Jangan Langsung Salahkan Aki, Kenali Tanda Dinamo Starter Bermasalah

Komponen ini berfungsi memutar mesin untuk pertama kali saat kunci kontak diputar atau tombol engine start ditekan

Diterbitkan 04 Juli 2026, 18:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang tiba-tiba sulit dinyalakan sering kali membuat pemilik kendaraan langsung menyimpulkan bahwa aki sudah soak. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari aki. Salah satu komponen yang juga berperan penting dalam proses menghidupkan mesin adalah dinamo starter.

Komponen ini berfungsi memutar mesin untuk pertama kali saat kunci kontak diputar atau tombol engine start ditekan.

Ketika dinamo starter mulai mengalami penurunan performa atau kerusakan, mobil bisa sulit dihidupkan hingga akhirnya mogok total.

Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan mengenali gejala awal kerusakan dinamo starter sebelum kerusakan semakin parah dan biaya perbaikan membengkak.

Mengutip laman resmi Chery Indonesia, berikut lima tanda dinamo starter mobil mulai bermasalah yang perlu diwaspadai.

1. Mesin Sulit Menyala saat Kondisi Panas

Salah satu gejala paling umum adalah mesin terasa berat saat distarter atau baru hidup setelah beberapa kali percobaan. Menariknya, kondisi ini biasanya tidak terjadi ketika mesin masih dingin pada pagi hari.

Sebaliknya, masalah lebih sering muncul setelah mobil digunakan dalam perjalanan cukup jauh sehingga suhu mesin meningkat.

Penyebabnya adalah kumparan di dalam dinamo starter mulai melemah sehingga arus listrik tidak lagi cukup kuat untuk memutar motor starter saat temperatur tinggi.

2. Muncul Bunyi "Cetak-Cetek" Saat Distarter

Tanda berikutnya adalah muncul suara "cetak-cetek" ketika kunci kontak diputar. Bunyi tersebut berasal dari solenoid starter yang berusaha mendorong pinion gear menuju flywheel, tetapi motor starter gagal memutarnya.

Perhatikan karakter bunyinya karena dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah.

Bunyi cepat dan berulang umumnya menandakan aki mulai tekor. Solusi sementara yang dapat dilakukan adalah melakukan jumper aki.

Bunyi hanya sekali setiap starter ditekan biasanya mengindikasikan carbon brush dinamo starter sudah habis atau switch solenoid kotor. Kondisi ini memerlukan servis dinamo starter agar kembali berfungsi normal.

3. Putaran Starter Terasa Lambat

Dalam kondisi normal, starter mampu memutar mesin dengan cepat dan stabil. Namun, apabila putaran starter terasa lambat sementara kondisi aki dipastikan masih prima, kemungkinan terdapat kerusakan pada komponen internal dinamo starter.

Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain armature melemah, kumparan starter mengalami gangguan, atau bearing starter mulai aus. Jika dibiarkan, performa starter akan terus menurun hingga akhirnya tidak mampu menghidupkan mesin.

4. Terdengar Suara Gesekan Logam

Suara gemeretak atau gesekan logam saat proses starter juga patut diwaspadai. Bunyi ini muncul karena pinion gear pada dinamo starter tidak lagi presisi ketika bertemu dengan flywheel mesin.

Apabila kondisi tersebut terus diabaikan, keausan pada kedua komponen akan semakin parah. Bahkan, gigi flywheel berpotensi rompal sehingga biaya perbaikannya jauh lebih mahal dibandingkan hanya melakukan servis dinamo starter sejak awal.

 

5. Tercium Bau Hangus hingga Keluar Asap

Gejala paling serius adalah munculnya bau hangus seperti kabel terbakar, bahkan disertai asap dari area dinamo starter.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika dinamo starter dipaksa bekerja berulang kali dalam keadaan macet.

Akibatnya, suhu komponen meningkat drastis (overheating), membuat lapisan isolasi gulungan tembaga meleleh dan menimbulkan aroma terbakar.

Jika sudah mencapai tahap ini, pemilik kendaraan sebaiknya tidak lagi memaksakan starter.

Segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk mencegah kerusakan merembet ke komponen lain, terutama flywheel, yang biaya penggantiannya jauh lebih mahal.