Rans Entertainmen Jadi Pendatang Baru di Pasar Modal Indonesia

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan saham perdana di BEI sebagai emiten ke-7 pada 2026.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten baru pada Jumat, (10/7/2026). PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk akan mencatatkan saham perdana di papan pengembangan BEI.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk mencatatkan saham perdana dengan kode saham RANS sebagai emiten ke-7 pada 2026. Perseroan mencatatkan saham 12,60 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri 10,08 miliar saham dan penawaran umum atau initial public offering (IPO) 2,52 miliar. Jumlah saham IPO itu 20,2% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 170 dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Adapun dana yang didapatkan perseroan sekitar Rp 429,25 miliar.

Perseroan akan memakai dana IPO antara lain Rp 29,95 miliar untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Lalu sekitar Rp 80 miliar sebagai belanja modal untuk pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland.

Selanjutnya sekitar Rp 161,45 miliar untuk belanja operasional, lalu sekitar Rp 35 miliar akan digunakan perseroan untuk membangun entitas usaha baru bersama partner usaha PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan. Kemudian dana IPO sekitar Rp 85 miliar untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia.

"Sisanya akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak perseroan,” demikian seperti dikutip dari laman e-ipo.

Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, Raffi Ahmad akan tetap menjadi pemilik manfaat dan pengendali perseroan dalam periode tiga tahun sejak pencatatan perdana. Sementara itu, Nagita Slavina M.Tengker akan tetap menjadi Direktur Utama perseroan dalam periode tiga tahun sejak pencatatan perdana.Perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

 

Kebijakan Dividen

Terkait kebijakan dividen, setelah IPO, perseroan akan membagikan dividen kepada pemegang saham maksimal 35% dari laba bersih. Pembagian dividen ditentukan berdasarkan hasil RUPS Tahunan Perseroan, dan juga kinerja serta rencana pengembangan bisnis perseroan.

Perkiraan jadwal IPO:

Masa penawaran awal pada 23-25 Juni 2026

Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 Juni 2026

Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 2-8 Juli 2026

Perkiraan tanggal penjatahan pada 8 Juli 2026

Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 9 Juli 2026

Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026