Bacaan Doa setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat Arab Latin dan Artinya, Simak Fadhilahnya

Setelah merampungkan ibadah shalat dhuha, sangat dianjurkan untuk duduk sejenak dengan khusyuk

Diterbitkan 08 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan waktu pagi dengan berbagai amal saleh, salah satunya dengan sholat sunnah dhuha. Mengetahui bacaan doa setelah sholat Dhuha 2 rakaat arab latin dan artinya menjadi ikhtiar untuk menyempurnakan ibadah tersebut.

Jumhur ulama berpendapat sholat Dhuha sunnah muakkadah, termasuk dari kalangan madzhab Maliki dan Syafi'i. Hal ini didasarkan pada rutinitas Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkannya dalam berbagai kesempatan.

Kesunnahan shalat dhuha juga termaktub dalam berbagai riwayat sahih. Salah satunya disebutkan dalam hadits, di mana Rasulullah SAW memberikan wasiat khusus kepada Abu Hurairah RA untuk selalu merutinkan shalat Dhuha dua rakaat setiap harinya.

Merujuk Buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti dan Keutamaan Sholat Dhuha Serta Ibadah Sunnah Lainnya oleh Drs. Mujahidin, serta sumber relevan lain, berikut ini doa-doa seyelah sholat Dhuha.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya

Setelah merampungkan ibadah shalat dhuha, sangat dianjurkan untuk duduk sejenak dengan khusyuk. Rangkaian dzikir dapat dimulai dengan memperbanyak istighfar, membaca shalawat, tasbih, dan tahmid. Setelah itu, Anda dapat memanjatkan doa khusus shalat dhuha berikut ini:

Arab: اَللَّهُمَّ انَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجُهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسْرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرَهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرْبُهُ بِحَقِّ ضُحَاءَكَ وَبَهَاءَكَ وَجَمَالِكَ وَقُوتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin: Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu'asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba'idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita 'ibadikash shalihina.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih."

Dalam berbagai literatur panduan ibadah, doa ini menjadi pelengkap yang menyempurnakan penyerahan diri seorang hamba setelah menunaikan shalat. Sebagaimana dijelaskan oleh H. Sayuti dalam Buku Tuntunan Shalat Dhuha, memanjatkan doa-doa mustajabah setelah ibadah sunnah ini diharapkan dapat membuat kita selalu berdzikir dan senantiasa terhubung dengan Allah SWT dalam segala aktivitas.

Doa Dhuha versi Pendek (Dzikir Istighfar)

Diriwayatkan dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW setelah shalat Dhuha membaca dzikir berikut hingga 100 kali:

Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rahim

Artinya: “Ya Allah, ampuni dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Pengampun.”Doa Mohon Pertolongan dan Perlindungan

Doa ini juga dianjurkan dibaca setelah shalat Dhuha sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab fiqih:

Arab: اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ

Latin: Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu

Artinya: “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”

Doa Mohon Ampunan, Rahmat, dan Tobat

Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin: Rabbighfir lī, warhamnī, watub 'alayya. Innaka antat tawwābur rahīm

Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku. Terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

5 Fadhilah Sholat Dhuha

Mendirikan shalat dhuha secara konsisten membawa berbagai keutamaan bagi kehidupan seorang Muslim. Berikut adalah lima fadhilah utamanya:

1. Sedekah bagi Seluruh Persendian Tubuh

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap ruas anggota badan manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap pagi. Melaksanakan dua rakaat shalat dhuha sudah mencukupi kewajiban sedekah untuk 360 ruas tulang yang ada dalam tubuh.

2. Dicatat Sebagai Shalat Awwabin

Shalat dhuha juga dikenal sebagai shalat awwabin, yang bermakna shalatnya orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Merutinkan ibadah ini menjadikan seseorang senantiasa dicatat dalam golongan hamba yang taat.

3. Mendapat Kecukupan Sepanjang Hari

Terdapat hadits qudsi di mana Allah SWT berfirman bahwa barangsiapa yang tidak luput melaksanakan empat rakaat shalat di awal hari (dhuha), maka Allah akan mencukupi kebutuhannya di sepanjang hari tersebut.

4. Mendapatkan Ghanimah (Keuntungan) Besar

Dalam sebuah riwayat dari Tirmidzi dan Ahmad, disebutkan bahwa pergi berwudhu di pagi hari menuju masjid untuk shalat dhuha diibaratkan seperti peperangan yang jaraknya paling dekat, namun memberikan ghanimah yang paling banyak serta waktu kembali yang lebih cepat.

5. Penggugur dan Ampunan Dosa

Seseorang yang senantiasa menjaga shalat dhuha dengan istiqamah akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dosa-dosanya akan diampuni meskipun jumlahnya teramat banyak hingga melebihi buih di lautan.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Dhuha

1. Berapa rakaat minimal dan maksimal sholat dhuha?

Pelaksanaan shalat dhuha dikerjakan paling sedikit dua rakaat. Sementara untuk batas maksimalnya, shalat ini dapat dikerjakan hingga dua belas rakaat, dengan ketentuan setiap dua rakaat diakhiri dengan satu kali salam.

2. Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat dhuha?

Waktu shalat dhuha dimulai saat matahari terbit naik setinggi kurang lebih dua tombak, atau kira-kira pukul 8 hingga pukul 9 pagi. Rentang waktu ini memanjang hingga sesaat sebelum tergelincirnya matahari, yakni sekitar 10 menit sebelum masuk waktu shalat dzuhur.

3. Apakah boleh membaca surah apa saja setelah Al-Fatihah?

Ya, sangat diperbolehkan. Setelah Anda selesai membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama maupun rakaat kedua, Anda dapat membaca surat atau ayat-ayat Al-Quran manapun yang telah Anda hafal.

4. Apakah ada doa lain yang bisa dibaca selain doa dhuha yang umum?

Tentu saja ada. Setelah membaca doa dhuha yang utama, Anda dapat melanjutkannya dengan merapalkan berbagai doa pilihan lain yang sesuai dengan hajat, seperti doa sapu jagat, doa ketetapan iman, doa terbebas dari hutang, atau doa memohon rezeki yang melimpah.

5. Bagaimana jika sholat dhuha tidak bisa dilakukan setiap hari?

Meskipun sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara istiqamah, sebagian ulama berpendapat bahwa ibadah ini boleh dikerjakan kapan saja saat mampu dan tidak dilarang jika sesekali terlewat. Namun, merutinkannya secara terus-menerus tentu akan mendatangkan kecintaan dan kasih sayang yang lebih besar dari Allah SWT.