangan sampai tanah yang menempel di akar pecah.
- Letakkan bibit tegak lurus di tengah lubang. Pastikan leher akar (batas batang dan akar) sejajar dengan permukaan tanah. Jangan menanam terlalu dalam karena batang bisa busuk.
- Timbun perlahan dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang dengan tangan atau injakan kaki lembut agar bibit tidak goyah tertiup angin.
- Pasang Ajir/Penyangga: Ikat batang bibit ke kayu penyangga agar tumbuh tegak lurus.
- Siram segera setelah tanam sampai tanah basah jenuh (lemah cai).
Advertisement
4. Perawatan Harian dan Rahasia Cepat Berbuah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293020/original/085415200_1783668770-4__1_.jpg)
Di sinilah letak keunikan budidaya leci. Perawatan bukan hanya menyiram, tapi juga "mengatur" tanaman.
Penyiraman dan "Stres Air"
Fase Awal (0-2 Tahun): Siram rutin 1-2 kali sehari (pagi/sore). Tanah harus lembap tapi tidak boleh becek menggenang.
Rahasia Stres Air (Untuk Pohon Dewasa): Jika pohon sudah cukup umur (3 tahun+) tapi malas berbunga, lakukan teknik stres air. Hentikan penyiraman selama 5-7 hari hingga daun terlihat sedikit layu (jangan sampai mati). Setelah itu, kocor air yang banyak dicampur pupuk pembuahan. Perubahan mendadak ini mengejutkan tanaman dan memicunya untuk bertahan hidup dengan cara mengeluarkan bunga.
Pemupukan Terjadwal (Menu Makanan Pohon)
Jangan asal beri pupuk. Ikuti jadwal ini agar efisien:
Pemupukan Vegetatif (Pertumbuhan Daun): Lakukan setiap 3-4 bulan sekali. Gunakan NPK 16:16:16 sebanyak 1-2 genggam (sesuaikan besar pohon) ditabur melingkar sejauh tajuk daun terluar.
Pemupukan Generatif (Pemicu Buah): Saat daun menua dan siap berbunga, berikan pupuk tinggi Fosfor dan Kalium (seperti MKP atau KNO3). Ini memperkuat tangkai bunga agar tidak rontok.
- Pemangkasan: Kunci Buah Lebat
- Banyak orang takut memotong dahan, padahal ini wajib.
- Pangkas Bentuk: Potong pucuk utama jika pohon sudah setinggi 1 meter agar percabangan menyamping. Pohon pendek lebih mudah dipanen.
- Buang Tunas Air: Potong tunas yang tumbuh tegak lurus cepat di tengah batang (biasanya warnanya lebih hijau muda dan berair). Ini adalah "parasit" energi.
- Cahaya Masuk: Pastikan sinar matahari bisa menembus sampai ke batang tengah. Cabang yang ternaungi biasanya tidak akan menghasilkan buah.
5. Mengatasi Hama dan Kerontokan Bunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293021/original/093120000_1783668770-5__1_.jpg)
Masalah paling umum adalah bunga rontok dan buah diserang kelelawar/codot.
- Cegah Rontok: Semprotkan pupuk Kalsium dan Boron saat bunga mulai mekar. Kurangi dosis pupuk Nitrogen (Urea) saat berbunga karena Nitrogen berlebih justru membuat bunga jatuh dan berganti daun.
- Hama Kelelawar: Saat buah mulai merah, bungkus buah dengan jaring (brongsong) atau pasang lampu CD bekas yang memantulkan cahaya di sekitar pohon untuk menakuti hama malam hari.
- Kutu Putih/Daun Keriting: Semprot dengan air sabun cair tipis-tipis atau pestisida nabati dari rendaman tembakau di sore hari.
Advertisement
Menanam Leci di Dalam Pot (Tabulampot)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293022/original/001418600_1783668771-6__1_.jpg)
Menanam leci di lahan sempit kini bukan lagi halangan berkat metode Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot). Teknik ini menjadi solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan yang ingin menikmati sensasi memetik buah leci segar langsung di area teras atau balkon rumah. Kunci keberhasilan tabulampot leci terletak pada pemilihan wadah yang tepat dan sirkulasi air yang lancar di dalam pot agar akar tidak membusuk akibat air yang tergenang.
