Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan oleh Rusia, Simak Detailnya

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 milik Iran yang disiapkan oleh Rusia, mulai dari pengiriman awal hingga rencana pembelian 48 jet tempur.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 milik Iran yang disiapkan oleh Rusia menjadi sorotan setelah Iran mulai menerima pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35SE Flanker-E dari Rusia. Kehadiran pesawat tempur generasi 4.5 ini menjadi langkah penting dalam modernisasi angkatan udara Iran sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanannya di kawasan. 

Dua unit pertama Su-35SE dilaporkan telah tiba di Iran dalam kondisi terurai, diangkut menggunakan pesawat angkut militer Antonov An-124-100 milik Rusia. Komponen-komponen tersebut kemudian dibawa dari Bandara Mehrabad Tehran menuju pangkalan udara di Hamadan untuk proses perakitan ulang.

Kepastian pengadaan ini muncul setelah Iran mengonfirmasi rencana penerimaan jet tempur pada 2023. Dokumen pemerintah Rusia yang bocor pada akhir 2025 lebih lanjut mengonfirmasi pesanan Kementerian Pertahanan Iran sebanyak 48 unit Su-35, meskipun awalnya dilaporkan hanya 24 unit yang ditujukan untuk Angkatan Udara Mesir.

Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ) Rusia telah menyelesaikan produksi batch pertama sebanyak 20 unit, dengan total 19 hingga 20 unit siap dikirim per Juli 2026.

Profil Umum Sukhoi Su-35 Flanker-E

Sukhoi Su-35, dengan nama pelaporan NATO "Flanker-E" (kadang disebut "Super Flanker"), adalah pesawat tempur superioritas udara multiperan generasi 4++ yang dikembangkan oleh Sukhoi Design Bureau dan diproduksi oleh United Aircraft Corporation (UAC) Rusia. Pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada 19 Februari 2008 dan resmi beroperasi di Angkatan Udara Rusia sejak 2014, diawaki oleh satu orang kru.

Dimensi dan Berat Sukhoi Su-35

Su-35 memiliki dimensi sebagai berikut:

  • Panjang: 21,9 meter
  • Rentang sayap: 15,3 meter
  • Tinggi: 5,9 meter
  • Luas sayap: 62,0 meter persegi
  • Berat kosong: 18.400 kg
  • Berat lepas landas maksimal (MTOW): 34.500 kg
  • Kapasitas bahan bakar internal: sekitar 11.500 kg (setara ±14.350 liter)

Mesin dan Performa Terbang Su-35

Su-35 ditenagai oleh dua mesin turbofan Saturn AL-41F1S (117S) yang dilengkapi thrust vectoring nozzles (TVC) 3D, menghasilkan daya dorong 86,3 kN dalam kondisi kering dan 142 kN dengan afterburner per mesin. Beberapa performa unggulannya:

  • Kecepatan maksimal: Mach 2,25 (sekitar 2.400 km/jam) pada ketinggian 11.000 meter
  • Jangkauan feri: 3.600 km, dapat diperpanjang hingga 4.500 km dengan dua tangki eksternal
  • Radius tempur: hampir 1.600 km
  • Ketinggian operasional: 18.000 meter
  • Laju panjat: 280 meter/detik
  • Rasio dorong-berat: 1,15
  • Batas struktural: +9G

Sistem Persenjataan Sukhoi Su-35

Dalam hal persenjataan, Su-35 dilengkapi meriam GSh-30-1 kaliber 30 mm dengan 150 peluru, serta 12 hardpoint eksternal (beberapa sumber menyebut hingga 14) dengan kapasitas muatan senjata mencapai 8.000 kg. Persenjataan yang dapat dibawa antara lain:

  • Rudal udara-ke-udara: R-77, R-27, R-73, RVV-BD, RVV-SD, RVV-MD, dan R-37M
  • Rudal udara-ke-darat: Kh-31, Kh-29, Kh-59
  • Rudal anti-kapal: OniksBom: seri FAB dan bom berpemandu presisi KAB

Sistem Avionik dan Radar Su-35

Sistem avionik canggih Su-35 mencakup radar Irbis-E PESA (Passive Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi target udara hingga 400 km dan melacak 30 target secara bersamaan. Selain itu, pesawat ini dilengkapi:

  • Sistem peperangan elektronik L175M Khibiny-M
  • Sistem penargetan OLS-35 IRST (Infrared Search and Track) dengan jangkauan akuisisi 50 km untuk target di depan dan 90 km untuk target tanpa afterburner di belakang
  • Helmet-mounted display
  • Navigasi GLONASS/INSKontrol penerbangan digital (fly-by-wire)

Kemampuan Stealth dan Supermaneuverability

Su-35 memiliki fitur stealth terbatas dengan RCS (radar cross-section) sekitar 1–3 meter persegi, berkat lapisan penyerap radar, material komposit, dan pengurangan tanda inframerah. Kemampuan manuvernya yang luar biasa (supermaneuverability) didukung sistem thrust vectoring, memungkinkan manuver aerobatik ekstrem seperti Pugachev's Cobra dan Kulbit — sesuatu yang jarang dimiliki pesawat tempur generasi 4 lainnya.

