Trump Koleksi Saham Nvidia, Apple, Microsoft, hingga Amazon

Dari laporan pengungkapan keuangan oleh kantor etika pemerintah AS, Presiden Donald Trump memiliki sektor saham teknologi dengan nilai fantastis.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 07:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sumber penghasilan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terungkap dalam laporan pengungkapan keuangan tahunan yang dirilis the US Office of Government Ethics atau kantor etika Pemerintah AS. Dari laporan itu terungkap, sumber penghasilan Trump bervariasi mulai dari kripto, resor golf, klub, hingga royalti. Selain itu, ia juga membeli saham sektor teknologi.

Berdasarkan data Forbes, kekayaan Trump mencapai US$ 6 miliar atau Rp 107,74 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.960). Kekayaan ini naik dari sebelumnya US$ 2,3 miliar atau Rp 41,30 triliun pada 2024.

Sedangkan berdasarkan indeks miliarder Bloomberg, ia memiliki kekayaan US$ 7,6 miliar atau Rp 136,48 triliun. Dari laporan itu juga terungkap aksi pembelian saham oleh Donald Trump. Salah satu lonjakan pembelian saham terbesar oleh Trump yang dirinci dalam pengungkapan itu terjadi pada 18 Agustus 2025.

Mengutip CNBC, dokumen itu menunjukkan tiga pembelian berturut-turut dari beberapa nama terbesar di sektor teknologi yakni Apple, Microsoft, dan Nvidia. Masing-masing transaksi bernilai antara US$ 5 juta-US$ 25 juta atau setara Rp 89,98 miliar-Rp 449,90 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.000).

Transaksi itu termasuk di antara saham individual terbesar dalam pengungkapan tersebut. Pembelian Nvidia terjadi tepat satu minggu setelah Trump mengumumkan Nvidia dan AMD telah setuju untuk memberikan 15% dari penjualan chip H2O ke China kepada pemerintah AS sebagai imbalan atas persetujuan ekspor. Kesepakatan itu membuka kembali aliran pendapatan utama China untuk Nvidia.

Apple juga mengumumkan investasi tambahan sebesar US$ 100 miliar atau Rp 1.799 triliun di AS pada 6 Agustus, sehingga total komitmen yang direncanakan di AS menjadi US$ 600 miliar atau Rp 10.797 triliun.

Berkas pengajuan tersebut juga menunjukkan Trump membeli saham Amazon senilai antara US$ 500.000 atau Rp 8,99 miliar dan US$ 1 juta atau Rp 17,99 miliar pada 23 September. Itu adalah hari yang sama ketika persidangan dimulai di pengadilan federal Seattle untuk gugatan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC), yang menuduh Amazon menipu pelanggan untuk membayar keanggotaan Prime.

Harga Saham Nvidia Kembali Cetak Rekor

Sebelumnya, saham Nvidia kembali mencetak rekor baru pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan harga saham Nvidia terjadi di tengah kebangkitan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjelang laporan laba dari beberapa perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

Berdasarkan data google finance, Selasa, (28/4/2026),saham Nvidia naik 4% menjadi USD 216,61 pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan harga saham Nvidia itu membawa kapitalisasi pasar Nvidia sentuh USD 5,26 triliun atau Rp 90.713 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250).

Saham Nvidia melonjak 4% setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pertama sejak Oktober 2025.

Adapun pekan ini, sejumlah perusahaan teknologi besar akan merilis laporan laba antara lain Amazon, Meta, Microsoft, dan induk perusahaan Google, Alphabet. Laporan kinerja keuangan perusahaan teknologi ini dapat menambah bahan bakar bagi pergerakan saham Nvidia atau menghentikan momentumnya.

Analis Wedbush Dan Ives menilai prospek saham Nvidia cerah. Hal ini akan didukung laporan kinerja keuangan dari perusahaan teknologi besar karena investor fokus pada tren monetisasi AI, tingkat belanja modal dan keseluruhan bisnis dari perusahaan raksasa teknologi Magnificent 7.

 

 

Belanja AI

Mengutip Investing.com, analis menilai meningkatnya komitmen belanja AI dari perusahaan-perusahaan besar Magnificent 7 dapat memperkuat asalan untuk investasi di Nvidia.

Analis JPMorgan yang mencantumkan Nvidia di antara pilihan AI dan cloud teratas mereka dalan catatan kepada klien pada Senin, 27 April 2026. Analis JPMorgan menilai, perkiraan permintaan AI akan mendorong pertumbuhan jangka panjang selama beberapa tahun untuk bisnis GPU pusat data Nvidia yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut saham produsen chip tersebut.

 Analis wall street optimistis terhadap Nvidia. Berdasarkan data VisibleAlpha menyebutkan, 12 dari 13 analis merekomendasikan beli saham Nvidia.Seiring kenaikan harga saham, saham Nvidia naik 16% pada 2026.