- Ukuran Pot Ideal: Gunakan pot berbahan plastik tebal, semen, atau drum bekas dengan diameter minimal 60 cm hingga 80 cm. Pastikan bagian bawah pot memiliki banyak lubang drainase yang cukup besar.
- Lapisan Dasar Pot: Sebelum memasukkan tanah, isi bagian dasar pot dengan pecahan bata merah atau kerikil setebal 5 cm. Lapisan ini berfungsi mengalirkan sisa air siraman dengan cepat agar tidak mengendap di dasar pot.
- Media Tanam Khusus Pot: Campurkan tanah gembur, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan seimbang 1:1:1. Tekstur yang poros ini membuat akar leci lebih leluasa bernapas dan mencari nutrisi.
- Perawatan Akar Berkala (Pruning): Setiap 1-2 tahun sekali, lakukan pembongkaran media tanam secara hati-hati. Potong sebagian akar yang terlalu padat dan panjang, lalu tanam kembali dengan mengganti sebagian tanahnya menggunakan media tanam baru yang segar.
Panduan Memanen dan Menyimpan Buah Leci Agar Tetap Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293023/original/009578200_1783668771-7__1_.jpg)
Memanen leci pada waktu yang tepat adalah penentu akhir rasa manis dan kualitas buah yang Anda tanam. Berbeda dengan buah mangga atau pisang, buah leci tidak akan mengalami proses pematangan lagi setelah dipetik dari pohonnya (non-klimakterik). Oleh karena itu, memetik leci yang masih terlalu muda atau berwarna hijau akan menghasilkan rasa buah yang masam dan cenderung hambar.
Cara memanen yang benar adalah dengan memotong tangkai kelompok buahnya menggunakan gunting stek tajam, bukan memetik buahnya satu per satu dari dompolannya. Memotong bersama tangkainya akan menjaga kesegaran kulit buah dan mencegah daging leci cepat membusuk akibat luka robek. Setelah dipetik, segera letakkan buah di tempat yang teduh dan hindari paparan sinar matahari langsung agar kulit merahnya tidak cepat mengering dan berubah menjadi cokelat tua.
Untuk penyimpanan jangka pendek, bungkus dompolan leci menggunakan kertas koran atau kantong plastik berlubang, lalu masukkan ke dalam lemari es bagian bawah (sayuran). Suhu dingin akan menjaga kulit leci tetap lembap dan mempertahankan rasa manisnya hingga dua minggu ke depan. Jika ingin dikonsumsi langsung, mencuci buah dengan air es sesaat sebelum dikupas akan memberikan sensasi rasa manis yang jauh lebih segar dan renyah di lidah.
Pertanyaan Seputar Menanam Leci
1. Apakah leci bisa berbuah di daerah panas seperti Jakarta?
Bisa, asalkan Anda memilih varietas Leci Kom atau Leci Merah. Varietas ini memang hasil adaptasi untuk dataran rendah dengan suhu panas. Jangan tanam jenis leci dataran tinggi di Jakarta karena hanya akan tumbuh daun lebat tanpa pernah berbuah.
2. Berapa lama pohon leci mulai berbuah dari awal tanam?
Jika menggunakan bibit dari cangkok atau okulasi, pohon leci biasanya mulai belajar berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun. Jika menanam dari biji, Anda butuh waktu sabar hingga 7 tahun atau lebih.
3. Mengapa bunga leci saya selalu rontok sebelum jadi buah?
Penyebab utamanya biasanya adalah kurang air saat bunga mekar atau kekurangan unsur Kalsium dan Boron. Hindari juga pemberian pupuk Urea (Nitrogen tinggi) saat fase berbunga karena akan memicu kerontokan massal.
4. Apakah pohon leci boleh ditanam di dalam pot (Tabulampot)?
Sangat boleh. Gunakan pot berdiameter minimal 60 cm (atau drum bekas). Pastikan media tanam sangat poros (tanah, sekam, pupuk kandang 1:1:1) dan lakukan pemangkasan akar serta tajuk rutin setahun sekali agar pohon tetap kerdil tapi produktif.
5. Kapan waktu terbaik memanen buah leci?
Leci siap panen ketika kulit buah sudah berubah warna menjadi merah merata dan tonjolan duri pada kulitnya mulai melebar atau rata (kulit terasa lebih halus). Rasanya akan manis optimal jika dipetik di pagi hari saat kondisi buah masih segar.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293016/original/055767700_1783668770-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)