Ada Jejak Trump di Balik Lebih dari Sebulan Demonstrasi di Albania

Gelombang protes di Albania bermula dari polemik proyek resor mewah di kawasan pesisir yang dilindungi.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tirana - Demonstrasi besar-besaran digelar di ibu kota Albania pada Minggu (5/7/2026), menandai malam ke-36 aksi berlangsung berturut-turut. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama, pembentukan pemerintahan sementara, reformasi konstitusi, serta diakhirinya korupsi.

Gambar-gambar yang beredar di media menunjukkan puluhan ribu orang berarak di sepanjang bulevar utama Tirana menuju Lapangan Skanderbeg. Namun, belum ada verifikasi independen mengenai jumlah demonstran.

Aksi yang berlangsung setiap malam itu bermula dari proyek pembangunan resor mewah di kawasan pesisir yang dilindungi, yang dikaitkan dengan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner. Namun, protes tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas menentang pemerintah dan korupsi.

Seperti dilaporkan Associated Press, para demonstran meneriakkan "Albania Baru" dan "Edi Rama, mundur".

Aksi itu sarat simbolisme. Sebuah patung setengah badan Rama berukuran besar didirikan, lalu dirobohkan dengan bantuan tali. Adegan itu mengingatkan pada perobohan patung diktator komunis Enver Hoxha pada Februari 1991, peristiwa yang diperingati setiap 20 Februari.

Karena unjuk rasa pada Sabtu (4/7) bertepatan dengan ulang tahun Rama yang ke-62, sebagian demonstran membawa "kue ulang tahun" dari semen, sebagai sindiran terhadap proyek-proyek pembangunan. Mereka juga menyanyikan lagu "selamat ulang tahun" untuk Rama dengan nada menyindir.

Sebagian demonstran membawa balon flamingo merah muda, merujuk pada burung-burung yang disebut terancam oleh proyek pembangunan resor tersebut. Demonstrasi itu sendiri dijuluki "Revolusi Flamingo Merah Muda".

Setelah berunjuk rasa sekitar dua jam, massa dalam jumlah besar bergerak menuju kantor polisi. Mereka menuntut pembebasan orang-orang yang ditangkap dalam protes pada Kamis (2/7) di dekat gedung parlemen.

Para pengunjuk rasa memecahkan jendela kantor polisi, sementara polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.