Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan saham Rabu, (12/8/2026). Pergerakan bursa saham Asia yang beragam itu di tengah tiga indeks saham acuan di wall street yang melemah.
Mengutip CNBC, di Asia, pasar dibuka dengan pergerakan yang bervariasi. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 1,17%. Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,17%. Indeks acuan Australia yakni indeks ASX 200 merosot 0,52%.
Sementara itu, di wall street, tiga indeks saham acuan tertekan. Indeks S&P 500 merosot 0,32% ke posisi 7.728,20. Indeks Nasdaq terpangkas 0,60% menjadi 26.445,45. Indeks Dow Jones tergelincir 184,12 poin atau 0,34% menjadi 53.791,85.
Advertisement
Di Amerika Serikat (AS), saham Super Micro Computer melonjak lebih dari 7% setelah perusahaan infrastruktur pusat data tersebut merilis proyeksi kinerja yang positif untuk laba dan pendapatan kuartal pertama. Saham CoreWeave juga melesat 14% setelah margin laba operasional yang disesuaikan sebesar 5% pada kuartal kedua melampaui ekspektasi.
Pergerakan pasar ini terjadi menjelang rilis data inflasi terbaru. Para investor berharap data ini akan memberikan hasil yang menggembirakan seperti data sebelumnya.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli, yang dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 08.30 pagi waktu setempat (ET), diperkirakan hanya menunjukkan sedikit kenaikan inflasi bulanan, yakni 0,1% untuk angka utama (headline) dan 0,2% untuk inflasi inti, menurut para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Namun, estimasi tingkat inflasi tahunan (12 bulan) masing-masing sebesar 3,4% dan 2,5% masih berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed).
Laporan inflasi yang menunjukkan angka tinggi secara tak terduga kemungkinan akan membuat khawatir para investor, karena data ini diperkirakan akan memengaruhi langkah Federal Reserve dalam pertemuan September. Hal ini mengingat para pembuat kebijakan tidak mengadakan pertemuan pada Agustus.
Sentimen Bursa Saham Asia Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
Bank sentral AS sangat berfokus pada dampak tekanan harga yang lebih tinggi terhadap konsumen AS; pada pertemuan terakhir, terdapat tiga anggota yang berbeda pendapat dan memilih untuk menaikkan suku bunga. Kekhawatiran tersebut belum mereda, terutama karena harga minyak AS sempat menembus US$ 83 per barel minggu ini di tengah memudarnya harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz.
"Tampaknya fokus utama The Fed saat ini adalah inflasi, yang berarti laporan besok sangatlah penting, terutama karena saat ini peluang kenaikan suku bunga di bulan September masih seimbang di angka 50-50," ujar Kepala Strategi Investasi di SoFi, Liz Thomas kepada program "Closing Bell" CNBC pada Selasa.
"Hasil besok akan menentukan arah kebijakan tersebut, dan keputusan itu nantinya akan tercermin dalam ekspektasi pasar,” ia menambahkan.
Advertisement
Data Ekonomi AS Lainnya yang Bakal Dicermati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310802/original/042944500_1785370225-AP26210732350841.jpg)
Pasar obligasi juga akan dicermati dengan saksama setelah rilis laporan tersebut, terutama pada instrumen berjangka panjang dan pendek, di mana imbal hasil (yield) Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 4,7% dan tenor 2 tahun di kisaran 4,2% yang telah mencerminkan kekhawatiran akan rezim suku bunga yang lebih ketat.
Laporan inflasi Rabu bukanlah satu-satunya tantangan yang harus dihadapi pasar saham minggu ini. Mengutip CNBC, Indeks harga produsen (PPI) Juli, yang dijadwalkan rilis pada Kamis, harus membuktikan angka yang lebih rendah seperti pada bulan sebelumnya dapat terulang kembali.
Terkait kinerja keuangan perusahaan, para pelaku pasar akan memantau laporan dari Cerebras dan Cisco, yang keduanya dijadwalkan rilis pada sore hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158887/original/014385400_1741675894-cek_fakta_pasukan_oranye.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430078/original/001769200_1684234092-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225850/original/059281600_1747719402-Intel.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672919/original/054144500_1782713040-IMG-20260629-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320856/original/011860500_1786416987-compres_header_home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)