8 Sayuran Berakar Pendek Cocok Ditanam di Galon Bekas, Mudah Dirawat dan Cepat Panen di Rumah

Cari tahu berbagai sayuran berakar pendek cocok ditanam di galon bekas. Lengkap dengan tips menanam setiap jenis sayuran agar tumbuh subur dan cepat dipanen.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 09:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sayuran berakar pendek cocok ditanam di galon bekas karena tidak membutuhkan media tanam yang terlalu dalam. Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki lahan terbatas, memanfaatkan galon bekas sebagai pot tanaman menjadi cara sederhana untuk mulai berkebun tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Selain ramah lingkungan karena memanfaatkan barang bekas, galon berukuran 19 liter juga cukup kuat menopang pertumbuhan berbagai jenis sayuran daun. Dengan media tanam yang gembur, penyiraman rutin, dan sinar matahari yang cukup, Anda sudah bisa menikmati hasil panen sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan. Berikut ulasan Liputan6.com selengkapnya.

1. Selada

Selada menjadi pilihan favorit bagi banyak orang karena mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang relatif singkat. Akarnya tidak tumbuh terlalu dalam sehingga nyaman ditanam di galon bekas.

Selain untuk lalapan, selada juga banyak digunakan sebagai pelengkap burger, sandwich, hingga salad.

Tips menanam selada di galon bekas:

  • Gunakan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan sekam bakar.
  • Letakkan galon di lokasi yang mendapat sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari.
  • Siram pada pagi atau sore hari agar kelembapan tanah tetap terjaga.
  • Berikan pupuk kompos atau pupuk organik cair setiap dua minggu.
  • Selada umumnya siap dipanen dalam waktu 30–45 hari.

2. Bayam

Bayam dikenal sebagai sayuran yang sangat mudah tumbuh di iklim tropis Indonesia. Sistem akarnya pendek sehingga tidak membutuhkan ruang tanam yang luas.

Tanaman ini juga terkenal memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga cocok bagi pemula yang ingin belajar berkebun.

Tips menanam bayam di galon bekas:

  • Tebarkan benih secara merata pada media tanam.
  • Tutup tipis menggunakan tanah halus.
  • Jaga kelembapan media tanpa membuatnya terlalu basah.
  • Letakkan di area yang terkena sinar matahari langsung.
  • Bayam biasanya sudah bisa dipanen dalam 20–30 hari.

3. Kangkung

Jika mencari sayuran berakar pendek cocok ditanam di galon bekas yang paling cepat panen, kangkung menjadi salah satu jawabannya.

Kangkung memiliki daya adaptasi tinggi dan tetap mampu tumbuh subur meski ditanam dalam wadah sederhana.

Tips menanam kangkung di galon bekas:

  • Rendam benih selama beberapa jam sebelum disemai.
  • Gunakan media tanam yang gembur dan mudah mengalirkan air.
  • Lakukan penyiraman setiap hari, terutama saat musim kemarau.
  • Tambahkan pupuk organik seminggu sekali.Panen dapat dilakukan sekitar usia 25–35 hari.

4. Pakcoy

Pakcoy memiliki bentuk tanaman yang kompak dengan akar pendek sehingga sangat cocok ditanam di galon bekas.

Selain mudah dirawat, pakcoy juga memiliki nilai gizi tinggi karena kaya vitamin A, vitamin C, serta serat.

Tips menanam pakcoy di galon bekas:

  • Semai benih terlebih dahulu hingga memiliki 3–4 helai daun.
  • Pindahkan bibit ke galon dengan jarak tanam yang cukup.
  • Pastikan tanaman memperoleh sinar matahari minimal lima jam setiap hari.
  • Hindari genangan air agar akar tidak mudah busuk.
  • Pakcoy biasanya siap dipanen dalam waktu 35–45 hari.

5. Sawi Hijau

Sawi hijau menjadi salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki akar serabut yang dangkal sehingga cocok dibudidayakan menggunakan galon bekas.

Perawatannya pun tergolong sederhana dan tidak membutuhkan banyak perhatian.

Tips menanam sawi hijau di galon bekas:

  • Gunakan media tanam yang kaya bahan organik.
  • Siram secara rutin pada pagi atau sore hari.
  • Berikan pupuk kompos setiap dua minggu.
  • Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.
  • Masa panen berkisar antara 30–40 hari.

6. Daun Bawang

Daun bawang menjadi tanaman bumbu dapur yang praktis ditanam sendiri di rumah. Karena memiliki akar serabut yang pendek, tanaman ini tidak membutuhkan wadah yang dalam.

Menariknya, daun bawang dapat dipanen berkali-kali tanpa harus mencabut seluruh tanaman.

