IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham 9 Juli 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.486-6.286, berikut strategi rekomendasi saham pada Kamis, (9/7/2026).

Diterbitkan 09 Juli 2026, 07:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham, Kamis, (9/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 1,89% ke 5.873, dan disertai munculnya tekanan jual, pergerakannya pun kembali berada di bawah moving average (MA) 20 harian pada perdagangan saham Rabu, 8 Juli 2026.

“Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya

Ia menuturkan, hal itu berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.083-6.203, tetapi cermati area koreksi pada level 5.752-5.840.

Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance di 5.640-6.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) - Trading Buy

Saham AKRA menguat 1,93% ke 1.320 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi AKRA saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Trading Buy: 1.305-1,315

Target Price: 1.355, 1.375

Stoploss: below 1.280

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Trading Buy

Saham  ESSA terkoreksi 0,92% ke 540 disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan ESSA pun masih berada pada fase sideways. “Kami memperkirakan, posisi ESSA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Trading Buy: 525-535

Target Price: 570, 590

Stoploss: below 505

 

3.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness

Saham MEDC menguat 4% ke 1.170 dan masih didominasi dengan munculnya volume pembelian yang cenderung meningkat. Herditya memperkirakan, posisi MEDC saat ini berada pada bagian dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 1.120-1.155

Target Price: 1.210, 1.285

Stoploss: below 1.090

 

4.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Sell on Strength

Saham DEWA terkoreksi 3,87% ke 298 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga DEWA masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 198-224,” kata dia.

Sell on Strength: 302-310

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 8 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (8/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,89% menjadi 5.873,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 2,02% menjadi 582,88. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menilai, faktor eksternal menjadi pemicu utama meningkatnya sikap risk-off di kalangan pelaku pasar.  Ia menuturkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, yang kembali meningkat memicu kekhawatiran baru di pasar finansial global.

"Kondisi ini membuat investor cenderung mengamankan aset mereka keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets). Meningkatnya ketidakpastian global tersebut berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bergerak mendekati level Rp 17.984 per dolar AS,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, depresiasi mata uang domestik yang cukup dalam ini secara historis memicu aksi jual oleh investor asing (foreign outflow), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Bahkan berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dari prediksi di 125, serta 120,9 pada Mei 2026, di mana secara umum, data ini menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga, namun momentumnya mulai melambat,” ujar dia.

 

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.984,47 dan level terendah 5.872,01. Sebanyak 482 saham melemah sehingga bebani IHSG. 191 saham menguat dan 116 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.973.059 kali dengan volume perdagangan saham 22,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 1%. Sementara itu, sektor saham basic terpangkas 4,35%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti turun 2,68%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 2,5%, sektor saham transportasi melemah 2,14%.

Di sisi lain, sektor saham  energi terperosok 1,55%, sektor saham industri merosot 0,81%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,25%, sektor saham  keuangan melemah 1,29%, dan sektor saham teknologi merosot 0,68%.