Dana IPO EMMI jadi Amunisi Perluas Bisnis Alat Kesehatan

Esa Medika Mandiri (EMMI) akan membangun ekosistem alat kesehatan setelah IPO.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 14:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026). Melalui aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ini, perseroan menegaskan, dana yang berhasil dihimpun akan menjadi amunisi untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas ekspansi usaha, hingga meningkatkan modal kerja.

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan pencatatan saham perdana bukan sekadar pencapaian korporasi, melainkan awal babak baru bagi perseroan sebagai perusahaan terbuka yang siap tumbuh secara berkelanjutan.

"Pencatatan saham perdana ini merupakan momentum penting bagi perseroan, karena IPO ini bukan hanya menjadi pencapaian korporasi, tetapi juga awal dari babak baru untuk tumbuh sebagai perusahaan terbuka yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," kata Florian saat seremoni pencatatan saham perdana EMMI di BEI, Rabu (8/7/2026).

Florian menjelaskan, status sebagai perusahaan terbuka akan menjadi pendorong bagi EMMI untuk mempercepat langkah ekspansi sekaligus meningkatkan daya saing di industri alat kesehatan.

Selain memperoleh akses pendanaan yang lebih luas, perseroan juga berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), meningkatkan transparansi informasi, serta bekerja secara profesional sebagai perusahaan publik.

"Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, sejak didirikan pada 2000, EMMI dibangun dengan landasan kerja keras, kepercayaan, serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan industri kesehatan. Nilai-nilai tersebut akan terus dipertahankan sebagai fondasi dalam menjalankan bisnis ke depan.

 

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang

Florian menegaskan, pencatatan saham EMMI di BEI bukan merupakan tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh dan menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Dia menuturkan, sebagai perusahaan publik, EMMI akan terus memperkuat kapasitas operasional agar mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada pelanggan dan mitra di sektor kesehatan.

Perseroan juga berkomitmen menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam setiap kegiatan usaha guna meningkatkan kepercayaan investor maupun para pemangku kepentingan.

"Melalui IPO ini pula, perseroan memperoleh kesempatan untuk memperkuat fondasi bisnis, mendukung ekspansi usaha, memperkuat modal kerja, serta meningkatkan kapasitas kami dalam melayani pelanggan dan mitra di sektor kesehatan. Dengan begitu, kedepannya perseroan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders yang terkait," pungkasnya.

 

EMMI Raup Dana IPO Rp 245,74 Miliar, Saham Naik Hampir 16%

Sebelumnya, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi menjadi perusahaan tercatat ke-5 di Bursa Efek Indonesia. Perseroan menjalankan bisnis di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, serta alat kedokteran untuk manusia.

EMMI mencatatkan sebanyak 1.742.857.000 saham di BEI, yang terdiri atas 1.220.000.000 saham milik pendiri dan 522.857.000 saham hasil penawaran umum perdana. Nilai nominal saham ditetapkan sebesar Rp 50 per saham. EMMI menawarkan saham kepada publik dengan harga Rp 470 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, EMMI menghimpun dana sebesar Rp 245,74 miliar dan memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp 819,14 miliar.

Pada hari pertama perdagangan, saham EMMI juga bergerak di zona hijau. Harga saham perseroan naik menjadi Rp 545 per saham atau melonjak 15,96% dibandingkan harga IPO.