Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan target pengembangan panel surya berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) masih bergantung pada arahan Presiden.
Airlangga menyampaikan hal tersebut ketika ditanya mengenai perkembangan pembahasan target panel surya yang sebelumnya diarahkan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi hijau.
"Tergantung Bapak Presiden,” ujar Airlangga dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Advertisement
Bulan lalu, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) selesai dalam tiga tahun untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.
Prabowo mengatakan kapasitas seluruh pembangkit listrik Indonesia saat ini baru sekitar 88 GW, sehingga target PLTS 100 GW akan menjadi tambahan kapasitas energi yang besar bagi Indonesia.
"Target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun,” kata Prabowo saat meluncurkan dan melakukan groundbreaking program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Prabowo meminta Menteri ESDM, Danantara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, PLN, dan Pertamina mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Prabowo bahkan membuka peluang percepatan target karena pemerintah dinilai mampu menyelesaikan sejumlah program lebih cepat dari target yang ditetapkan.
"Saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai 100 gigawatt,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, pengembangan PLTS menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi energi surya, panas bumi, gas, dan minyak nasional.
Prabowo menargetkan Indonesia menghentikan impor minyak dalam waktu sesingkat-singkatnya melalui peningkatan produksi energi dalam negeri.
"Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak,” tegas Prabowo.
Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314374/original/059426500_1785744584-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_harga-pertamax-turun-ikut-harga-minyak-dunia-bahlil-pastikan-bbm-subsidi-tetap_1000396568.jpg)
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pemangkasan regulasi dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Mitra yang dinilai kompeten bisa langsung ditunjuk tanpa proses tender.
Bahlil mengatakan, pemerintah sudah memulai program 100 GW yang akan dikejar dalam waktu tiga tahun. Dia meminta PT PLN (Persero) menyiapkan pelaksanaan proyeknya, termasuk memulai proses tendernya.
"Tahun ini kita sudah luncurkan kurang lebih sekitar 5,5 gigawatt tahap pertama dan dalam perencanaan itu kurang lebih sekitar 25 sampai dengan 30 gigawatt, proses tendernya harus mulai berjalan," ucap Bahlil dalam Electricity Connect 2026, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).
Dia kemudian merencanakan untuk mempermudah pemilihan mitra. Salah satu pertimbangannya yakni kompetensi dari mitra yang dipilih. Jika mumpuni, proses tendernya bis dipermudah bahkan ditunjuk langsung.
"Sekarang saya lagi melakukan penyesuaian aturan bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kita pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama-lama," ujar dia.
Dia mengatakan penunjukkan langsung bisa dilakukan jika penawarannya bisa saling menguntungkan. "Kita pangkas birokrasinya, kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja, tidak usah terlalu lama-lama, terlalu mutar-mutar, terlalu banyak, yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win. Itu win-win itu yang paling penting," bebernya.
Advertisement
Prioritas Produk Lokal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351275/original/068623800_1789651182-IMG_8561.jpg)
Bahlil menekankan untuk memprioritaskan produk lokal pada pengembangan PLTS 100 GW tersebut.
"Kita akan memprioritaskan Bahan-bahan Produksi Dari dalam negeri. Sudah barang tentu kalau dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor," katanya.
Bahlil tak ingin nantinya proyek yang digarap untuk ketahanan energi nasional malah bergantung pada produk dari impor. "Tapi betul-betul selektif, kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tandasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295811/original/080484600_1783948743-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_20262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299755/original/005358200_1469608319-airlangga-hartarto.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358579/original/080107600_1790392997-publikasi_1790252794_6ab516fa4e95f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357302/original/030786600_1790241281-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-24_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323225/original/039549000_1786606091-publikasi_1786605212_6a7d6e9c2c946.jpeg)