Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan artificial intelligence (AI) membuat banyak pekerjaan mampu dilakukan lebih cepat. Namun, kemampuan ini bukan berarti peran manusia dalam menjaga keamanan siber dapat sepenuhnya dihilangkan.
Head of Solutions Engineering F5 Indonesia, Danang Wijanarko, mengatakan manusia masih dibutuhkan untuk mengawasi keputusan yang dibuat AI, terutama karena AI masih bisa menghasilkan respons yang keliru.
"Masih sangat butuh. AI itu kadang halu," kata Danang dalam acara Small Group Media Interview F5 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Advertisement
Menurut Danang, salah satu alasan manusia tetap diperlukan adalah AI masih bisa mengalami hallucination. Kondisi ini terjadi ketika AI memberikan jawaban atau analisis yang terlihat meyakinkan, tetapi sebenarnya salah.
Ia mencontohkan AI yang diminta membuat desain headset untuk menyehatkan jempol kaki. AI mampu memberikan jawaban dengan susunan yang terlihat masuk akal, padahal hubungan antara headset dan manfaat kesehatan yang diberikan tidak benar.
Karena itu, hasil kerja AI tetap perlu diperiksa manusia. Intervensi juga dibutuhkan ketika respons AI dianggap terlalu berlebihan atau tidak sesuai dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika AI digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus.
“Kemampuan AI membuat seseorang bisa mengerjakan lebih banyak hal, tetapi belum tentu memahami secara mendalam pekerjaan yang dilakukan teknologi itu,” ujar Danang.
Danang menjelaskan, AI kini bahkan dapat membantu menyelesaikan pekerjaan teknis hanya melalui perintah menggunakan bahasa manusia. Ia mencontohkan dirinya yang mampu membuat sistem dalam waktu sekitar enam jam, tanpa harus mengerjakan seluruh proses pemrograman secara manual.
AI Bisa Menggantikan Sejumlah Pekerjaan
Meski manusia masih diperlukan, Danang mengakui AI berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan. Ia menyebut profesi lawyer dan programmer sebagai bidang yang cukup berisiko terdampak perkembangan AI.
Untuk pekerjaan hukum, misalnya, AI bisa menganalisis aturan berdasarkan konteks yang diberikan. Dengan ruang lingkup yang dibatasi, AI juga mampu membantu menghasilkan analisis yang lebih terarah.
Meski begitu, hasil dari AI tidak otomatis membuat seseorang memiliki keahlian yang sama dengan profesional di bidangnya. Danang juga menyinggung tentang illusion of capacity, ketika seseorang terlihat mempunyai kemampuan luas karena dibantu AI, tetapi belum tentu memahami proses di balik hasil yang dibuat.
Advertisement
Konsep T-shape Paradox
Ia kemudian menjelaskan konsep T-shape paradox. Dalam konsep ini, AI bisa membantu seseorang memperluas kemampuan secara horizontal, tetapi manusia tetap perlu memiliki keahlian yang mendalam pada bidang tertentu.
Karena itu, penggunaan AI dalam keamanan siber tidak berarti seluruh pekerjaan manusia harus dihapus. AI bisa membantu mendeteksi ancaman dan mempercepat respons, tetapi manusia tetap dibutuhkan untuk menilai hasil, memahami konteks, dan memastikan tindakan yang diambil sesuai kebutuhan organisasi.
Dalam pendekatan F5, AI juga digunakan sebagai bagian dari pertahanan. Salah satunya melalui kemampuan untuk menilai pola serangan dan membedakan apakah suatu aktivitas berasal dari manusia atau AI agent.
Artinya, AI digunakan untuk membantu pertahanan, sementara pengawasan manusia tetap menjadi bagian penting dalam sistem keamanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344627/original/053981100_1788955416-cek_fakta_soimah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9344637/original/025806200_1788957826-IMG_2969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8165461/original/053034900_1781020394-IMG_4667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344595/original/026372700_1788952412-IMG_6480.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344239/original/040393300_1788939460-20260909_110114.jpg)