Liputan6.com, Jakarta - Tidak seperti di China, di mana semua layanan Google termasuk Google Maps dibatasi, Korea Selatan belum melarang penggunaan produk Google. Samsung, sebagai produsen Android terbesar di dunia dan perusahaan Korea Selatan terbesar, adalah partner dekat Google.
Aplikasi serta layanan Google sudah terpasang langsung pada ponsel Android, termasuk Google Maps. Meskipun begitu, seperti di China, Google Maps tidak memberikan pengalaman penuh dalam menggunakan Google Maps di Korea Selatan.
Artinya, warga lokal dan wisatawan harus menginstal aplikasi maps lain pada perangkat mereka. Keterbatasan penggunaan Google Maps ini adalah karena perselisihan antara Google dan pemerintah Korea Selatan mengenai bagaimana layanan peta seperti Google Maps seharusnya beroperasi.
Advertisement
Dikutip dari BGR, Kamis (9/7/2026), dua pihak tersebut kini telah mencapai kesepakatan pada akhir Februari 2026, yang pada akhirnya mungkin akan menghadirkan dukungan penuh Google Maps di negara tersebut. Namun Google Maps masih terbatas di Korea Selatan hingga saat ini.
Google Maps sudah mencakup wilayah Korea Selatan. Kamu bisa melihat di map dan mencari tempat-tempat menarik, termasuk hotel, restoran, bandara, dan landmark. Selain itu kamu juga bisa melihat gambar dan ulasan, yang di mana fitur ini penting bagi turis sebagai navigasi.
Google Maps merupakan alat pencarian untuk membantu pengguna menemukan tempat-tempat wisata lokal dengan mudah dan dapat membaca ulasannya. Tetapi, Google Maps tidak mendukung navigasi sepenuhnya, untuk membantu pengguna menavigasi dari tempat A ke tempat B.
Aplikasi tersebut memberikan dukungan terbatas untuk transportasi umum, namun arah untuk berkendara, berjalan kaki, dan bersepeda tidak tersedia di aplikasi.
Kamu akan membutuhkan aplikasi navigasi lain untuk berjalan-jalan di Korea Selatan. Dengan demikian, meski Google Maps tidak menyediakan arah berkendara, aplikasi navigasi Google Waze masih bisa digunakan di negara tersebut.
Konflik Antara Google dan Korea Selatan
Google menggunakan nama-nama bahasa Jepang untuk menamai tempat-tempat di Google Earth pada 2006 dan 2008. Mereka juga membiarkan permintaan dari pemerintah Korea Selatan untuk membenahinya.
Raksasa teknologi asal Amerika Selatan tersebut meluncurkan aplikasi Google Maps pada 2008 tanpa mengubah nama-nama bahasa Jepang, yang menjadi topik sensitif bagi negara tersebut.
Beberapa tahun berikutnya, Korea Selatan membuat peta satelit berskala 1:25,000, yang tersedia gratis untuk pengguna lokal dan internasional.
Mereka juga membuat peta yang lebih detail berskala 1:5,000, yang dirilis pada tahun 2016 dengan syarat pemerintah harus menyetujui penggunaan map yang lebih detail untuk pihak internasional seperti Google.
Korea Selatan tidak menyetujui kalau Google menggunakan peta yang lebih detail, di mana perusahaan tersebut perlu untuk memberikan pengguna fitur yang lebih canggih, seperti navigasi turn-by-turn.
Pemerintah Korea Selatan juga menolak permohonan ekspor peta pertama milik Google pada 2016, menyebut bahwa perusahaan tidak ingin mengaburkan data peta yang berhubungan dengan markas militer dan lokasi-lokasi penting lainnya.
Hal ini mewakili kekhawatiran terkait keamanan negara, karena Korea Selatan masih dalam keadaan perang dengan Korea Utara lebih dari 70 tahun. Kedua negara itu mencapai gencatan senjata pada 1950-an, namun belum juga menandatangani perjanjian perdamaian.
Google membantah hal tersebut dalam sebuah postingan blog pada Agustus 2025, menyatakan bahwa informasi terkait militer tersedia dalam data satelit dan bisa dilihat dari alternatif Google Maps yang disediakan oleh pesaingnya.
Selain itu, Google juga menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan untuk menutupi lokasi sensitif negara tersebut di Google Maps.
Penolakan dari pengembang layanan navigasi lokal mungkin juga akan ikut serta. Laporan dari CNN pada September 2015 dan laporan dari Reuters pada Februari 2026 menyebutkan khawatir akan dampak Google terhadap persaingan dan juga bagaimana Google mungkin menggunakan data lokasi dari pengguna Google Maps.
Advertisement
Google Harus Hapus Koordinat
Akhir Februari 2026, pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa akan mengizinkan Google mengekspor data peta secara detail yang dibutuhkannya untuk menyediakan layanan seperti arah berkendara. Dengan catatan, Google menerapkan persyaratan keamanan secara spesifik.
Perusahaan akan memproses data peta berskala 1:5,000 pada server lokal sebelum mengekspor peta. Pemerintah Korea Selatan akan menyetujui data sebelum mengekspor.
Terlebih lagi, Google akan mengaburkan markas militer dan situs sensitif lainnya pada Street View dalam Google Maps dan Google Earth. Perusahaan tersebut perlu menghapus koordinat longitude dan latitude untuk negara itu, dan pemerintah bisa membuat permintaan revisi.
Masih belum jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan Google untuk menerapkan perubahan tersebut dan menambahkan navigasi yang hilang untuk Google Maps di Korea Selatan. Beberapa bulan setelah kesepakatan antara kedua pihak, Google Maps masih terkendala dukungan terkait arah berkendara.
Â
Bagaimana dengan Apple Maps?
Meskipun Apple Maps mendukung navigasi turn-by-turn, produsen iPhone juga belum mendapat izin untuk peta presisi tinggi berskala 1:5,000 di wilayah tersebut per awal Februari 2026. Beberapa fitur Apple Maps mungkin tidak tersedia di Korea Selatan.
Pengguna Korea dan internasional yang memerlukan aplikasi navigasi di Korea Selatan harus menggunakan aplikasi lokal, termasuk Naver Maps, KakaoMap, dan TMAP.
Aplikasi-aplikasi tersebut tersedia untuk iOS juga Android dan menjadikannya sebagai alternatif Google Maps atau melengkapi layanan Google. Naver Maps menawarkan dukungan navigasi berbahasa Inggris, informasi lalu lintas secara real-time, dukungan transportasi umum, dan Street View.
KakaoMap menyuguhkan beberapa metode navigasi, termasuk berkendara, berjalan, bersepeda, dan transportasi umum. Sementara TMAP menawarkan dukungan navigasi dengan tambahan manfaat yang memproses data berkendara secara real-time dari lebih 20 juta pengguna di negara tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
![[Fimela] Google Maps](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Nz8w7I2u3-4mvCR0gh7fhcVH4ds=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3044364/original/060907900_1581069993-henry-perks-BJXAxQ1L7dI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3511255/original/021870300_1626317672-brett-jordan-B_j4LJbam5U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9117596/original/021899700_1783066841-Screenshot-2026-07-01-at-10.00.27-AM.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2853276/original/097996000_1563165438-google-01.jpg)