TOWR Raup Pendapatan Rp 13,32 Triliun pada 2025

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) catat pendapatan naik 4,64% dan laba bertambah 10,27% pada 2025.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/3/2026), PT Sarana Menara Nusantara Tbk meraup pendapatan Rp 13,32 triliun pada 2025. Pendapatan naik 4,64% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,73 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan Rp 4,18 triliun pada 2025, naik 4,8% dari 2024 sebesar Rp 3,99 triliun. Laba bruto menguat 4,57% menjadi Rp 9,13 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,73 triliun.

Beban penjualan dan pemasaran naik 5,13% menjadi Rp 328,89 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 312,84 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah 10,82% menjadi Rp 913,43 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 824,23 miliar. Beban usaha lainnya naik 18,72% dari Rp 336,49 miliar pada 2024 menjadi Rp 399,49 miliar.

Laba usaha menguat 3,18% dari Rp 7,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 7,49 triliun pada 2025. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10,27% menjadi Rp 3,67 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,33 triliun.

Seiring hal itu, laba per saham dasar dan dilusi tercatat naik menjadi Rp 69 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 67.

Ekuitas perseroan naik 41,28% dari Rp 19,16 triliun pada 2024 menjadi Rp 27,08 triliun pada 2025. Total liabilitas turun 14,4% menjadi Rp  50,18 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58,65 triliun. Aset perseroan turun tipis 0,71% menjadi Rp 77,26 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 77,8 triliun.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, harga saham TOWR ditutup naik 7,17% menjadi Rp 478 per saham. Harga saham TOWR dibuka naik empat ke posisi Rp 450 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 478 dan level terendah Rp 448 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.348 kali dengan volume perdagangan saham 297.185 saham. Nilai transaksi Rp 14 miliar.

Anak Usaha TOWR Perpanjang Fasilitas Kredit Rp 2,5 Triliun dari MUFG

Sebelumnya, emiten menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melaporkan adanya penandatanganan Surat Perubahan atas Perjanjian Fasilitas kredit senilai Rp 2,5 triliun. Langkah ini melibatkan sejumlah anak usaha Perseroan dengan pihak perbankan guna memperkuat struktur pendanaan.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (21/12/2025), transaksi ini dilakukan oleh empat anak usaha TOWR, yaitu:

1.    PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo)

2.    PT Iforte Solusi Infotek (Iforte)

3.    PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR)

4.    PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST)

Keempat perusahaan tersebut bertindak sebagai peminjam, sementara pihak pemberi pinjaman adalah MUFG Bank, Ltd. Cabang Jakarta.

"Penandatanganan Perjanjian Fasilitas ini tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," jelas Sekretaris Perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Monalisa Irawan.

Detail Perubahan Fasilitas

Dalam amandemen tersebut, para pihak sepakat untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit hingga 31 Desember 2026. Adapun nilai fasilitas yang disepakati adalah sebesar Rp 2,50 triliun atau nilai yang setara dalam mata uang Dolar AS maupun Yen Jepang.

Status Transaksi

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020. Hal ini dikarenakan transaksi dilakukan antar anak perusahaan yang setidaknya 99% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, serta merupakan transaksi pinjaman yang diterima langsung dari bank. 

 

TOWR Dapat Tambahan Fasilitas Kredit Rp 1,7 Triliun dari BCA

Sebelumnya, emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengumumkan bahwa sejumlah anak perusahaannya telah menandatangani Perubahan Kesembilan Belas atas Perjanjian Fasilitas dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Transaksi ini mencakup pemberian fasilitas kredit baru serta perpanjangan jangka waktu untuk fasilitas pinjaman yang telah ada sebelumnya.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/12/2025), manajemen TOWR menjelaskan bahwa BCA selaku pemberi pinjaman telah menyetujui penambahan fasilitas kredit baru (Fasilitas L) sebesar Rp 1,7 triliun yang tersedia bagi para peminjam.

Selain itu, para pihak juga menyepakati perpanjangan jangka waktu fasilitas money market line senilai Rp 1,5 triliun (Fasilitas B) hingga tanggal 16 November 2026. Struktur pembiayaan ini dirancang untuk memungkinkan grup perusahaan memperoleh syarat dan kondisi pinjaman yang lebih kompetitif guna mendukung kebutuhan finansial mereka.

 

Â