Rudal Balistik Rusia Hantam Kyiv Jelang KTT NATO

Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah Kyiv, Ukraina jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah Kyiv, Ukraina, pada Senin, yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan itu terjadi sehari menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.

Dikutip dari The Guardian, Senin (6/7/2026), Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi warga dari bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan yang berlangsung semalaman.

Menurut otoritas setempat, tujuh orang tewas di Kota Kyiv, sementara satu korban lainnya meninggal di Distrik Bucha, yang berada di sebelah barat laut ibu kota. Selain itu, sedikitnya 34 orang dilaporkan mengalami luka-luka di Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan rudal dan pesawat nirawak (drone) menghantam sejumlah gedung apartemen serta bangunan lainnya.

"Musuh menyerang menggunakan rudal balistik," kata Tkachenko melalui Telegram.

Klitschko menambahkan sistem pertahanan udara Ukraina telah diaktifkan dan mengimbau warga tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman.

Serangan tersebut terjadi menjelang KTT NATO yang akan dimulai pada Selasa pekan ini di Ankara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diperkirakan akan membahas perkembangan perang Rusia-Ukraina di sela-sela pertemuan tersebut.

Ini merupakan serangan kedua terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya dalam waktu kurang dari sepekan. Intensitas serangan jarak jauh dari kedua belah pihak juga terus meningkat, menandai eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.

 

 

Ukraina Tingkatkan Serangan

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi di wilayah Rusia, termasuk daerah yang dikuasai Moskow, sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan logistik dan militer Kremlin.

Di Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia, Gubernur Mikhail Razvozhayev mengatakan serangan Ukraina di dekat Sevastopol sempat menyebabkan gangguan pasokan listrik.

"Setelah serangan musuh terhadap infrastruktur energi di dekat Sevastopol, kota kami sempat mengalami pemadaman listrik," tulis Razvozhayev melalui Telegram.

Sementara itu, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat beberapa gelombang drone yang mengarah ke ibu kota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukannya masih terus mempertahankan Kota Kostyantynivka di wilayah Donetsk, yang dinilai sebagai salah satu titik strategis bagi pertahanan Ukraina di kawasan timur.

Sebelumnya, Rusia mengklaim telah menguasai kota tersebut pada Jumat pekan lalu. Namun, Kyiv membantah klaim itu dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

"Pertempuran untuk Kostyantynivka masih terus berlangsung, kota yang telah diklaim Putin sebagai miliknya. Namun jelas, ia tidak akan pernah berani muncul di sana," ujar Zelenskyy dalam pidato malamnya. Â