Bandar Antariksa Biak akan Jadi Gerbang Kedaulatan Indonesia

Bandar antariksa di Biak, Papua, akan menjadi simbol utama kemandirian ekosistem sekaligus pintu gerbang Indonesia dalam menjaga kedaulatan di ruang angkasa.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 10:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua, yang akan dilakukan pada 2027 bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan fasilitas ini akan menjadi simbol utama kemandirian ekosistem sekaligus pintu gerbang Indonesia dalam menjaga kedaulatan di ruang angkasa.

"Bandar antariksa bukan hanya lokasi peluncuran, tetapi merupakan simbol utama ekosistem antariksa nasional yang akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menyediakan layanan peluncuran satelit dari wilayah NKRI," ujar Arif, dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).

Selama ini, pelaku industri satelit nasional harus merogoh kocek dalam-dalam karena bergantung pada jasa peluncuran dari negara-negara Barat. Dengan memiliki bandar antariksa mandiri, Indonesia bisa menghemat anggaran secara signifikan.

Arif menjelaskan, efisiensi biaya tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk mengembangkan inovasi teknologi satelit yang membawa solusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya hemat anggaran, proyek ini juga membidik peluang bisnis global.

"Harapan kita di masa depan, Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada luar negeri. Selain meluncurkan satelit nasional, ini membuka peluang bagi Indonesia menjadi penyedia layanan peluncuran bagi negara-negara sahabat dan kawasan," tutur Arif.

Dampak ekonominya pun diprediksi akan menciptakan efek domino. Kehadiran bandar antariksa pertama di Indonesia ini diyakini bakal memicu pertumbuhan berbagai industri pendukung, antara lain:

  • Manufaktur dan material maju.
  • Avionics (elektronika penerbangan) dan telemetri.
  • Logistik dan sistem kendali misi.
  • Layanan ekonomi berbasis antariksa.

 

Kantongi Restu Masyarakat Adat Biak

Progres megaproyek ini terus menunjukkan tren positif. BRIN bersama Pemerintah Provinsi Papua telah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perencanaan dan pembangunan bandar antariksa di Kabupaten Biak Numfor pada Sabtu (13/6/2026).

Arif memastikan rencana strategis ini mendapat respons positif dari tingkat akar rumput. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat di Biak telah menyatukan kesepahaman bahwa proyek ini akan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan warga lokal.

"Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan pemerintah daerah, perwakilan masyarakat, dan tokoh-tokoh adat di Biak. Alhamdulillah, sebagian tokoh adat juga sudah menandatangani persetujuan terkait pembangunan bandar antariksa ini," Arif memungkaskan.