Cerita di Balik Penggeledahan: Brankas, Emas dan Koper Berisi Uang

Sebuah brankas 'istimewa' berhasil dibuka seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, bernama Roy.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 06:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, yang awalnya hening mendadak dipenuhi polisi. Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan, penyidik menemukan brankas yang berisi tujuh koper berisi emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian US$ 4.767.300. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok, Kamis (9/7/2026).

Selain emas dan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang di dalam brankas. Seluruh barang bukti itu disita untuk kepentingan penyidikan.

Meski demikian, Totok belum mengungkap identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga memiliki harta tersebut.

"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujarnya.

Ia juga memastikan hingga kini belum ada penetapan tersangka terkait temuan tersebut.

"Belum, masih pendalaman," katanya.

Belasan Lokasi Digeledah

Rumah di Sentul bukan satu-satunya lokasi yang digeledah. Sejak Rabu (8/7/2026), tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

Sasarannya mulai dari kantor perusahaan, rumah pribadi, apartemen, hingga tempat usaha. Secara rinci, yakni PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat; Kantor Pusat PT CBS  di Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah saudara MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan; dan Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.

Kemudian Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudara TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah saudara DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK di Apartement Pacific Place; dan rumah di Sentul, Bogor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang saling berkaitan.

"Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi," kata Budi.

3 Perkara

Tiga perkara yang diusut meliputi dugaan korupsi penanganan blackout batu bara di PLN, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025. Penyidik juga mendalami dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dari belasan lokasi itu, salah satu yang lebih dulu menarik perhatian adalah Kafe de'CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Di lantai dua bangunan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari buffet.

"Ya, kami sampaikan tadi mungkin juga sudah ada dokumentasi tentang brankas yang ini, ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dan ini dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar,” kata Budi.

Dalam penggeledahan di lokasi tersebut, penyidik menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai dalam berbagai mata uang.

"Untuk penggeledahan di lokasi de'Clan, jadi untuk penggeledahan di lokasi de'Clan kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," kata Totok.

Selain itu, polisi juga menyita SGD 3.130.000, US$ 889.965, serta uang tunai sebesar Rp 259.159.000 dengan total nilai setelah dikonversi hampir Rp 60 miliar.

Tak jauh dari lokasi itu, penyidik juga menggeledah sebuah money changer di Cipete Selatan dan mengamankan 71 item barang bukti beserta mata uang asing dengan nilai sekitar Rp 7,2 miliar.

Cerita Penggeledahan

Sebuah brankas 'istimewa' berhasil dibuka oleh Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor. Dia diminta membantu membongkar sebuah brankas di rumah mewah di kawasan Parahayangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu, 8 Juli 2026 malam.

Malam itu, Roy sedang beristirahat di rumahnya. Ia mengaku dihubungi oleh kepolisian untuk membongkar sebuah brankas di rumah tersebut. Ia tak menyangka mendapatkan amanah untuk membongkarnya.

"Tadi sama Polres, Polres Bogor dipanggil. Ditelepon suruh datang ke sini. Karena ada kerjaan suruh bongkar brankas katanya," kata dia kepada wartawan di lokasi.

Roy mengaku dihubungi pihak kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB. Mendapati panggilan tersebut, Roy langsung bergegas ke lokasi yang diminta.

Tibanya di lokasi, Roy bersama temannya langsung membongkar brankas tersebut dengan grinda.

Proses pembukaan tidak memakan waktu lama. Roy hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membongkarnya.

"Langsung gerak cepat aja, langsung digerinda langsung dibuka," katanya.

Diketahui, brankas yang dibongkar bukanlah brankas biasa. Menurut Roy, brankas tersebut adalah brankas 'istimewa' dengan harga mencapai puluhan juta.

"Istimewa itu. Kisaran harganya sekitaran 20-an lah," ungkap Roy.

Roy membeberkan, brankas tersebut memiliki dua lapisan baja. Selain itu, dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis dengan yaitu kombinasi angka dan kunci manual.

Brankas tersebut juga didesain seperti sebuah ruang penyimpangan. Tidak terlalu besar, hanya berukuran 1,5 m x 80 cm saja. Menyatu dengan tembok dan berada di balik lemari di salah satu kamar lantai dua.

"Bukan brankas umum, ruangan," ucapnya.

Saat berhasil dibuka, Roy sempat melihat beberapa koper di ruangan tersebut. Dia tidak masuk ke dalam ruangan tersebut, hanya melihat dari bagian luar. Roy pun mengaku tidak mengatahui secara pasti apa isi koper tersebut.

"Enggak masuk ke dalam kan saya cuma lihat dari luar, koper-koper aja sudah dibuka sudah," tutur Roy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6