Liputan6.com, Jakarta - Malam itu, sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, mendadak dipenuhi aktivitas penyidik. Di balik salah satu lemari lantai dua, tersembunyi sebuah brankas berlapis baja yang tak mudah dibuka.
Sekitar pukul 21.30 WIB, polisi memanggil Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Bogor. Ia diminta datang untuk membantu membongkar brankas yang disebutnya bukan brankas biasa.
"Tadi sama Polres, Polres Bogor dipanggil. Ditelepon suruh datang ke sini. Karena ada kerjaan suruh bongkar brankas katanya," kata Roy kepada wartawan.
Advertisement
Brankas itu menyatu dengan tembok dan berada di balik lemari. Menurut Roy, sistem pengamanannya menggunakan dua lapis baja, kombinasi angka, serta kunci manual. Dengan bantuan gerinda, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membukanya.
"Langsung gerak cepat aja, langsung digerinda langsung dibuka," ujarnya.
Saat pintu baja terbuka, Roy hanya sempat melihat beberapa koper dari luar ruangan.
"Enggak masuk ke dalam kan saya cuma lihat dari luar, koper-koper aja sudah dibuka sudah," tuturnya.
Belakangan diketahui, isi koper-koper tersebut menjadi salah satu temuan terbesar dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah diusut Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291782/original/017582900_1783576833-Screenshot_2026-07-09_124302.jpg)
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan, penyidik menemukan brankas yang berisi tujuh koper berisi emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian US$ 4.767.300. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok, Kamis (9/7/2026).
Selain emas dan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang di dalam brankas. Seluruh barang bukti itu disita untuk kepentingan penyidikan.
Meski demikian, Totok belum mengungkap identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga memiliki harta tersebut.
"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujarnya.
Ia juga memastikan hingga kini belum ada penetapan tersangka terkait temuan tersebut.
"Belum, masih pendalaman," katanya.
Rangkaian Penggeledahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292352/original/093171700_1783592006-20260709-003.jpg)
Rumah di Sentul bukan satu-satunya lokasi yang digeledah. Sejak Rabu (8/7/2026), tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.
Sasarannya mulai dari kantor perusahaan, rumah pribadi, apartemen, hingga tempat usaha. Secara rinci, yakni PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat; Kantor Pusat PT CBS di Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah saudara MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan; dan Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.
Kemudian Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudara TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah saudara DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK di Apartement Pacific Place; dan rumah di Sentul, Bogor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang saling berkaitan.
"Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi," kata Budi.
Tiga perkara yang diusut meliputi dugaan korupsi penanganan blackout batu bara di PLN, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020-2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025. Penyidik juga mendalami dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Advertisement
Geledah Kafe dan Money Changer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291668/original/040673400_1783572877-IMG_7303.jpeg)
Dari belasan lokasi itu, salah satu yang lebih dulu menarik perhatian adalah Kafe de'CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Di lantai dua bangunan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari buffet.
"Ya, kami sampaikan tadi mungkin juga sudah ada dokumentasi tentang brankas yang ini, ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dan ini dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar,” kata Budi.
Dalam penggeledahan di lokasi tersebut, penyidik menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai dalam berbagai mata uang.
"Untuk penggeledahan di lokasi de'Clan, jadi untuk penggeledahan di lokasi de'Clan kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," kata Totok.
Selain itu, polisi juga menyita SGD 3.130.000, US$ 889.965, serta uang tunai sebesar Rp 259.159.000 dengan total nilai setelah dikonversi hampir Rp 60 miliar.
Tak jauh dari lokasi itu, penyidik juga menggeledah sebuah money changer di Cipete Selatan dan mengamankan 71 item barang bukti beserta mata uang asing dengan nilai sekitar Rp 7,2 miliar.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9292376/original/086291500_1783592310-BJ9726_BSN-848.jpg)
Budi mengatakan, seluruh barang bukti yang ditemukan dari berbagai lokasi masih dianalisis untuk kepentingan penyidikan.
"Yang pertama terkait beberapa dokumen ini masih dilakukan kajian penelaahan," terangnya.
Ia menegaskan, pengembangan perkara masih terus dilakukan berdasarkan temuan dari setiap lokasi penggeledahan.
"Begitu juga dengan beberapa TKP lain ditemukan beberapa dokumen, ini masih kita terus kumpulkan informasi dan ada pengembangan dari beberapa titik tadi yang dilakukan penggeledahan," ujarnya.
Budi memastikan seluruh rangkaian penggeledahan dan penyitaan dilakukan sesuai prosedur.
"Penggeledahan ini sudah melalui SOP, ada saksi yang menyaksikan langsung pada saat proses penggeledahan dilakukan," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291398/original/039467100_1783533183-Polri_geledah_rumah_di_Sentul_terkait_kasus_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261666/original/017552200_1671070721-Manisnya_Bromance_Achraf_Hakimi_dan_Kylian_Mbappe-AP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288984/original/089270000_1783373925-063_2284950359-Spanyol_vs_Portugl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261477/original/074496300_1671047490-AP22348710214768.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288261/original/009625500_1783308426-eng4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494609/original/048792100_1770300713-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_11.48.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291329/original/040538000_1783518278-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_20.43.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4019601/original/096143900_1652264669-polri_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289878/original/002940700_1783417101-Penetapan_Tersangka_Korupsi_Pabrik_Gula.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8724288/original/069619500_1782815202-1000084249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8422104/original/033931900_1782308866-598508485_18496923889078171_7455892634430590830_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3591363/original/084929100_1633307674-WhatsApp_Image_2021-10-04_at_07.24.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292599/original/012966600_1783617834-51592.jpg)