Resmi Melantai di BEI, Saham Prodia Diagnostic Line (PRDL) Melonjak 35%

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi IPO hari ini (9/7) sebagai emiten ke-962 di BEI. Pada debut perdananya, saham PRDL langsung meroket 35%.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten baru yang resmi mencatatkan sahamnya di papan perdagangan. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melaksanakan seremoni pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di BEI pada Kamis (9/7/2026).

PRDL menjadi perusahaan tercatat ke-6 yang melantai di BEI sepanjang 2026. Emiten ini bergerak di bidang pembuatan dan pengolahan alat kesehatan yang berkaitan dengan diagnosis medis.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan mencatatkan sebanyak 1.742.900.000 saham di BEI dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 120 per saham.

Pada hari pertama perdagangan, saham PRDL langsung mendapat respons positif dari para investor. Berdasarkan data transaksi, saham PRDL melonjak 35% ke level Rp 162 per saham dibandingkan harga penawaran perdananya. Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap saham emiten baru di sektor alat kesehatan ini.

Dalam sambutannya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, mengucapkan selamat atas pencatatan perdana saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk. Dengan demikian, PRDL resmi menjadi perusahaan tercatat ke-6 pada tahun 2026, sekaligus emiten saham ke-962 di BEI saat ini.

"Hari ini menjadi momentum penting bukan hanya bagi perusahaan tercatat, tetapi juga bagi pasar modal Indonesia yang dipercaya oleh dunia usaha sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang strategis," kata Saidu.

 

Kesempatan Memperkuat Kapasitas Usaha

Menurut Saidu, kehadiran emiten baru ini sangat berdampak positif mengingat sektor alat kesehatan diagnosis medis memegang peran penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dengan status baru sebagai perusahaan publik, PRDL kini memiliki kesempatan besar untuk memperkuat kapasitas usaha melalui akses pendanaan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

"Kami berharap momentum ini menjadi langkah awal bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham, menjaga kepercayaan investor, dan pada akhirnya tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Komitmen BEI

Lebih lanjut, Saidu menyampaikan bahwa BEI senantiasa berkomitmen menjaga ekosistem pasar modal yang dihuni oleh emiten-emiten berkualitas.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BEI berharap perseroan terus memperkuat penerapan tata kelola, menjaga keterbukaan informasi secara konsisten, mengedepankan kepentingan pemegang saham, melindungi investor, serta mengembangkan usaha secara sehat.

"Semoga langkah hari ini menjadi awal perjalanan baru bagi perseroan untuk memperluas dampak, memperkuat daya saing, serta bertumbuh secara berkelanjutan bersama pasar modal Indonesia," pungkasnya.