Tips menanam daun bawang di galon bekas:

  • Gunakan bibit dari anakan atau sisa pangkal daun bawang.
  • Tanam dengan posisi tegak dan beri jarak antartanaman.
  • Siram secukupnya agar media tetap lembap.
  • Tambahkan pupuk organik setiap beberapa minggu.
  • Potong bagian daun saat panen dan biarkan batang tetap tumbuh.

7. Seledri

Seledri cocok bagi Anda yang ingin memiliki persediaan bumbu dapur segar setiap hari. Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh baik dalam wadah seperti galon bekas.

Meski pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibanding bayam atau kangkung, seledri dapat dipanen berkali-kali.

Tips menanam seledri di galon bekas:

  • Gunakan media tanam yang subur dan kaya humus.
  • Letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari pagi.
  • Siram secara rutin tetapi jangan sampai media terlalu basah.
  • Berikan pupuk organik cair setiap dua minggu.
  • Petik daun bagian luar terlebih dahulu agar tanaman terus menghasilkan tunas baru.

8. Kemangi

Kemangi termasuk tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Selain dimanfaatkan sebagai lalapan, aromanya juga dapat membantu mengusir beberapa jenis serangga.

Karena sistem perakarannya relatif pendek, kemangi menjadi salah satu sayuran berakar pendek cocok ditanam di galon bekas.

Tips menanam kemangi di galon bekas:

  • Semai benih pada media yang lembap hingga berkecambah.
  • Pindahkan bibit saat memiliki beberapa helai daun.
  • Letakkan di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh.
  • Pangkas pucuk tanaman secara berkala agar tumbuh lebih rimbun.
  • Berikan pupuk kompos setiap dua hingga tiga minggu untuk menjaga kesuburan tanaman.

Mengapa Galon Bekas Cocok untuk Sayuran Berakar Pendek?

Tidak semua tanaman membutuhkan wadah yang dalam. Sebagian besar sayuran daun memiliki sistem akar serabut yang hanya berkembang hingga kedalaman sekitar 10–20 cm. Karena itulah, galon bekas menjadi media tanam yang ideal.

Beberapa keuntungan menggunakan galon bekas antara lain:

  • Menghemat biaya membeli pot.
  • Memanfaatkan limbah plastik agar lebih berguna.
  • Mudah dipindahkan sesuai kebutuhan sinar matahari.
  • Kapasitas media tanam cukup untuk menopang pertumbuhan sayuran.
  • Cocok ditempatkan di teras, balkon, halaman sempit, maupun rooftop.

Tips Menyiapkan Galon Bekas Sebagai Media Tanam

Sebelum mulai menanam, pastikan galon bekas sudah dipersiapkan dengan benar agar tanaman dapat tumbuh optimal.

  1. Bersihkan galon hingga bebas dari sisa kotoran atau bau.
  2. Potong bagian atas atau samping galon sesuai model pot yang diinginkan.
  3. Buat beberapa lubang di bagian bawah sebagai saluran drainase.
  4. Isi galon dengan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.
  5. Tambahkan kerikil kecil di bagian dasar untuk membantu pembuangan air berlebih
  6. .Letakkan galon di lokasi yang memperoleh sinar matahari minimal 4–6 jam setiap hari.
  7. Lakukan penyiraman secara rutin dan berikan pupuk organik agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Pertanyaan Seputar Berkebun Sayuran di Galon Bekas

1. Berapa ukuran galon bekas yang ideal untuk menanam sayuran berakar pendek?

Galon bekas berkapasitas 19 liter merupakan ukuran yang paling ideal untuk menanam sayuran berakar pendek seperti bayam, kangkung, selada, pakcoy, dan sawi hijau. Ukuran ini menyediakan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang sekaligus mampu menampung media tanam dalam jumlah memadai. Jika ingin menanam lebih dari satu tanaman dalam satu galon, pastikan jaraknya tidak terlalu rapat agar pertumbuhannya tetap optimal.

2. Berapa kali sayuran di galon bekas perlu disiram setiap hari?

Pada umumnya, sayuran yang ditanam di galon bekas cukup disiram 1–2 kali sehari, tergantung kondisi cuaca. Saat musim kemarau atau cuaca sangat panas, penyiraman bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Sementara saat musim hujan, cukup siram jika media tanam mulai terlihat kering. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk.

3. Apakah sayuran berakar pendek di galon bekas perlu diberi pupuk?

Ya, pemberian pupuk tetap diperlukan agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan daun yang lebat. Anda bisa menggunakan kompos, pupuk kandang yang sudah matang, atau pupuk organik cair setiap 2–3 minggu sekali. Selain menambah unsur hara, pemupukan rutin juga membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6