Akuisisi Su-35 bagi Iran juga menyebabkan dampak geopolitik. Kehadiran Su-35 diperkirakan akan mengubah kalkulasi strategis di Timur Tengah. Israel, yang selama ini mengandalkan superioritas udara dalam doktrin militernya, kemungkinan akan menghadapi lingkungan operasi yang lebih kompleks.

Sementara itu, negara-negara Teluk yang mengoperasikan F-35, Eurofighter Typhoon, hingga F-15 varian terbaru turut memperhitungkan kemampuan intersep jarak jauh Iran dalam perencanaan pertahanan mereka.

Latar Belakang Akuisisi Su-35 oleh Iran

Kesepakatan pembelian Su-35 antara Iran dan Rusia pertama kali difinalisasi pada November 2023, sebagai bagian dari paket kerja sama pertahanan yang nilainya diperkirakan lebih dari US$6 miliar setara sekitar Rp 108 triliun. Paket ini juga mencakup helikopter serang Mil Mi-28 dan pesawat latih Yakovlev Yak-130.

Total pesanan Su-35 Iran dilaporkan mencapai 48 unit, menjadikannya salah satu program modernisasi kekuatan udara terbesar Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Akuisisi Su-35 menandai lompatan teknologi yang substansial bagi Iran, yang selama ini mengandalkan armada pesawat tempur tua seperti F-4 Phantom II, F-14 Tomcat, dan MiG-29. Sebagai jet tempur multiperan generasi 4++, Su-35 akan memperkuat kemampuan serangan jarak jauh Iran sekaligus menegaskan posisi militernya di Timur Tengah, terutama di tengah ketegangan dengan Israel dan negara-negara Teluk.

 Jadwal dan Progres Pengiriman Su-35 ke Iran

Berdasarkan laporan terbaru per Juli 2026, produksi Su-35 pesanan Iran terus berjalan di pabrik Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ), Rusia. Progresnya sebagai berikut:

  • Hingga Maret 2026: 16 unit telah selesai diproduksi
  • April 2026: bertambah menjadi 17 unit
  • Juli 2026: diperkirakan mencapai 19–20 unit

Pesawat-pesawat yang telah selesai diproduksi untuk sementara disimpan di Rusia menunggu rampungnya rekonstruksi Pangkalan Udara Hamadan, dengan biaya penyimpanan dan perawatan ditanggung pihak Iran. Pengiriman fisik ke Iran diperkirakan mulai berlangsung pada 2026, sementara seluruh 48 unit dijadwalkan rampung terkirim secara bertahap hingga 2027–2028.

Peran Yak-130 dalam Persiapan Pilot Su-35

Untuk mendukung operasional Su-35, pilot-pilot Iran saat ini sedang menjalani pelatihan intensif. Sebagai bagian dari program ini, pesawat latih Yakovlev Yak-130 mulai dikirim ke Iran sejak 2 September 2023, dengan gelombang pertama mendarat di Pangkalan Udara Shahid Babaei, Isfahan. Yak-130 berfungsi mempersiapkan pilot Iran sebelum bertransisi ke Su-35, dan saat ini bahkan sudah dioperasikan untuk misi patroli udara serta intersepsi drone di atas langit Teheran.

Penyebaran penuh Su-35 masih menghadapi kendala, terutama terkait kerusakan infrastruktur di Pangkalan Udara Hamadan (dikenal juga sebagai Pangkalan Udara Noje).

Unit-unit teknik militer Iran dilaporkan terus bekerja merekonstruksi fasilitas ini, termasuk membangun hardened aircraft shelters berukuran besar yang dirancang khusus untuk menampung Su-35. Iran juga telah membeli tiga unit simulator penerbangan Su-35 yang dijadwalkan tiba lebih dulu sebelum jet tempur sesungguhnya, guna memastikan kesiapan operasional pilot begitu pesawat tiba.

Pertanyaan Seputar Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35

Berapa jumlah jet tempur Sukhoi Su-35 yang dipesan Iran dari Rusia?

Iran telah memesan sebanyak 48 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, meskipun awalnya dilaporkan hanya 24 unit.

Kapan pengiriman jet tempur Su-35 ke Iran diperkirakan dimulai?

Pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 ke Iran diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026, dengan dua unit awal telah tiba dalam kondisi terurai.

Apa dampak akuisisi Su-35 bagi angkatan udara Iran?

Akuisisi Su-35 menandai lompatan teknologi signifikan bagi Iran, karena ini adalah jet tempur generasi 4.5 pertamanya. Ini akan secara substansial meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh dan memperkuat posisi militer Iran di Timur Tengah.

Apa saja spesifikasi utama mesin Sukhoi Su-35?

Sukhoi Su-35 ditenagai oleh dua mesin turbofan Saturn AL-41F1S (117S) dengan thrust vectoring nozzles (TVC) 3D. Setiap mesin menghasilkan daya dorong 86,3 kN kering dan 142 kN dengan afterburner.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6