Liputan6.com, Mexico City - Leon Trotsky, salah satu tokoh penting Revolusi Rusia, meninggal dunia setelah diserang menggunakan kapak es di kediamannya di pinggiran Mexico City, Meksiko, pada 20 Agustus 1940.
Dikutip dari History.com, Kamis (20/8/2026), serangan dilakukan Ramon Mercader, seorang komunis asal Spanyol yang diduga merupakan agen yang bekerja untuk pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin.
Trotsky mengalami luka parah akibat serangan tersebut dan meninggal sehari kemudian, pada 21 Agustus 1940.
Advertisement
Trotsky lahir di Ukraina pada 1879 dari keluarga keturunan Yahudi-Rusia. Ia mengenal Marxisme sejak remaja dan kemudian meninggalkan Universitas Odessa untuk terlibat dalam kegiatan revolusioner serta membantu mengorganisasi Serikat Pekerja Rusia Selatan secara rahasia.
Aktivitas tersebut membuat Trotsky ditangkap pada 1898. Ia kemudian dipenjara dan pada 1900 diasingkan ke Siberia.
Dua tahun kemudian, Trotsky melarikan diri ke Inggris menggunakan paspor palsu dengan nama Leon Trotsky. Nama aslinya adalah Lev Davidovich Bronstein.
Di London, ia sempat bekerja sama dengan Vladimir Ilyich Lenin. Namun, Trotsky kemudian bergabung dengan kelompok Menshevik yang mendorong pendekatan lebih demokratis dalam perjuangan sosialisme.
Ketika Revolusi Rusia 1905 pecah, Trotsky kembali ke Rusia. Setelah revolusi gagal, ia kembali ditangkap dan diasingkan ke Siberia. Pada 1907, ia kembali berhasil melarikan diri.
Selama satu dekade berikutnya, Trotsky berpindah-pindah negara akibat aktivitas politiknya. Ia sempat tinggal di Swiss, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat sebelum kembali ke Rusia ketika Revolusi 1917 pecah.
Trotsky kemudian memainkan peran penting dalam perebutan kekuasaan oleh kaum Bolshevik. Bersama kelompok tersebut, ia membantu menguasai sebagian besar Petrograd sebelum Lenin kembali dan memimpin gerakan revolusioner pada November 1917.
Setelah revolusi, Trotsky dipercaya Lenin untuk menangani urusan luar negeri dan memimpin negosiasi dengan Jerman guna mengakhiri keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I.
Pada 1918, Trotsky ditunjuk sebagai komisaris perang. Ia kemudian membangun Tentara Merah yang berhasil mengalahkan kelompok-kelompok anti-komunis dalam Perang Saudara Rusia.
Pada awal 1920-an, Trotsky dipandang sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Lenin. Namun, persaingan politik di dalam Partai Komunis semakin tajam setelah Lenin jatuh sakit pada 1922.
Trotsky akhirnya kalah dalam perebutan kekuasaan dan kemudian menjadi salah satu lawan politik utama Stalin. Konflik tersebut berujung pada pengasingan Trotsky hingga akhirnya ia menetap di Meksiko.
Serangan pada 20 Agustus 1940 menjadi akhir dari perjalanan politik Trotsky. Sehari setelah diserang, ia meninggal akibat luka yang dideritanya pada usia 60 tahun.
Akhir Hidup Trotsky
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1728033/original/066423900_1507027995-Bundesarchiv_Bild_183-R80329__Josef_Stalin__WC.jpg)
Kemudian pada 1924, Lenin meninggal dan Joseph Stalin naik sebagai pemimpin Uni Soviet. Bertentangan dengan kebijakan yang diumumkan Stalin, Trotsky menyuarakan dilanjutkannya revolusi dunia yang pada akhirnya akan mengarah pada pembubaran negara Soviet yang semakin birokratis. Ia juga mengkritik rezim baru itu karena menindas demokrasi di dalam Partai Komunis dan gagal mengembangkan perencanaan ekonomi yang baik.
Sebagai respons, Stalin dan para pendukungnya melancarkan serangan balik propaganda terhadap Trotsky. Di tahun 1925, ia dicopot dari jabatannya di Komisariat Perang. Satu tahun setelahnya, ia dikeluarkan dari Politburo dan pada tahun 1927 dari Partai Komunis.
Setelah itu pada Januari 1928, Trotsky dideportasi oleh pemimpin Soviet, Joseph Stalin, ke Alma-Ata di wilayah terpencil Asia Tengah Soviet. Ia tinggal di sana dalam pengasingan internal selama setahun sebelumnya akhirnya diusir selamanya dari Uni Soviet oleh Stalin.
Ia pun diterima oleh pemerintah Turki dan menetap di Pulau Prinkipo, tempat ia menyelesaikan autobiografi dan juga buku sejarah Revolusi Rusia. Setelah empat tahun di Turki, Trotsky tinggal di Prancis, lalu Norwegia, dan pada tahun 1936 ia diberi perlindungan di Meksiko.
Setelah menetap bersama keluarganya di pinggiran Kota Meksiko, ia dinyatakan bersalah atas tuduhan pengkhianatan dalam persidangan yang tidak ia hadiri selama masa pembersihan yang dilakukan Stalin terhadap lawan-lawan politiknya.
Trotsky berhasil selamat dari serangan senapan mesin yang dilakukan oleh agen-agen Stalin. Namun, pada 20 Agustus 1940, ia menjadi korban Ramon Mercader, seorang komunis Spanyol yang telah berhasil memenangkan kepercayaan keluarga Trotsky. Pemerintah Soviet menyangkal keterlibatannya dan Mercader dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pihak berwenang Meksiko.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326956/original/045592700_1787043903-Leon_Trotsky_1918__3x4_rotated_cropped_b_-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370072/original/013559700_1759488143-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306680/original/030542900_1784889398-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325134/original/097765900_1786815789-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306680/original/030542900_1784889398-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325134/original/097765900_1786815789-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323696/original/051336300_1786648608-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323662/original/057271900_1786629751-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5735199/original/048787600_1778630516-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321978/original/078176800_1786512952-Mantan_Tentara_AS_Robert_Gilman_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321597/original/079933800_1786454081-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321795/original/048200400_1786504482-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1552575/original/020005800_1490938811-Bashar-al-Assad-su_1925765b.jpg)